Bencana Menesehati Kita

Air Tergenang,
Rumah terombang,
Jiwapun Melayang..
Inilah balasan Alam
Akibat Pohon kau tebang,
Sampah kau buang sembarangan,,
Siapa yang patut disalahkan..
Apa kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang..?
...
Saat Banjir datang..
Sampah Selalu dikambing Hitamkan..
Tak ada yang mau disalahkan.
...

 Bantu Bima Berbenah

 Pendistribusian Sumbangan kepada Korban Banjir Bima bersama adik-adik Pramuka Kwarcab Kota Bima

Tak banyak yang kami bisa berikan,,
Semoga bisa meringankan beban mereka,,
Berharap Kota Bima cepat Pulih,,
Masyarakatnya Bisa Tersenyum kembali..
....
Anak Alay Bilang, “Banjir air masih lebih baik, dibanding banjir kenangan mantan tersayang yang pergi diambil orang”.. Namun keduanya sudah pasti menyisakan luka yang mendalam. Yah, tergantung sekuat apa kita bertahan dan kembali menata serpihan-serpihan yang berserakan untuk kembali berbenah dan menata kehidupan yang lebih baik lagi. #eaaaaak

.....

Dana Mbojo,, Dana Mbari,,
Tanah Bima, Tanah Keramat..

.
Sebelum pulang tadi diajak berkunjung ke Gunung Raja atau Dana Traha.
Tempat Makam Sultan-Sultan Bima.
Mendapatkan pencerahan mengenai sejarah kesultanan Bima..

  Potret saat kita Mencuri Waktu Melepas Letih Menghilangkan Lesu,,
Seharian menyisir Korban Banjir,, Sisa Malam untuk sedikit pelesir.. .
Wajah-Wajah Penuh Noda,, Namun, Hati kita selalu Ceria,,
Bersama Berbagi Untuk Sesama.. .
Lokasi: Bukit Jatiwangi, Destinasi Wisata di Kota Bima, yang baru-baru ini dibuka.
Dari Bukit ini kita bisa melihat hamparan bangunan di Kota Bima.
Saat malam kelap kelip lampu jalanan mempercantik pemandangan..
Lebih Asyik lagi jika Dinikmati dengan Secangkir Kopi.. he
.... 
Tiga hari di bima, belum cukup rasanya,,
Kalembo ade masyarakat bima tidak banyak yang kami bisa lakukan,,
Terima kasih juga buat kk dan adik2 pramuka  Kwartil cabang  kota_bima atas tumpangannya selama di Bima..
Semoga dilain waktu kita bisa bersua lagi..

Perpisahan akan
Lebih mengertikan kita
tentang arti pertemuan..


Desember, 2016

.

Putri Mandalika, Legenda dari Tanah Lombok.

Nyale yang sudah ditumis
Nama nyale sendiri diambil dari kosakata bahasa sasak yang berarti “menyala”. Nama ini digunakan karena cacing yang ditemukan masyarakat berwarna warni, seperti warna hijau, kuning dan biru. Tema festival bau nyale tahun ini mengangkat tema “Heritage of Mandalika” yang secara implicit menegaskan bahwasanya acara ini memiliki nilai tradisi dan budaya yang patut dipertahankan keberadaannya. Hingga hari ini, ada rangkaian yang juga telah terselenggara seperti peresmian, gerakan bersih pantai, parade budaya, surfing, voli pantai dan juga lomba pemilihan putrid mandalaika. Kawasan Nusa Tenggara barat yang menjadi salah satu primadona tanah air telah menjadi semakin popular bukan saja tingkat regional dalam negeri tapi sudah semakin menduniadengan predikat yang diperoleh diajang The World halal tourism awards 2016 yang berlangsung di dubai, UEA.

Selain bentuknya yang menyala, “Nyale” Juga dapat dimaknai dengan keinginan sang putri agar tubuhnya yang cantik jelita bisa dinikmati oleh semua orang. Ini diibaratkan sebuah sinar kebaikan yang terus menyala sepanjang masa. Dari tahun ke tahun prosesi kegiatan bau nyale sendiri sudah mendapat perhatian luas dalam hal wisata dan budaya internasional. Selain memiliki nilai sejarah, ia juga menanamkan nilai  luhur tentang pengorbanan dan kebaikan.

