Menjadi Nelayan Meski Hanya Sehari


Parade Perahu Nelayan
Di Teluk Ekas.

6 April Yang Lalu adalah Hari Nelayan Nasional. Mari Kita Rayakan, Karena Nenek Moyang Kita adalah Seorang Pelaut.
Ini Sebenarnya adalah kelanjutan Tulisan yang lalu,  Digitalisasi Promosi Wisata Bahari, Marine Ecotourism Festival, Kegiatan yang diselanggarakan Oleh BPPD Lombok Timur di Pantai Ekas. Namun ini Tulisan Khusus tentang Parade Perahu Nelayan pada Marine Ecotourism Festival.

Kenapa Harus diulas Khusus? Karena bagi saya ini adalah pengalaman menyenangkan dan berkesan. Bukan Kebetulan pula 6 April kemarin kita memperingati Hari Nelayan Nasional.

Bercumbu dengan Lautan

Semasa Kecil Dulu Waktu Zaman SD Pasti kita sering Menyanyikan Lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut", Bagi yang Lupa Coba Ingat kembali.  Nih Liriknya,  Baca Sambil Nyanyikan, lebih bagus lagi kalo di Hayati Ya..

Nenek Moyangku Seorang Pelaut
Nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai.

Mungkin kita jarang atau bahkan tidak pernah mendengar anak-anak zaman sekarang menyanyikannya., Bahkan Kitapun yang yang dulu diajarkan kadang tidak memahami isi dari lagu ini. Sehingga  tidak heran Generasi Melenial Katanya atau Kids Zaman Now Kadang Ke Pantai Hanya sebatas Numpang Selfi, Berfoto Ria Sehabis Itu Pulang, ya begitu saja.

Lanjut Tentang Parade Perahu Nelayan. Kurang Lebih Ada Seratus Perahu Nelayan yang Berpartisipasi dalam Kegiatan Ini.  Untuk Satu Perahu di Naiki Dua Peserta.  Perahu Nelayan meninggalkan bibir pantai bersamaan.  Mengelilingi lautan di pantai ekas. Hampir satu jaman perahu berparade ditengah Lautan.



Parade Perahu Nelayan selesai sekitar jam dua belas siang.  Sehabis itu kita menikmati santapan makan siang yang bertema Laut.  Mungkin Panitia sengaja Mengkondisikan seperti itu.

Kegiatan ini serasa Teguran untuk selalu menanamkan kecintaan terhadap nelayan.  Mengapresiasi dan menghargai kehidupan mereka.  Karena tanpa Nelayan kita bisa saja tidak pernah makan Ikan.  Nelayan sama Halnya dengan Petani Sangat Berjasa kepada Negeri Ini.

Hidangan dari Hasil Laut.

Siapa yang Tidak Lahap Jika Dihadapannya ada Menu Makanan yang Sangat Lezat.  Ikan Bakar, Cumi-cumi,  Tumis Ikan, Rumput Laut dan Kepiting.  Semuanya Dari Laut. Makanan laut merupakan sumber Protein,  Lemak,  Vitamin dan Mineral. Jadi Wajar Saja Nelayan Itu Tangguh dan Berani.  Iya Kan..?

Begibung

Sangat Bersyukur Bisa Mengarungi Lautan dan Kemudian Menikmati Makanan Dari Hasil Laut. Belajar Menjadi Nelayan Meski Seharian,  Bercumbu dengan Lautan, Berteman dengan Gelombang, menyusuri Ombak Menyisir Pantai dengan Perahu Kayu.

Melelahkan..?  Tidak,  Ini Berkesan dan Menyenangkan. Sebab ini Tentang Laut yang Bergelombang Namun Menenangkan. Perihal Pantai yang Berisik Tapi Bikin Asyik. Samudera yang Luas dan Inilah satu Satu diantara Sekian Anugerah Tuhan Untuk Negeri Yang Bernama Indonesia.

Salaam..

Digitalisasi Promosi Wisata Bahari

Seminar Digitalisasi Promosi Wisata 

Kegiatan berakhir pekan, Memburu Pengalaman, Memperdalam Pengetahuan tentang Dunia Kepariwisataan. Marine Ecotourism Festival yang diselenggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur di Ekas Bay Jerowaru.

