Holiday

Keindahan Lombok bukan saja terkenal dikalangan Masyarakatnya namun juga menyebar luas dalam skala Nasional bahkan Internasional. Konon Pantai-pantai dilombok tak kalah Indahnya dengan pantai yang ada Di Bali, sehingga Persaingan Lombok dan Bali dalam bidang Parawisata sangat terliat.

Indahnya pulauku ini seakan membuat aku enggan untuk meninggalkannya, betapa Tidak beberapa tawaran dari teman-temnku untuk mengisi liburan kali ini mengajak ku untuk jalan-jalan ke luar daerah. Misalnya saja, ada yang mengajakku ke Bali, ke Jogja, kebima bahkan ke Kalimantan. Namun Dihati ini selalu terbesit Ah, pulaukukan tak kalah menarik dengan pulau-pulau itu.

Dan untuk mengisi Liburan semester kali ini, aku menetapkan pilihan untuk mengelilingi Pulauku ini, berpetualang layaknya bule-bule dari luar negeri untuk mengenal lebih dekat dengan pulau dimana aku dilahirkan. Karena buka rahasisa lagi keindahan pulauku ini sangat menarik untuk dikunjungi, yuk lihat seberkas Potret hasil perjalan ku.  :-)

Foto saat Baru Nyampee.. beristirahat sebenter di Rumah adik. Perjalanan yang melelahkan.. Hampir 3 jam menempuh perjalanan dari Mataram dengan menggunakan Sepeda Motor. Tapi itu takkan terasa. pemandangan yang masih alami disekeliling jalan akan memberikan pesona yang indah, hingga lelah itupun gak bakalan terasa.
.
.
Heem.. Nih, Udah nyampe di Air Terjun Sendang gile, Senaru. walaupun kaki terasa sangat pegal karena telah menuruni anak tangga yang kurang lebih ada 300 anak tangga. Namun kesejukan akan mengalahkan capek itu. :-)




Setelah dari Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU), aku memilih jalan pulang melewati Desa sembalun. salah satu icon Nusa Tenggara Barat, apalagi kalo bukan disana akan terlihat pemandangan Wisata Gunung Rinjani.

Selain pemandangan pegunungannnya, Sembalun juga dikenal dengan daerah penghasil sayuran dan Buah-buahan, misalnya saja Strawberry, Apel dan Jeruk.



Salah satu wisata Air yang terletak di Kabupaten Lombok Timur adalah Lemor. disini terdapat Sumber mata Air yang dimanfaatkan sebagai Kolam pemandian. Suasana tak Kalah sejuknya. disekitarnya terdapat pepohonan dan beberapa Populasi kera. Ini akan melengkapi pemandangan kesejukannya.



Okee... Terima kasih sudah membaca perjalan liburanku..
Sampai bertemu Edisi Jalan-jalan berikutnya... :-)

Tengkong..!

Di Akhir pekan ini teman-teman gue memiliki rencana untuk menghabiskan waktu untuk berburu Jamur tiram yang dalam bahasa sasaknya disebut “Tengkong” . tempat yang menjadi target kami adalah daerah perbukitan sekotong Lombok barat. Kebanyakan orang memilih ke pantai, pegunungan atau mall untuk mengisi liburan di hari minggu mereka. Namun entah kenapa Gue, ridho, elan, dan paman adi lebih memilih untuk berburu si tengkong.

Memang sudah lama Gue tidak menikmati rekreasi, apalagi jalan-jalan yang penuh tantangan. Kenapa Gue bilang tantangan karena wilayah yang kami tuju adalah perbukitan sekotong yang Jalannya Masih belum terawat dan untuk sampai kesana harus melewati beberapa tanjakan.

Nih Momen saat gue nemuin si tengkong
Okeeh, sepertinya proses gue didalam perjalanan gak terlalu penting. Yang paling penting adalah gue bisa selamat. Selamat dari lika-liku dan terjalnya jalan, selamat dari kendaraan-kendaraan yang berlawan maupun yang sejalur dengan gue. Saking takutnya gue gak sempat poto tuh jalan. Sory ye juragan-juragan, lain kali deh kalo gue panjang umur dan jalan-jalan kesana entar coba gue fotoin.
Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam, dan karena itu tentunya gue banyak menguras tenaga dan pikiran. Yang jelas bensin yang menjadi energy “Si Biru” Motor gue juga terkikis.

Sebenernya gue gak tega liat sibiru, saat berangkat gue gak sempat manasin apalagi membersihkannya. Dan dijalanan noda-noda lumpur berlahan-lahan menyelimutinya. Uhmm Sabar ya Sayang Biru, Ntar pas pulang dan nyampe kontrakan gue langsung mandiin deh..