Legenda: Putri mandalika yang cantik jelita rela mengorbanlkan diri agar tidak terjadi peperangan memperebutkan dirinya. Al kisah ia menrnggelamkan dirinya kelaut yang kemudian berubah menjadi Nyale,. Sampai saat sang putrid bias dinikmati oeleh semua orang. Termasuk saya pengeran yang belum menemukan putri sesungguhnya.


Begibung Kandoq Nyale


Pengalaman pertama, menyantap putri legenda.

Apakah ini bertanda..

tahun ini Doa kan menjadi Nyata..

Mempersunting putri  sesungguhnya..??

Semoga…


NB: Catatan Pesona Bau Nyale 2017  

Berita Hari Ini..!



Berita Hari Ini...

Bergantung pada Siapa Pemilik Stasiun telivisi

Data diotak atik semaunya

Hingga yang tertinggal adalah Cerita

Direkayasa sesuai permintaan pemberi dana.


Berita Hari Ini...

50 persen Politik, 40 persen Kriminal, 10 persennya selain itu.

Drama Politik  rating tinggi karena menggelitik..

Kasus Kriminal bertanda, manusia sudah kehilangan Moral,

Berita lainnya, hanya bumbu sebagai pelengkap saja,


Berita Hari ini...

Susah Dipercaya, Banyak Ngarangnya,

Kadang Jauh Beda dengan kenyataan Sesungguhnya,,

Dibuat Buat Buat agar sesuai kepentingan saja,

Tak Lagi Soal Fakta, Tapi ini Soal Selera,


Berita Hari Ini...

Membosankan, Kadang Bikin Mual,

Kebohongan Menyebar secepat kilat menyambar,

Pemirsa tak lagi dianggap raja

Tapi mangsa untuk ditipu pikirannya.

.

.

8 Februari 2017



Kearifan Lokal Yang Terlupakan

1. Musyawarah

Musyawarah menurut bahasa berarti “berunding” dan “berembuk”, sedangkan pengertian musyarawarah menurut istilah adalah perundingan bersama antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan keputusan yang terbaik. Musyawarah adalah pengambilan keputusan bersama yang telah disepakati dalam memecahkan suatu masalah. Cara pengambilan keputusan bersama dibuat jika keputusan tersebut menyangkut kepentingan orang banyak atau masyarakat luas. Terdapat dua cara yang dapat ditempuh dalam pengambilan keputusan bersama, yaitu dengan musyawarah mufakat dan dengan pengambilan suara terbanyak atau yang lebih dikenal dengan istilah voting.

Berlahan lahan budaya Musyawarah mulai terkikis ditengah kehidupan bermasyarakat maupun di negara kita. Padahal Musyawarah merupakan salah satu kunci sukses sebuah Pembangunan.
.
Perlu adanya gebrakan dari anak muda untuk melestarikan nilai nilai kearifan lokal ditengah maraknya problematika kehidupan berbangsa dan bernegara.
.
Karena sesunggunya Pembangunan itu Dari desa,,
Dan Perubahan hanya mampu diciptakan oleh Anak muda..


2. Gotong Royong

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Budaya gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian. Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan.

Keteranagan Gambar: Gotong Royong Pembuatan Pos Ronda dengan penebangan pohon kelapa sebagai rangka dan kuda2, yang dipimpin langsung oleh pak kadus Dasan Bagek Timur. Ini merupakan langkah awal untuk menuju kampung yang maju dan aman.




3. Keharmonisan Pemuda dan Kaum Tua

Budaya kampung yang lain yang kini jarang kita jumpai yaitu adanya komunikasi antara kaum muda dan para tetua, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat. baik komunikasi secara formal maupun dalam komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. 

Anak muda seakan menikmati dunianya sendiri, dan kaum tua pun kebanyakan tiada peduli terhadap itu. adanya saling gengsi dan egoisme mendorong kecenderungan ketidakharmonisan komunikasi kaum muda dan para tokoh dalam hal bermasyarakat.

Lingkungan masyarakat merupakan barometer/tolak ukur seseorang, apakah sikap, tutur kata dan perilaku seseorang dapat diterima oleh masyarakat luas atau tidak sesuai dengan norma dan tata nilai di dalam masyarakat itu sendiri.