Minggu Ini tanggal 7 dan 8 April saya mengikuti Kegiatan "MARINE ECOTOURISM FEST 2018" yang diselanggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD)  Lombok Timur.   Kegiatan ini Diikuti oleh Perusahaan Tour & Travel Pokdarwis se Lombok Timur, tour & Travel loka, Selain itu Hadir Pula Bapak Riyeke Ustadiyanto ( CEO marketbiz), Bapak Bimo Wicaksono ( Marketing Manager Traveloka), Ketua DPD ASITA NTB, Ketua DPD IPKI NTB dan LPPM Poltekpar NTB.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini terfokus tentang pengembangan Wisata Bahari dan Peran Serta  Penggiat Parawisata dalam hal Pengembangan serta Promosi Wisata Tentunya Bertujuan Memperkenalkan Wisata terutama di Lombok Timur.

Dalam kegiatan ini kami diberikan materi tentang digitalisasi Promosi Wisata.  Ini sebagai Bekal untuk mengembangkan Promosi Wisata ke Arah Digital Seiring dengan pesatnya kemajuan Teknologi Infomasi Digital Saat Ini.

Rembug Prosek Pengembangan Wisata Bahari

Selain Seminar kami juga diajak untuk Bersih pantai (Beach Clean Up) sebagai tindakan nyata untuk selalu menjaga kebersihan pantai agar wisatawan senang dan nyaman dalam berekreasi.

Dan yang paling seru,  kami diajak untuk bercumbu dengan lautan,  menikmati pelayaran mengelilingi teluk ekas Jerowaru dengan kapal nelayan.  Ada hampir 100 kapal nelayan yang disiapkan oleh Panitia, Berparade di tengah Lautan. Sangat Berkesan.

Terima Kasih BPPD Lombok Timur telah Mengundang Kami dalam Kegiatan Ini. Ada pesan Khusus yang disampaikan Oleh Ketua BPPD Lombok Timur Bang Oji dalam Sambutannya. Dalam Konteks PilBup (Pemilihan Bupati)  saat Ini. Bahwa Siapapun kelak yang terpilih sebagai Bupati harus menjadikan Pariwisata Sebagai Prioritas Utama. Baik dari Kwalitas, Fasilitas Infrastrukturnya maupun SDM.


Jaya Terus Wisata Lombok Timur.

Menimba Ilmu di Berugak Buku.

Menimba Ilmu di Berugak Buku
Berugak Buku

Liburan kali ini saya meluangkan waktu sehari penuh untuk mengikuti kegiatan Berugak Buku (BB) Weekend Forum, yang kali ini mengambil Tema "Melejitkan Potensi diri dengan Membaca dan Menulis"
Berugak Buku yang berlokasi di dusun Paok Dandak kecamatan Janapria,  Tepatnya di SMKI Sirojul Huda. Merupakan Ide baru untuk meningkatkan budaya literasi tidak hanya bagi santri namun bagi masyrakat sekitar.
Selain disuguhkan dengan buku bacaan yang menarik dengan berbagai macam judul dan aliran.  Mata kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan hijau persawahan. Ini memang sengaja,  tujuannya selain bisa menimba ilmu lewat membaca buku,  pengunjung juga diajak  untuk berimajinasi menimba ilmu yang lebih luas yakni membaca Alam.
Spesial Akhir pekan ini,  Berugak Buku mengadakan Kegiatan BB Weekend dengan menghadirkan bang Yusuf Tantowi  (penulis dan penggiat literasi)  sebagai Narasumber. Selain itu hadir pula sastrawan bang Muslihin dan Lamuh Syamsuar.
Bang Ahmad Jumaili selaku pengurus Berugak Buku menuturkan sangat terkesan dengan adaya Berugak Buku Ini Minat Baca Santri Lebih Meningkat,  bahkan tidak hanya santri wargapun disela sela waktu mereka bekerja berbondong bondong membaca buku favorit mereka di Berugak Buku.
Melihat Semangat santri mengikuti Kegiatan ini,  dan Diskusi ringan dengan Penulis dan Sastrawan Keren,  Saya Hampir Lupa Waktu. Datang Pagi,  Kini Petang Menghampiri, dan Kamipun Harus Permisi,  Berpamitan pada Tempat yang Penuh Inspirasi.
Trimakasi untuk tempat Rekreasinya,  Liburan yang  mencerdaskan.
Dari Kegiatan Tadi, Santri langsung Praktik Menulis.  Penasaran dengan Tulisan Mereka..?
Silahkan Klik Hastaq dibawah ya.. 
Dan Bagi Yang ingin tau Lebih banyak Tentang Berugak Buku (BB)  silahkan menghubungi Langsung Bang Ahmad Jumaili (WA.  082339993330)
.
.
#BBWeekendForum
#MenulisUntukMembaca
#BBWritingAcademy
#SMKISirajulHuda
#kankkunglombok

Aku, Lombok dan Indonesia.

