Sosialisasi kesehatan tentang penanganan stunting menuju desa sehat dan Ramah Anak Desa Mamben Baru.


Camat Wanasaba, Saharudin STTP Memberikan sambutan sekaligus membuka acara sosialisasi.

Dalam Rangka Pencegahan Stunting yang kini menjadi fokua kerja pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kabupaten, Pemerintah Desa Mamben Baru mengadakan Sosialisasi kesehatan tentang penanganan stunting menuju desa sehat dan Ramah Anak Di Halaman Kantor Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba, Senin (26/08/2019).

Pembicara yang dihadirkan dalam kesempatan ini merupakan para ahli dan pakar di bidang kesehatan dan psikologi anak, yakni L.M Anwar MPH (Kepala perhimpunan gizi kabupaten Lombok Timur),  Dr. Fathurrahman (Ahli Penanganan Stunting/Kabag Kesra Lotim)9 Usman Mekka (BKKBN Lotim) dan Lalu Yulchaidir M.Psi.Psikoloq (Ketua HIPSI NTB).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bapak Camat Wanasaba, Saharudin STTP,  Dalam Sambutannya Pihak kecamatan sangat mengapresiasi pemerintah desa Mamben Baru yang telah Bersungguh-sungguh dalam menangani Stunting yang itu merupakan salah satu Harapan dan Instruksi Bapak Bupati Lombok Timur kepada Semua Kepala Desa. Diantara desa-desa di kecamatan Wanasaba, Desa Mamben Baru adalah Desa yang paling serius dan Fokus terhadap penangan Stunting. Ini dilihat dari kegiatan dan program-program yang sudah dijalankan. Perlu diketahui di Desa Mamben Baru ada inovasi yang dinamai dengan "GARASI" (Gerakan Sadar Asi), ini adalah salah satu langkah pemerintah desa Mamben Baru untuk mencegah stunting.

Pembicara pertama L.M Anwar Dalam paparannya menyebut bahwasanya ASI (Air Susu Ibu) merupakan Makanan terbaik bagi anak. Sehingga Desa selain menganggarkan Pemberian Makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak diposyandu juga semestinya memberikan PMT kepada ibu hamil juga. Penanganan stunting akan jauh lebih mudah dalam fase 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga dalam fase itu Asupan gizi yang utama bagi bayi adalah tetap ASI.

Selanjutnya, Usman Mekka yang juga merupakan bagian dari DP3AKB dan juga adalah Sekretaris Kren Lombok menjelaskan Tentang gangguan sel saraf Neuron yang disebabkan oleh salah asupan gizi baik saat kehamilan maupun pasca, serta dampak pola asuh yang salah. Neuron Sangat aktif  bekerja mengumpulkan informasi saat masih balita. Kecerdasan Anak tergantung banyaknya sel neuron yang berhubungan satu sama lain didalam otak.

Dr. Fathurrahman (Pakar Stunting)

Ahli Penanganan Stunting, Dr. Fathurrahman menjelaskan secara gamblang dan jelas tentang stunting, penyebab serta dampak dan resikonya pada anak. Ia menjelaskan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita Akibat kurang asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Dalam pencegahan stunting Dr. Fathurrahman menekankan bahwa yang menjadi sasaran prioritas adalah ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan atau rumah tangga 1000 HPK. Diingatkan juga sasaran penting pencegahan stuntin mesti dilakukan pada anak usia 24-29 bulan wanita usia subur atau remaja putri, Dua Sasaran Pencegahan dan penanganan ini akan menurunkan angka stunting.

Kemudian Pemateri  Terakhir Lalu Yulchadir M.Psi, Psikoloq. Adalah Pakar parenting atau pengasuhan anak didalam keluarga. Secara detail ia menjelaskan tentang peran oranf tua dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak. Selain Makanan, Lingkungan juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak sehingga peran orang tua sangat penting, Karena itu ia menyarankan pada orang tua harus memiliki keterampilan Pengasuhan atau ilmu parenting.

Pencegahan Dan Penangan stunting tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak atau lembaga saja. Harus ada kerjasama yang terintegrasi dalam menyikapi stunting ini.Hal inilah yang disampaikan Kepala Desa Mamben Baru, Lukman S.Pd.I. Desa tentunya tidak bisa bekerja sendiri, sehingga konvergensi stunting mesti dilakukan. Kegiatan ini meruapaka upaya untuk menuju kesitu. Tambahnya, dengan dilaksanakan kegiatan ini Lembaga-lembaga didesa, Kader Posyandu, PKK dan Masyarakat Paham dan mengerti tentang stunting dan parenting sehingga mau bekerjasama dengan pemerintah desa dalam penanganan stunting.Kemudian Kepala Desa yang cukup  muda ini juga sangat mengharapkan Baik dari dinas kesehatan, Puskesmas, Kecamatan, pendamping dan semua pihak untuk memberikan  bimbingan dan Perhatian khusus kepada desa mamben baru. (*)

Kepala Desa, Puskesma, Pendamping Desa, PKK, KPM, Kader Posyandu, TPID, guru PAUD, Bentuk Rumah Desa Sehat (RDS) Desa Mamben Baru.


Lihat Dokumentasinya di : https://youtu.be/HWVesnaS_mE

(Jangan Lupa Like, Subcribe dan Ikuti Channel Youtube Kami ya..)  😊

Wakil Gubernur NTB Resmikan Bank Sampah Al-Fadhila Desa Aikmel Timur.