Keterampilan bergaul dapat dilihat sejak kanak-kanak hingga dewasa. Ketika masih kanak-kanak seseorang suka berkenalan dengan cara yang paling sederhana, yaitu tersenyum dan menyapa kawan-kawan yang baru dijumpainya.  Ini merupakan awal terbentuknya rasa percaya diri dengan dunia pergaulan dilingkungannya yaitu dunia anak. Sampai saatnya seseorang memasuki dunia remaja dan dewasa, untuk belajar sesuai dengan usianya, karena pergaulan akan membawa kesuksesan di masa yang akan datang.

Reuni di Acara Resepsi (smanel_08)



Mini Reunian Smanel 08'..
(Alumni SMAN 01 Aikmel Lulusan 2008)
.
Terkenang masa Putih Abu-Abu..
Kini sbagian sdah mnjadi Bapak dan Ibu..
Sepruhnya sedang Menuju..
Dan ada pula yang Masih Belum Laku.. wkwk
Saya di Golongan Sedang Menuju Meskipun Belum Laku.. 

hihi...
 
Foto Bersama Pengantin

Barokallahufik, Buat saudari Rihul Masyirah beserta Suami,
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah..

 Aamiin.

#kondangan #Mini_Reuni #smanel_08

Angin Berhembus..!!


Angin Berhembus..
Mengelus Alam Pikiran..
Yang Merasa Kehampaan..
.
Angin Berhembus..
Menembus Dinding Hati..
Yang Sunyi nan Sepi..
.
Angin Berhembus..
Menggerus Segenap Rasa..
Yang kering meronta..
.
Angin Berhembus..
Menghapus Air Mata..
Yang Mengalir dimuka..
.
Angin Berhembus..
Bhuuuuussss..
Merangkul Jiwa yang Pupus..
.
.
#Februari_2017 
#Kank_Kung

Menata Hati, Menggapai Mimpi

Malem minggu tak ada yang spesial,,
Hanya impian tertanam dalam pikiran,,
Sekedar Rangkaian Menata Masa Depan,,
Bukan soal perempuan, Tapi tentang Perubahan..
.
.
Bahwa ada yang Lebih Penting daripada Uang,
Yaitu
Keluarga
Saudara
Sahabat
Kesetiaan
Kejujuran
Kerja Keras.

.
.
Dari anak kampung,,
Belajar mnjadi pengusaha kampung,,
Dan semoga kelak menjadi Milyader Kampung,,
Meski Anak kampung,,
Bercita citalah setinggi Gunung,,
Walau Anak Desa,,
Bermimpilah Seluas Samudera..



#Renungan Anak Kampung.
.
 

Keabadian, Ketulusan dan Pengorbanan.



                                                             Filosofi Bunga Edelweis

Bunga Edelweis mengandung filosofi bahwa cinta sejati selalu membutuhkan pengobanan, perjuangan, kesungguhan dan kedewasaan supaya kita bisa mendapatkan cinta sejati dalam perjalanan kehidupan ini.
.
Bahwa Bunga Edelweis Mengajarkan Kita
tentang Keabadian,
Tentang Ketulusan,
Dan
Tentang Pengorbanan..

Ayo Mendaki di Bukit Nanggi


Nanggi adalah sebuah nama atau julukan salah satu bukit yang berada di desa sembalun bumbung, kabupaten Lombok timur. Bukit nanggi bisa dikatakan anak dari gunung rinjani karena letaknya yang berhadapan de sebelah timur gunung rinjani. Dengan ketinggian sekitar 2 ribu meter dari permukaan laut, bukit nanggi memiliki panorama alam yang tidak bisa hanya diungkapkan dengan kata-kata ataupun cerita nyata akan panorama keindahannya.

Dengan menempuh jarak sekitar 4 jam perjalanan kaki dari pintu gerbang masuk taman wisata ini, ada sebuah pengalaman dan petualangan tersendiri yang telah diciptakan oleh sang maha pencipta Tuhan Yang Maha Esa menjadi sebuah kenangan hidup bagi para pendaki dan penakluk ke bukit nanggi ini. Mendaki ketinggian yang cukup menantang, adalah sebuah perjalanan yang berbeda dari biasanya, salah satu pengalaman yang berkesan dari ceritanya, dan sebuah perjuangan yang akan melatih kesabaran dari biasanya.

Ungkapan dan cerita hanya akan menjadi fiktip belaka tanpa menaklukan daripada puncaknya, dikala senja menutup hari seolah alamnya mengajak untuk berdamai menjawab akan arti sebuah keindahan bersama dari dalam sukma pendakinya, kesan moral bukit naggi mengajarkan arti sebuah perjuangan, tantangan yang melatih jiwa kesabaran, petualangan yang menjadi tolak ukur sebuah kekuatan, dan filosopi arti sebuah kemenangan.