Sering kita mendengar sebuah ungkapan "Jangan ke Lombok, Nanti gak mau Pulang", ini yang sering membuat orang penasaran ada apa sebenarnya di Lombok..?

Lombok adalah sebuah pulau mungil yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau yang dikenal dengan Jargonnya Bumi seribu masjid Ini memang sangat memukau, pesona Budaya, Keindahan Alam serta Keberagaman Masyarakat penghuninya.

Kali ini kita bahas keindahan Alamnya saja ya, karena kalau membahas segalanya tentang Lombok, Pasti Gak ada habisnya.. Jiaah..

Meski Pulaunya kecil namun di tengah-tengahnya terdapat Gunung yang tertinggi, termasuk 3 diantara gunung tertinggi di Indonesia. Gunung Rinjani menjadi Icon dan Kebanggaan Masyarakat Lombok.
Lombok dan Rinjani memiliki Nilai Filsafat yang tinggi,, Pulaunya Kecil, Namun Memiliki Gunung Yang Tinggi,, kemudian bisa dimaknai dengan warga lombok yang sebagian mencari kehidupan sebagai petani, peternak, dan Nelayan. Namun memiliki Jiwa dan Semangat yang Tinggi. Rinjani adalah Kebanggan Warga Lombok dan Juga Kebanggaan Indonesia.

Selain, Pesona Gunung Rinjani, Lombok juga memiliki pantai-pantai Yang Indah, Dari Ujung ke Ujung pantai dilombok sangat memukau, dari  ampenan sampai Kayangan dari Kuta sampai Sire.
Dengan begitu banyak keunggulan dan Kelebihannya, Lombok merupakan Kebanggaan Warganya, Kebanggaan Indonesia.

Jadi, Jangan Kelombok, Nanti ndak Mau Pulang..?? Hehe
.
.
Terima Kasih Tuhan Atas Anugerah yang Kau berikan..
Kenikmatan serta keberkahan...
Indahnya Alam yang Engkau ciptakan..
Tenang Jiwa, Riang Hati..
Senang Raga, gembira Pikir..
Rasa Syukur Yang begitu dalam..
Atas Menawannya CipraanMU Tuhan..
.

Jangan pernah Lelah Mencintai Indonesia...!!

Kebun Petung

Menyapa Alam..
Merajut Kemesraan Dengan Tuhan.
.
.
.
Lokasi: Wisata Alam "Kebun Petung" Desa Aikmel Timur.
Fotografer: Husnan Yahya.
.

.
.
penasaran..? mw selfi-selfian disini..?
hubungi kami..
:-)
.
#kankkung_community
#bajangaikmeltimur_BAITI

 #Aikmel_Timur


Putri Mandalika, Legenda dari Tanah Lombok.

Nyale yang sudah ditumis
Nama nyale sendiri diambil dari kosakata bahasa sasak yang berarti “menyala”. Nama ini digunakan karena cacing yang ditemukan masyarakat berwarna warni, seperti warna hijau, kuning dan biru. Tema festival bau nyale tahun ini mengangkat tema “Heritage of Mandalika” yang secara implicit menegaskan bahwasanya acara ini memiliki nilai tradisi dan budaya yang patut dipertahankan keberadaannya. Hingga hari ini, ada rangkaian yang juga telah terselenggara seperti peresmian, gerakan bersih pantai, parade budaya, surfing, voli pantai dan juga lomba pemilihan putrid mandalaika. Kawasan Nusa Tenggara barat yang menjadi salah satu primadona tanah air telah menjadi semakin popular bukan saja tingkat regional dalam negeri tapi sudah semakin menduniadengan predikat yang diperoleh diajang The World halal tourism awards 2016 yang berlangsung di dubai, UEA.

Selain bentuknya yang menyala, “Nyale” Juga dapat dimaknai dengan keinginan sang putri agar tubuhnya yang cantik jelita bisa dinikmati oleh semua orang. Ini diibaratkan sebuah sinar kebaikan yang terus menyala sepanjang masa. Dari tahun ke tahun prosesi kegiatan bau nyale sendiri sudah mendapat perhatian luas dalam hal wisata dan budaya internasional. Selain memiliki nilai sejarah, ia juga menanamkan nilai  luhur tentang pengorbanan dan kebaikan.

Legenda: Putri mandalika yang cantik jelita rela mengorbanlkan diri agar tidak terjadi peperangan memperebutkan dirinya. Al kisah ia menrnggelamkan dirinya kelaut yang kemudian berubah menjadi Nyale,. Sampai saat sang putrid bias dinikmati oeleh semua orang. Termasuk saya pengeran yang belum menemukan putri sesungguhnya.