Kita sudahi dulu pembahasan tentang Dinamika jalan dan perjalan gue. Yang jelas gue Sampai dengan Selamat. Saat sampai disana waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Iyaalah. Gue kan berangkatnya jam empatan, setelah sholat Ashar. Dan cuaca saat itu sepertinya sudah terjadi hujan, terlihat dari dedaunan yang masih basah dan masih jelas tetesan-tetesan air dari dahan pepohonan.

Pemburuanpun dimulai, saatnya menyusuri rerumputan dan pepohonan untuk mencari si “Tengkong” yang bersembunyi dalam semak-semak. Dalam pencarian sangat membutuhkan ketelitian dan kejelian, layaknya seorang penyidik yang lagi menginvestigasi kasus korupsi. Alaaaaah gue, kok sangkut pautin urusan politik. Tapi memang benar, kalo tidak teliti jangan pernah berharap untuk Dapat, Kalo gak jeli jangan bermimpi menemukan si “Tengkong”.

Setelah melewati waktu pencarian dan penantian, (Cieeeh, Asli Bahasa Alaay Banget ne broo.. haha). Akhirnya gue nemuin si “tengkong”, meski tak sebesar yang gue harapkan, tapi ia adalah tengkong pertama yang gue temuin. Gue gak kan pernah lupain itu, issh kayak cinta  pertama aja. Tapi sungguh gue sangat bahagia saat nemuin dia, gak sebahagia gue saat gue nemuin-nemuin tengkong-tengkong setelahnya. Haha

Hari ini gue  Puas, melewati perjalan panjang dan menyenangkan . Setelah beberapa tahun gak berpetualang, dan kini Tuhan masih memberikan gue kesempatan untuk menyusuri indahnya alam ciptaan-NYA, yah Bahagianya Tuh disini…!!
Yee.. Dan inilah Hasil perburuan gue..

Tengkong juga merupakan lauk Favorit gue. Dulu saat musim tengkong, ibu gue sering menyajikan berbagai aneka lauk dari tengkong, dijadikan pepes, Tumis, Sop, dan sebagainya dah. Asal lo tau gue nulis ini sambil nelan ludah tau. Gue jadi laper, terus mau nikmatin tuh Tengkong hasil pemburuan gue.

Kalo gitu Udah dulu ye, gue mau nikmatin si “Tengkong”, Lidah gue udah gak tahan ingin bercinta sama dia neh. Katanya orang Rasa Tengkong senikmat Paha Ayam. Mmmm… selain rasanya Kandungannya sangat Luar Biasa.

Maauu…?? Berburuu Donk Sana…!!

Oh.. Skripsi.!!

Saat gue baru lahir didunia perkuliahan, gue penasaran dan ingin seperti kakak-kakak tingket gue yang lagi menyusun Tugas Akhir atau Skripsi. Itu gue Ketika  baru menginjakkan kaki di kampus. Saat gue belum tahu sepahit apa rasanya skripsi itu.

Dan, kini gue sedang proses menghadapi skripsi. Gue sebenarnya pusing mau mulai dari mana. Kata Dosen gue, “Bahan untuk dijadikan skripsi di jurusan teknik sipil itu amat banyak”. Emang bener sih, Bayangin Aja dari Tanah sampai Rumah, dari jalan sampai pelabuhan, Dari Jembatan sampai lautan, Itu semua wilayah ilmu gue.

Tapi, saat ini gue kepingin punya skripsi yang mudah cari datanya, murah biayanya, dan cepat menyelaisaikannya. Iyalah, jatah gue dikampuskan sudah mau finish. Masak gue akan terbuai terus dalam permainan skripsi ini. Iya enggak Dong. Dan itu yang ngebuat gue harus banyak-banyak belajar ngucapin “Minta tolong”. Tolong Saya Tuhan..! Tolong saya ibu bapak Dosen.!

Ternyata untuk menyelaisaikan sekitar kurang lebih 70 halaman skripsi harus memakan waktu enam bulan alias satu semester. Gue rasa, mulai sekarang gue juga harus menyiapkan amunisi untuk melawan rasa malas gue, selain itu gue harus banyak-banyak minta Pertolongan sama Tuhan. Biar skripsi gue lancar, kalopun ada hambatan yah gue berharap itu menjadi hambatan yang tak berarti.


Skripsi jangan buat aku mati berdiri
Skripsi secepatnya kau kan akhiri..
Skripsi, Lo akan ku Habisi..

Spirit Booos…!!

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..