Bukan tentang kesunyian namun ketenangan, angin malam yang menyelimuti kulit kian memanjakan pendakinya. Perlahan senja berlalu mendatangkan hari yang begitu cerah di kala pagi seakan mentari pagi menyampaikan salam senyumsemangat untuk tetap bersama dalam hangatnya balutan sinarnya. Sungguh sebuah kekuatan dan inspirasi yang tumbuh dari dalam benak pendakinya mengalir bersama setiap hembusan nafas, berderu tenang dan damai bersama nadi yang mendarah dalam tubuh. Itulah sebuah ungkapan sekiranya yang akan mendorong jiwa traveler untuk menaklukan dari pada destinasi wisata alam petualangan Bukit Nanggi.

Sumber: https://sembalunpetualang.wordpress.com/2016/06/30/pesona-bukit-nanggi-sembalun-2016/

Ecot, Daen, Ori, Gaus, Ucen, Oka

Kawan..!!
Disini Bersama Kita Berjuang.
Melawan Letih, Menahan Lelah.
Setapak Demi Setapak Menuju Puncak..
Dan, Akhirnya Kita Berdiri Disini..
.
.
Bukit Nanggi, 17 Agustus 2017

Icon Pulau Seribu Masjid




 

"Menentramkan Hati, Mendekatkan Diri Pada Ilahi"
 Lokasi: Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mengkaji Maulid Nabi


Dulang
Ada Prinsip ke Bhinekaan,,
Dalam Hidangan yang Tersajikan,
Beda Rupa, Beda Rasa,,
Namun, Menyatu Bersama,,
Di Dulang nare yang Sama..

.
.
Bagi Bangsa dan Ummat
Nabi Muhammad Sebagai Penyelamat
Di Dunia Maupun di Akhirat

Rasul Diutus Sebagai Rahmat
.
.
Maulid Bukan Soal Makan-Makan
Tapi Mengenang Nabi sebagai Panutan
Maulid Bukan Soal Bid'ah
Namun Meneladani Rasul Sebagai Khuswatun Khasanah
Sholallohu Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Sayyidina Muhammad...
.
#Moment Mauild Nabi Muhammad SAW
#Pringgarata, Desember 2016

.

Meneguk Kelapa Muda




Tema:
Lebih Baik
Mabuk Kelapa Muda
.
Daripada..
Mabuk Janda Muda.
.
.
Dasan Bagek, 2016.
.

Bersahabat Dengan Alam

Saat Senja berlahan menyapa,,
Ada kata yang tak bersuara,,
Ada Kalimat yang tak terucap,
Biarkan semuanya terpendam,
Dilubuk hati yang terdalam,,
Tak perlu diulang,,
Cukup untuk dikenang,,
dan
biarkan semuanya hilang berlahan..

.
Karena Hujan itu anugerah,,
Maka Nikmatilah,,
Tak mesti kamu harus Nikah,,
Sendiri ditemani segelas kopi,,
Itu Sudah Cukup Bagiku..

Meski Tanpa Kekasih Hati
.
Menepi dari Hiruk Pikuknya Ombak,
Menenangkan Pikiran,
Dalam Hamparan Ladang yang Tenang,,
Ingin ku berbisik pada Alam,,
Raga ku sudah ditakdirkan Mengembara,..



.
.
#Catatan Anak Kampung

Langkah Meraih Mimpi


Wisuda
Kemerdekaan  Mahasiswa
Impian Setiap Orang Tua.
Semoga..
Gelar Ini Bisa Berguna.
Memberikan Manfaat bagi Sesama, dan Bangsa.
.
#Wisuda
Universitas Mataram, 26 Maret 2016.