Begibung Kandoq Nyale


Pengalaman pertama, menyantap putri legenda.

Apakah ini bertanda..

tahun ini Doa kan menjadi Nyata..

Mempersunting putri  sesungguhnya..??

Semoga…


NB: Catatan Pesona Bau Nyale 2017  

Ayo Mendaki di Bukit Nanggi


Nanggi adalah sebuah nama atau julukan salah satu bukit yang berada di desa sembalun bumbung, kabupaten Lombok timur. Bukit nanggi bisa dikatakan anak dari gunung rinjani karena letaknya yang berhadapan de sebelah timur gunung rinjani. Dengan ketinggian sekitar 2 ribu meter dari permukaan laut, bukit nanggi memiliki panorama alam yang tidak bisa hanya diungkapkan dengan kata-kata ataupun cerita nyata akan panorama keindahannya.

Dengan menempuh jarak sekitar 4 jam perjalanan kaki dari pintu gerbang masuk taman wisata ini, ada sebuah pengalaman dan petualangan tersendiri yang telah diciptakan oleh sang maha pencipta Tuhan Yang Maha Esa menjadi sebuah kenangan hidup bagi para pendaki dan penakluk ke bukit nanggi ini. Mendaki ketinggian yang cukup menantang, adalah sebuah perjalanan yang berbeda dari biasanya, salah satu pengalaman yang berkesan dari ceritanya, dan sebuah perjuangan yang akan melatih kesabaran dari biasanya.

Ungkapan dan cerita hanya akan menjadi fiktip belaka tanpa menaklukan daripada puncaknya, dikala senja menutup hari seolah alamnya mengajak untuk berdamai menjawab akan arti sebuah keindahan bersama dari dalam sukma pendakinya, kesan moral bukit naggi mengajarkan arti sebuah perjuangan, tantangan yang melatih jiwa kesabaran, petualangan yang menjadi tolak ukur sebuah kekuatan, dan filosopi arti sebuah kemenangan.

Bukan tentang kesunyian namun ketenangan, angin malam yang menyelimuti kulit kian memanjakan pendakinya. Perlahan senja berlalu mendatangkan hari yang begitu cerah di kala pagi seakan mentari pagi menyampaikan salam senyumsemangat untuk tetap bersama dalam hangatnya balutan sinarnya. Sungguh sebuah kekuatan dan inspirasi yang tumbuh dari dalam benak pendakinya mengalir bersama setiap hembusan nafas, berderu tenang dan damai bersama nadi yang mendarah dalam tubuh. Itulah sebuah ungkapan sekiranya yang akan mendorong jiwa traveler untuk menaklukan dari pada destinasi wisata alam petualangan Bukit Nanggi.

Sumber: https://sembalunpetualang.wordpress.com/2016/06/30/pesona-bukit-nanggi-sembalun-2016/

Ecot, Daen, Ori, Gaus, Ucen, Oka

Kawan..!!
Disini Bersama Kita Berjuang.
Melawan Letih, Menahan Lelah.
Setapak Demi Setapak Menuju Puncak..
Dan, Akhirnya Kita Berdiri Disini..
.
.
Bukit Nanggi, 17 Agustus 2017

Kolam Masa Kecil

Destinasi wisata yang sayang bila tidak dikunjungi yakni Pesenggerahan Aikmel. Tidak Perlu bersusah payah untuk menuju Lokasi wisata ini. Kolam pemandian yang Sumber Airnya Langsung berasal dari Mata Air yang terpancar dari tanah. Suasananya sejuk karena masih ada nya Pohon Pohon besar yang sudah berumur ribuan Tahun.
.
Jernih Airnya bisa Menjernihkan Mata dan Pikiran.
Sejuk suasananya dapat menyejukkan hati dan jiwa.
.
Teringat Saat Masih kecil dulu, dikolam inilah saya bsa berenang dan disini pula saya bisa merasakan yang namanya Tenggelam. Ditempat ini kenangan masa kecil seakan tak ada habisnya.
.
Akhirnya, Pemerintah Desa Aikmel menyadari bahwa Pesanggarah ini adalah Aset yang Layak untuk dikembangkan. ini terbukti dengan penambahan Kolam yang sepertinya dikhususkan untuk anak-anak.
Dari hari ke hari pengunjung tak ada henti apalagi pada hari minggu dan hari2 Libur.
Semoga Pemerintah Aikmel benar benar serius untuk Mengembangkan Wisata ini.

..
#Pesanggrahan Aikmel
.
 

Festival Pesona "BAU NYALE" 2017

 
Budaya Lombok - Lombok Tengah merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Di kabupaten ini terdapat beberapa objek wisata pantai yang sangat digemari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Salah satu dari sekian banyak objek wisata pantai yang paling fenomenal di wilayah ini adalah Pantai Seger Kuta, sebuah pantai berpasir putih yang berada di Pulau Lombok bagian selatan. Pantai Seger berlokasi tepat di sisi kiri Hotel Novotel Kuta, sekitar 65 kilometer jika ditempuh dari Kota mataram. Keindahan panorama pantai membuat para pelancong berdecak kagum dengan tempat ini, view alamnya yang masih alami, air lautnya yang jernih dan tenang, sungguh tempat yang ideal untuk berenang dan bercengkrama dengan air laut yang membiru.

Selain keindahan panorama pantai dan alamnya, Pantai Seger di Kuta Lombok juga memiliki banyak daya tarik yang tidak kalah eksotis bagi para pelancong. Sekali setahun diantara bulan Februari dan Maret, di Pantai yang berpasir putih merica ini diadakan sebuah pesta rakyat dan upacara budaya yang begitu populer yaitu "BAU NYALE". Unsur kata "bau" dan "nyale" berasal dari bahasa suku Sasak Lombok dengan definisi "bau" yang berarti menangkap, dan "nyale" yang diartikan sebuah binatang laut sejenis cacing kecil yang hidup di karang dan lubang lubang batu dibawah permukaan laut. 


Event Bau Nyale adalah sebuah perayaan dan tradisi yang begitu melegenda dan memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi suku asli Sasak. Perayaan Pesta Bau Nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di bagian Lombok Selatan, yakni di masyarakat Desa Pujut khususnya, dan masyarakat Lombok umumnya. Cerita Rakyat tersebut menceritakan tentang seorang putri di jaman dahulu kala yang begitu terkenal arif dan bijaksana, Putri Mandalika namanya. Dia adalah seorang putri yang berparas elok an cantik jelita dari seorang Raja yang berkuasa di Lombok. Wajah yang cantik, tubuhnya yang ramping dan perangainya yang baik, membuat para pangeran pangeran dari berbagai negeri di waktu itu ingin mempersuntingnya sebagai istri atau permaisuri. Setiap pangeran yang hendak datang melamarnya tidak ada yang ditolaknya. Namun, antara pangeran yang satu dengan pangeran pangeran yang lain tidak menerima jika sang Putri nan elok itu diperistri oleh banyak pangeran. Hal ini dianggap akan menjadi sumber peperangan antara kerajaan yang satu dengan lainnya. Hal itu pulalah yang membuat Putri Mandalika gelisah bukan kepalang, ia selalu menyendiri dan termenung, berfikir agar tidak terjadi pertumpahan darah karena perebutan dirinya.

Apa yang dilakukan oleh sang Putri Mandalika untuk menghindari terjadinya peperangan dan pertumpahan darah tersebut? Lalu siapa pangeran yang beruntung mempersunting Putri Mandalika?
Kisahnya sudah kami tuliskan dalam artikel sejarah : "Putri Mandalika, Putri Cantik Jelita yang Melegenda ".

Cerita rakyat yang kami sajikan di link tersebut kami anggap cerita teladan dan inspirasi yang mengandung nilai-nilai moral yang bisa dijadikan pedoman kehidupan sehari hari kita. Salah satunya adalah sifat rela berkorban. Sifat ini tercermin pada sifat sang Putri ketika ia merelakan diri dan mengorbankan jiwa raganya demi meredam gejolak dan terjadinya pertumpahan darah antara pangeran pangeran yang menginginkannya. Ia lebih meyakini bahwa mengorbankan dirinya akan lebih bermanfaat daripada mengorbankan masyarakatnya. 