Kolam Masa Kecil

Destinasi wisata yang sayang bila tidak dikunjungi yakni Pesenggerahan Aikmel. Tidak Perlu bersusah payah untuk menuju Lokasi wisata ini. Kolam pemandian yang Sumber Airnya Langsung berasal dari Mata Air yang terpancar dari tanah. Suasananya sejuk karena masih ada nya Pohon Pohon besar yang sudah berumur ribuan Tahun.
.
Jernih Airnya bisa Menjernihkan Mata dan Pikiran.
Sejuk suasananya dapat menyejukkan hati dan jiwa.
.
Teringat Saat Masih kecil dulu, dikolam inilah saya bsa berenang dan disini pula saya bisa merasakan yang namanya Tenggelam. Ditempat ini kenangan masa kecil seakan tak ada habisnya.
.
Akhirnya, Pemerintah Desa Aikmel menyadari bahwa Pesanggarah ini adalah Aset yang Layak untuk dikembangkan. ini terbukti dengan penambahan Kolam yang sepertinya dikhususkan untuk anak-anak.
Dari hari ke hari pengunjung tak ada henti apalagi pada hari minggu dan hari2 Libur.
Semoga Pemerintah Aikmel benar benar serius untuk Mengembangkan Wisata ini.

..
#Pesanggrahan Aikmel
.
 

Renungan Fajar

Tak Perlu Banyak..
Asal Bisa bergerak..
Bukan Soal Kuantitas..
Tapi terpenting Loyalitas..
.
Kami tidak nampak bukan karena kami tidak ada....
Karena kami tidak mencari nama tapi kami hanya sekedar mengabdi....
Karena pengabdiaan itu tak butuh Pujian...
.
Apapun masalahnya...
Jangan pernah lari,,
Hadapi dengan penuh ceria,,
Selesaikan dengan bijaksana..
.
Malampun bisa menjadi Apa saja..
Tergantung Kita Memaknainya..
.
Terlalu sering Sendiri,
Mengajarkanku untuk tegar,
Dan memaksaku
Untuk bisa menyelaisaikan
Masalahku sendiri..
.
Memeluk Angan-angan..
Masih Terjaga Menanti Fajar,,
Hingga Mentari, Melukis Senyum
Mengawali Hari..
.
Pagi Tumbuh..
Jiwa Teduh..
Hati tidak angkuh..
Maka, Damai berlabuh.
.
#Renungan Pengabdian

Festival Pesona "BAU NYALE" 2017

 
Budaya Lombok - Lombok Tengah merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Di kabupaten ini terdapat beberapa objek wisata pantai yang sangat digemari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Salah satu dari sekian banyak objek wisata pantai yang paling fenomenal di wilayah ini adalah Pantai Seger Kuta, sebuah pantai berpasir putih yang berada di Pulau Lombok bagian selatan. Pantai Seger berlokasi tepat di sisi kiri Hotel Novotel Kuta, sekitar 65 kilometer jika ditempuh dari Kota mataram. Keindahan panorama pantai membuat para pelancong berdecak kagum dengan tempat ini, view alamnya yang masih alami, air lautnya yang jernih dan tenang, sungguh tempat yang ideal untuk berenang dan bercengkrama dengan air laut yang membiru.

Selain keindahan panorama pantai dan alamnya, Pantai Seger di Kuta Lombok juga memiliki banyak daya tarik yang tidak kalah eksotis bagi para pelancong. Sekali setahun diantara bulan Februari dan Maret, di Pantai yang berpasir putih merica ini diadakan sebuah pesta rakyat dan upacara budaya yang begitu populer yaitu "BAU NYALE". Unsur kata "bau" dan "nyale" berasal dari bahasa suku Sasak Lombok dengan definisi "bau" yang berarti menangkap, dan "nyale" yang diartikan sebuah binatang laut sejenis cacing kecil yang hidup di karang dan lubang lubang batu dibawah permukaan laut. 


Event Bau Nyale adalah sebuah perayaan dan tradisi yang begitu melegenda dan memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi suku asli Sasak. Perayaan Pesta Bau Nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di bagian Lombok Selatan, yakni di masyarakat Desa Pujut khususnya, dan masyarakat Lombok umumnya. Cerita Rakyat tersebut menceritakan tentang seorang putri di jaman dahulu kala yang begitu terkenal arif dan bijaksana, Putri Mandalika namanya. Dia adalah seorang putri yang berparas elok an cantik jelita dari seorang Raja yang berkuasa di Lombok. Wajah yang cantik, tubuhnya yang ramping dan perangainya yang baik, membuat para pangeran pangeran dari berbagai negeri di waktu itu ingin mempersuntingnya sebagai istri atau permaisuri. Setiap pangeran yang hendak datang melamarnya tidak ada yang ditolaknya. Namun, antara pangeran yang satu dengan pangeran pangeran yang lain tidak menerima jika sang Putri nan elok itu diperistri oleh banyak pangeran. Hal ini dianggap akan menjadi sumber peperangan antara kerajaan yang satu dengan lainnya. Hal itu pulalah yang membuat Putri Mandalika gelisah bukan kepalang, ia selalu menyendiri dan termenung, berfikir agar tidak terjadi pertumpahan darah karena perebutan dirinya.