Cerita tentang Putri Mandalika tersebut juga merupakan cerita yang begitu melegenda di kalangan masyarakat Lombok yang menceritakan asal usul perayaan Event Bau Nyale (menangkap cacing), terutama di kalangan suku Sasak asli. Hingga kini, masyarakat Lombok setahun sekali menyelenggarakan perayaan Bau Nyale antara bulan Februari dan Maret. Event Bau Nyale kini sudah menjadi salah satu daya tarik yang begitu ditunggu kedatangannya oleh para wisatawan asing. Oleh karenanya, Pemda Lombok Tengah menjadikan upacara sakral ini sebagai aset budaya lokal yang penyelenggaraannya telah menjadi event kegiatan budaya nasional. Tradisi Sakral yang melegenda ini diwariskan sebelum abad ke 16 masehi secara turun temurun oleh suku asli Sasak. Saat event ini dilangsungkan, semenjak sore hari masyarakat setempat dan masyarakat Lombok secara umum akan berdatangan dan ikut serta beramai ramai menangkap Nyale di sepanjang pesisir Pantai Selatan Lombok, terutama di Pantai Seger Kuta Lombok, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Semenjak berkembangnya dunia pariwisata di Lombok, Event Bau Nyale biasanya dirangkai dengan beragam kesenian lokal tradisional seperti Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cindera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu), dan tidak ketinggalan pula pementasan drama kolosal Putri Mandalika, dihadiri oleh pejabat daerah setempat sampai jajarang pemerintah Provinsi NTB dan juga dari petinggi petinggi dari luar pulau Lombok.
Tradisi Bau Nyale sudah menjadi tradisi yang susah untuk ditinggalkan bagi masyarakat setempat, karena mereka meyakini bahwa upacara Bau Nyale ini memiliki tuah yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi yang menganggap remeh. Menurut keyakinan masyarakat Lombok, cacing laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan, terutama untuk kesuburan tanah pertanian agar menghasilkan panen yang memuaskan. Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya akan mereka taburkan ke sawah sawah untuk kesuburan padi dan tanaman lainnya. Selain itu, Nyale juga mereka jadikan santapan lezat berupa emping Nyale, lauk pauk, obat kuat dan beberapa keyakinan lain yang mereka pikirkan.

Secara ilmiah, cacing Nyale yang pernah diteliti memang mengandung protein hewani yang begitu tinggi, selain itu Dr. dr. Soewignyo Soemohardjo dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa cacing Nyale bisa mengeluarkan zat yang terbukti mampu membunuh kuman-kuman. Sedangkan secara sosial dan budaya, berdasarkan sebuah survey di kalangan para petani di wilayah Lombok tengah, bahwasanya 70.6% responden yang membuang daun bekas pembukus Nyale Pepes ke area persawahan bisa membuat kesuburan tanah meningkat dan hasil pertanian masyarakat juga menjadi meningkat. 


Sumber Artikel: http://www.wisatadilombok.com/2015/01/event-bau-nyale-tradisi-sakral-dan.html

My Trip My Adventure

Lombok Memiliki seribu keindahan, Mulai dari Keindahan Alam, Kuliner, Sampai keindahan Budayanya.
Pulau yang dihuni Oleh suku yang Bernama "Sasak" Menyimpan Surgawi Dunia yang Tak ternilai Indahnya.
Pantai Yang Indah, Suasana Pegunungan, Serta kaya dalam bidang seni, maupun kuliner yang begitu banyak Ragamnya.

Ini beberapa Foto yang Diambil saat Saya menikmati Indahnya Pulauku Ini,
Memulai Perjalan dari Mataram, Sampai di Kabupaten Lombok Utara.
Memasuki Area Pegunungan yang Begitu Asri, Sampai Bersantai Ria di Pantai yang Sangat Menawan.


Banyak wisatawan asing yang berkunjung untuk menikmati keindahan Alam Lombok, Hampir Lombok dapat dikatakan Bersaing dengan Bali.


My Trip My Adventure


Kulari Kehutan, Kemudian Belok Kepantai. :-)

Terima Kasih Tuhan, Atas Segala Anugerah Yang Engkau berikan.
Nikmat yang berupa Indahnya Alam Yang Engkau Ciptakan.
Tenang Jiwa, Riang Hati.
Senang Raga Memandang.
 Rasa Sykur yang Begitu dalam,
Atas Menawannya Ciptaan Alam, 

Tohri Aryandi.

Fotografer: Mas Jay

Rekreasi Engineer

Selain Obyek Wisata Alam, Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Potensi wisata lain yang Layak mendapat perhatian untuk dikembangkan adalah Bangunan2 Dibidang Sipil. Selain sebagai Fungsi Utamanya, Nilai Lebih Bangunann Sipil juga bisa dimanfaatkan Sebagai Obyek Wisata ataupun Taman Rekreasi.



Benang Setokel, Lombok Tengah.

Bendungan Babak, Lombok Tengah.

Jambatan Maiq Meres, Lombok Tengah.

Sahabat Rinjani

Tak seperti senja yang sesaat lagi hilang..
teman selalu tinggal lebih lama untuk mndengar..
tak seperti emosi yang selalu mengacaukan pikiran logis..
teman selalu percaya kita pasti bisa berjalan diantara perasaan dan pikiran..
saya selalu percaya pada cantiknya persahabatan..
bagai riasan yang melekat di diri..
teman yang baik selalu lekat di hati..

Teman yang Baik Tak Akan pernah Pergi..!!
Ia tak akan pernah terlalu Sibuk untuk menolak cerita..
Ia Tak Akan pernah Terlalu Jauh Untuk Berbagi..

Kebersamaan Yang Indah Kawan..
Rinjani Menjadi Saksi.
Kokohnya Persahabatan.
Berdiri sekokoh Rinjani.
Indahnya Persahabat..
Seindah Rinjani..
Sejuknya Persahabat.
Sesejuk Rinjani.
.
#Sembalun
#Kakirinjani


Berdiri Tak Harus Sama Tinggi. hehe
Ket. Foto: Jepretan ngtrip ke sembalun utk menghadiri Resepsi Semeton Junan Hilmi (SIpil 08).
Sahabat Jangan Lupa Kunjungi Halaman Facebook Saya.

Tohri Aryandi

Holiday

Keindahan Lombok bukan saja terkenal dikalangan Masyarakatnya namun juga menyebar luas dalam skala Nasional bahkan Internasional. Konon Pantai-pantai dilombok tak kalah Indahnya dengan pantai yang ada Di Bali, sehingga Persaingan Lombok dan Bali dalam bidang Parawisata sangat terliat.

Indahnya pulauku ini seakan membuat aku enggan untuk meninggalkannya, betapa Tidak beberapa tawaran dari teman-temnku untuk mengisi liburan kali ini mengajak ku untuk jalan-jalan ke luar daerah. Misalnya saja, ada yang mengajakku ke Bali, ke Jogja, kebima bahkan ke Kalimantan. Namun Dihati ini selalu terbesit Ah, pulaukukan tak kalah menarik dengan pulau-pulau itu.

Dan untuk mengisi Liburan semester kali ini, aku menetapkan pilihan untuk mengelilingi Pulauku ini, berpetualang layaknya bule-bule dari luar negeri untuk mengenal lebih dekat dengan pulau dimana aku dilahirkan. Karena buka rahasisa lagi keindahan pulauku ini sangat menarik untuk dikunjungi, yuk lihat seberkas Potret hasil perjalan ku.  :-)

Foto saat Baru Nyampee.. beristirahat sebenter di Rumah adik. Perjalanan yang melelahkan.. Hampir 3 jam menempuh perjalanan dari Mataram dengan menggunakan Sepeda Motor. Tapi itu takkan terasa. pemandangan yang masih alami disekeliling jalan akan memberikan pesona yang indah, hingga lelah itupun gak bakalan terasa.
.
.
Heem.. Nih, Udah nyampe di Air Terjun Sendang gile, Senaru. walaupun kaki terasa sangat pegal karena telah menuruni anak tangga yang kurang lebih ada 300 anak tangga. Namun kesejukan akan mengalahkan capek itu. :-)




Setelah dari Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU), aku memilih jalan pulang melewati Desa sembalun. salah satu icon Nusa Tenggara Barat, apalagi kalo bukan disana akan terlihat pemandangan Wisata Gunung Rinjani.

Selain pemandangan pegunungannnya, Sembalun juga dikenal dengan daerah penghasil sayuran dan Buah-buahan, misalnya saja Strawberry, Apel dan Jeruk.



Salah satu wisata Air yang terletak di Kabupaten Lombok Timur adalah Lemor. disini terdapat Sumber mata Air yang dimanfaatkan sebagai Kolam pemandian. Suasana tak Kalah sejuknya. disekitarnya terdapat pepohonan dan beberapa Populasi kera. Ini akan melengkapi pemandangan kesejukannya.



Okee... Terima kasih sudah membaca perjalan liburanku..
Sampai bertemu Edisi Jalan-jalan berikutnya... :-)

Reuni BEM UNRAM 2011


Minggu Pagi sekitar jam 09.00 Bunyi Handphone Berdering Seirama dengan Nada Alarm yang Terpasang, Namun Karena Kecapaen dan tidur kemalaman akhirnya terlambat bangun. Namun dengan kesetian teman-teman BEM tetap Menunggu didepan Taman Budaya. Yah, Ternyata Saya Merupakan Orang Terakhir yang mereka Tunggu, Tentunya Wajah Dihiasi dengan rasa Malu karena terlambat, Syukurnya mereka tidak permasalahkan itu.