Apa yang dilakukan oleh sang Putri Mandalika untuk menghindari terjadinya peperangan dan pertumpahan darah tersebut? Lalu siapa pangeran yang beruntung mempersunting Putri Mandalika?
Kisahnya sudah kami tuliskan dalam artikel sejarah : "Putri Mandalika, Putri Cantik Jelita yang Melegenda ".

Cerita rakyat yang kami sajikan di link tersebut kami anggap cerita teladan dan inspirasi yang mengandung nilai-nilai moral yang bisa dijadikan pedoman kehidupan sehari hari kita. Salah satunya adalah sifat rela berkorban. Sifat ini tercermin pada sifat sang Putri ketika ia merelakan diri dan mengorbankan jiwa raganya demi meredam gejolak dan terjadinya pertumpahan darah antara pangeran pangeran yang menginginkannya. Ia lebih meyakini bahwa mengorbankan dirinya akan lebih bermanfaat daripada mengorbankan masyarakatnya. 


Cerita tentang Putri Mandalika tersebut juga merupakan cerita yang begitu melegenda di kalangan masyarakat Lombok yang menceritakan asal usul perayaan Event Bau Nyale (menangkap cacing), terutama di kalangan suku Sasak asli. Hingga kini, masyarakat Lombok setahun sekali menyelenggarakan perayaan Bau Nyale antara bulan Februari dan Maret. Event Bau Nyale kini sudah menjadi salah satu daya tarik yang begitu ditunggu kedatangannya oleh para wisatawan asing. Oleh karenanya, Pemda Lombok Tengah menjadikan upacara sakral ini sebagai aset budaya lokal yang penyelenggaraannya telah menjadi event kegiatan budaya nasional. Tradisi Sakral yang melegenda ini diwariskan sebelum abad ke 16 masehi secara turun temurun oleh suku asli Sasak. Saat event ini dilangsungkan, semenjak sore hari masyarakat setempat dan masyarakat Lombok secara umum akan berdatangan dan ikut serta beramai ramai menangkap Nyale di sepanjang pesisir Pantai Selatan Lombok, terutama di Pantai Seger Kuta Lombok, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Semenjak berkembangnya dunia pariwisata di Lombok, Event Bau Nyale biasanya dirangkai dengan beragam kesenian lokal tradisional seperti Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cindera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu), dan tidak ketinggalan pula pementasan drama kolosal Putri Mandalika, dihadiri oleh pejabat daerah setempat sampai jajarang pemerintah Provinsi NTB dan juga dari petinggi petinggi dari luar pulau Lombok.
Tradisi Bau Nyale sudah menjadi tradisi yang susah untuk ditinggalkan bagi masyarakat setempat, karena mereka meyakini bahwa upacara Bau Nyale ini memiliki tuah yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi yang menganggap remeh. Menurut keyakinan masyarakat Lombok, cacing laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan, terutama untuk kesuburan tanah pertanian agar menghasilkan panen yang memuaskan. Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya akan mereka taburkan ke sawah sawah untuk kesuburan padi dan tanaman lainnya. Selain itu, Nyale juga mereka jadikan santapan lezat berupa emping Nyale, lauk pauk, obat kuat dan beberapa keyakinan lain yang mereka pikirkan.

Secara ilmiah, cacing Nyale yang pernah diteliti memang mengandung protein hewani yang begitu tinggi, selain itu Dr. dr. Soewignyo Soemohardjo dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa cacing Nyale bisa mengeluarkan zat yang terbukti mampu membunuh kuman-kuman. Sedangkan secara sosial dan budaya, berdasarkan sebuah survey di kalangan para petani di wilayah Lombok tengah, bahwasanya 70.6% responden yang membuang daun bekas pembukus Nyale Pepes ke area persawahan bisa membuat kesuburan tanah meningkat dan hasil pertanian masyarakat juga menjadi meningkat. 