BEM Universitas Mataram adalah Rumah Pertama saya di organisasi kemahasiswaan Internal Kampus. Pengetahuan dan Pengalaman Dari sini tentunya sangat berpengaruh dalam perkembangan organisasi saya kedepannya, Artinya bisa dikatakan BEM UNRAM 2011 adalah cinta pertama saya dalam hal organisasi. sehingga benar kata bijak cinta mengatakan bahwa “Cinta Pertama itu sulit dilupakan dan akan selalu terkenang”. :-)

Hari ini memang Di agendakan Reunian Jilid 2 Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNRAM 2011, Setelah Reunian jilid 1 nya dilakukan di selong belanak Lombok tengah Tahun Lalu. lokasi reuni yang disepakati kali ini adalah pantai semeti yang terletak di Lombok Tengah. sepertinya bukan sekedar pilihan, namun dari jalan ke lokasi sampai indahnya pantai dapat dianalogikan dengan kisah BEM unram 2011.

Namun Keceriaan Ini sepertinya Tidak semua Pengurus BEM 2011 Bisa menghadirinya. hanya beberapa orang yang diperkenankan mengikuti kegiatan ini yaitu Saya, Fauzi Muhajir (Ketua Bem), Junardi (Sekjen), Juhra Wahab (Bendu), Dafi, Zahra, Anjar,Taisir, Majdi, Nizar, dan Maryo. Namun hal ini tidak mengurangi rasa persaudaraan dan persahabatan diantara kami. semoga saja teman-teman yang belum bisa hadir untuk episode selanjutnya bisa hadir.

Pantai Semeti merupakan salah satu pantai yang memiliki keindahan pantai yang luar biasa di pulau lombok. keindahan yang masih alami menjadi kelebihan tersendiri pantai ini. Deburan Ombaknya yang besar dan pemandangan bebatuan yang sangat indah memberikan aroma yang khas, Dan kebanyakan pengunjung Pantai ini berasal dari Turis Mancanegara. Ombak yang besar dimanfaatkan oleh turis untuk Surfing.

Perjalanan yang berliku dan penuh tantangan merupakan suatu proses yang harus dilalaui sebelum sampai kepantai, begitu juga dengan kisah di BEM, berbagai Problema dan Dinamika disikapi bersama dengan penuh persaudaraan dan semangat perjuangan. ketika bersama rasa lelah itupun menjadi tiada. terjal perjalanan tentunya menesehati kita tentang indahnya kebersamaan.

Namun ketika Sampai Diujung Perjalanan Maka Kita disambut dengan Deburan Ombak dan Birunya Pantai. Keindahan yang menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Begitu juga dengan Indahnya Cerita dan Cinta yang terangkai di BEM UNRAM memberikan sejuta pengalaman yang sangat berharga. deburan ombak sekeras lantangnya suara orasi ketika turun dijalan untuk memperjuangkan Hak Mahasiswa dan Hak Masyarakat. dan sepertinya ini mengingatkan kami kembali tentang Agenda-Agenda yang tercipta di ruangan 3x4 Sekretariat BEM Unram.

Seperti Reuniaan biasanya, berbagi cerita dan mengenang kisah menjadi tema yang berjalan dengan sendirinya, canda tawa dan senyum manis menjadi bumbu yang renyah. Agar hari ini tidak terlupakan, jepretan kamera menghiasi susunan acara, satu hal yang berbeda adalah ketika 3 tahun tidak bertemu tentunya banyak perbedaan yang ditunjukkan oleh kawan. mereka yang terbiasa dengan Formalnya Lingkungan Kampus, Kerasnya Suara ketika Turun dijalan dan Tegasnya dalam suasana Rapat, kini bisa bermain dan bercanda bersama, berpose didepan kamerapun sepertinya tidak sungkan lagi.

Setelah sholat zuhur berjamaah, agenda selanjutnya makan siang bersama. Nikmatnya Berkumpul dan Indahnya Suasana Pantai Dilengkapi Dengan Lezatnya Lalapan Yang Menjadi Santapan kami. disaat makanpun cerita dan canda terus mengalir bagaikan deburan ombak yang tiada hentinya. Namun Seiring Berjalannya Waktu, Air lautpun Mulai surut, dan kamipun berkemas-kemas untuk beranjak pulang. Hari yang melelahkan namun Sangat Menyenangkan.

Terima Kasih Tuhan Kau Ciptakan Pantai dan Alam Yang Begitu Indah....

Terima Kasih Tuhan Kau Berikan Sahabat dan Saudara Yang Begitu Baik...

BEM UNRAM 2011 SEHIDUP SEMETI (SEMATI)

Hidup Mahasiswa..!!

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..