Sumber Artikel: http://www.wisatadilombok.com/2015/01/event-bau-nyale-tradisi-sakral-dan.html

Pejuang Cinta

Jalan masih panjang
jangan ucap janjiiii...
Nikmatilah cintamu hari ini
Sanggupkah aku hidup bersama denganmu
Mungkinkah aku
hidup tanpa ada dirimu
Hanya waktu
yang bisa jawab semua itu
Sampai kapan
aku tak tahuuuu..

.
Jodoh adalah Rahasia Ilahi
Tidak ada yang bisa menolak apa yang menjadi kehendakNYA
Manusia hanya bisa iklas menjalani
Jika memang sayang.Maka sayangilah.
Jika memang suka.Maka sukailah.
Jika memang cinta.Maka cintailah.
Sentuh hatinya.Muliakan dirinya.
Jalani semuanya dengan sebaik-baiknya cara.

Yakni cara yang diridhai-Nya.
Ingatlah..
Jangan sekali-kali mempermainkan hatinya.
Karena hal itu bisa menghancurkan perasaannya..

.
.
Untuk Perempuanku,
Siapapun Kamu.. 
 

Ibu, Surga Bagimu.


Bejuta Harta, Segudang Permata..
Bertumpuk Bunga, Bergenang Air Mata..
Tak kan Pernah Mampu Membalas Jasa..
.
Jangan Sampai Air Susu,
Dibalas Hanya Dengan Ucapan
Selamat Hari Ibu..
.
Jangan kan 24 Jam Waktumu,,
Seumur Hidupmu pun TakKan Pernah mampu,,
Membalas Jasa-Jasa Ibumu..
.

Jutaan Anak Mengikrarkan Rasa Cinta..
Memberikan karangan bunga, ataupun kado spesial untuk ibunya..
Maafkan aku ibu, Aku Hanya Bisa mendekapmu lewat Lantunan Doa..

Yang Selalu tercurahkan kepada Sang Kuasa..
.
Hari ini orang menamainya Hari Ibu,,
Namun,, Hari hariku tak pernah Luput dari Rinduku
Padamu Ibu..

.
"Kado Cinta untuk Bunda"
karena jasamu, peradaban ini ada,..
terima kasih Ibu-ibu INDONESIA. . . 
 


#Catatan Hari Ibu 22 Desember 2016 

Si Kembar

Welcome to The newborn baby girl Twins....
Look so beautiful and healthy...
#wish  #JadiAnakYangSolehah  #ournewnieces
.
.
Dipermulaan Rabiul Awal..
Diawal Bulan Desember..
Dihari kamis Nuansa gerimis..
Alhamdulillah..
Telah Lahir Dengan Normal..
Sikembar yang Dinantikan..
Putri dari Kakanda Musriah dan Saharudin..
Semoga Kelak Menjadi Putri-Putri Yang Sholehah..
Aamiin..

.
BEROJA"
Tradisi Kampung yang sangat agung.
.
Kini sikembar mulai mewarnai Rumah,,
Alhamdulillah,
Jumat Berkah,

.
Saat Mengunjungi Sikembar..
yang kini sudah pindah..
kerumah ayahnya..
Obrolan Hangat, sehangat Kopi yang tersaji..
Sampai Lupa, Kalo ini Malem minggu..

.
Om Nikah Om..
Suara Hati Sikembar..
Bersorak didalam Pikiran..
Memberontak megetarkan Angan..
.
.
Cepat Besar ya Nak..


Alifa Dzatil Izzati dan Alifa Dzatil Izzita


 Aikmel, Desember 2016



Hujan Januari

Hujan dibulan januari,,
Ada apa gerangan...
Airnya membasahi sampai ke relung hati,,
Seperti rintihan, akan kerinduan pada seseorang..
.
.
Rintik Hujan berbisik
Untuk segera temukan selimut Jiwa,,,
Namun, hati bergumam,,
Diri ini belum pantas menjadi imam,,
.
.
Sederhana Itu Bahagia..
Tidak Ada Kemewahan Yang Dipamerkan..
Tidak Ada kekurangan Yang Harus Dikhawatirkan..
.
.
Karena Aku bukanlah apa-apa,,
Hanya pakaian lusuh yang penuh noda,,
Yang menantikan tangan lembut wanita,,
Untuk membasuh dan membersihkannya..
.
.
Bisik bisik tetangga
Rintik rintik hujan,,
Seirama bertanya,,
Menglitik kesepian,,
Ujian dalam penantian..
.
.
Januari, 2017

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..