Selasa, (13/08/2019). Program Zero Waste yang digagas Pemerintah Provinsi NTB semakin banyak mendapat dukungan masyarakat. Hari ini,  giliran masyarakat Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, yang menggagas Bank Sampah, untuk mendukung Zero Waste.

ZERO WASTE Adalah sebuah program yang dimana merubah kita menjadi semakin peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih,sehat dan indah. Program NTB ZERO WASTE yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) yang kini semakin dikenal
 masyarakat sampai ke Desa-Desa.

Pemerintah Prov. Berharap di setiap Desa di bentuk sebuah Bank Sampah, dimana Bank Sampah tersebut akan bergerak merubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut.
Seperti halnya Bank Sampah Al- Fadhila Aikmel Timur yang pada hari ini 13 Agustus 2019 melonching Bank sampahnya yang langsung di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, "Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd."

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila, Berharap dorongan dan kerja samanya untuk mensukseskan program NTB ZERO WASTE, dengan tetap bergontong royong,bekerja sama dalam penanganan sampah yang ada di Lingkungan Maupun di Desa, karena pemerintah tidak akan pernah bisa mensukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari semua masyarakat.

Sedangkan Kepala Desa Aikmel Timur, Rasidi dalam Sambutannya, Pengelolaan Sampah di Desa Aikmel Timur masih terkendala lahan sehingga harapannya pemerintah provinsi ataupun kabupaten dapat membantu ketersedian lahan untuk pengelolaan sampah.

Selain itu, Rasidi juga menyebutkan bahwa penanganan sampah merupakan salah satu prioritas program didesa, sehingga dalam Bursa Inovasi Desa, Komitmen Pemdes Aikmel Timur ingin menuntaskan persoalan sampah dengan Sistem Bank Sampah.

Kegiatan Launching ini juga dihadiri oleh beberapa OPD Baik dari Tingkat Provinsi maupun Kabupaten Lombok Timur. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi, Dinas LHK, Dan Dinas PMD kabupaten Lombok Timur. (*)

Green Building dan Teknologi bangunan ramah lingkungan

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkembang selayaknya Provinsi-Provinsi di  Indonesia saat ini. Walaupun masih jauh dari sebutan metropolitan, pembangunan di NTB  sudah terlihat bibit-bibit kemetropolitanya khususnya di kota Mataram. Kasus pembangunan  hotel-hotel besar-besaran secara serempak misalnya. Dari begitu banyaknya pembangunan  hotel yang diijinkan untuk dibangun, mungkin pemerintah mataram ingin membawa citra mataram lebih kearah pariwisata.

Diantara Misi NTB salah satunya adalah Melakukan percepatan pembangunan  infrastruktur strategis dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini yang kemudian terlihat dari pembangunan-pembangunan yang sudah terlihat pada saat ini. Kalau kota Mataram saat ini banyak membangun Hotel, itu merupakan dari menuju misi diatas. Kenyaataanya Booming kegiatan nasional dan Internasional yang diselenggarakan di Kota Mataram ini harus ditanggkap sebagai peluang yang bisa mengangkat perekonomiaan , meskipun tetap harus diperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah kita.

NTB Selain dikenal sebagai “bumi seribu masjid”, dikenal juga dengan sebagai bumi yang mempunyai keindahan alam yang menakjubkan sehingga visi menjadikan NTB sebagai tujuan pariwisata juga dikembangkan oleh pemerintah. Hal itu sehingga pembangunan hotel-hotel sebagai tempat penginapan para wisatawan semakin marak seperti terlihat di wajah Kota Mataram. Terlihat dari pembangunan yang sudah dan sedang berlangsung. Visi pembangunan kota mataram sebagai kota pendidikan di NTB dan selain itu NTB juga mengembangkan dibidang pariwisata sesuai dengan visi pemerintah yaitu visit Lombok Sumbawa.

Agaknya menjadi angin segar bagi Investor untuk ramai-ramai berinvestasi hotel berbintang di Mataram.
Seolah menjadi tren, tahun ini di Mataram telah  dibangun beberapa hotel berbintang. Diantara hotel-hotel tersebut adalah hotel palm. Hotel Palm yang terletak di Jalan Brawijaya Mataram, lokasi di pinggir jalan Raya besar menuju Kota Ampenan Dan Terminal Mandalika Sweta. Hotel ini sedang dalam tahap pembangunan. Rencana Bangunan hotel ini terdiri dari beberapa lantai dimana kamar lantai paling atas anda bisa melihat pemandangan seluruh Kota Mataram dari dalam kamar. Hotel palm menawarkan fasilitas hotel Bintang 3 di Kota Mataram.

Selain pembangunan dibidang perhotelan, dalam wajah Mataram juga terlihat pembangunan-pembangunan infrastruktur lainnya yang masing dikategorikan dalam bentuk gedung. Hal ini yang kemudian menjadikan raut wajah mataram yang semula Nampak asri kini beberapa tahun lagi akan menjadi bangunan-bangunan ruko, perkantoran, perumahan, dan hotel tentunya.

Seiring berjalannya Pembangunan gedung-gedung tersebut, tak dapat dihindari pula terjadinya Pemanasan Global. akibat pemanasan global tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Dalam konsep bangunan gedung hijau atau yang ramah lingkungan menekankan pemanfaatan dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energy, dan material bangunan. Mulai dari perencanaaan, hingga pemeliharaan gedung.



Menghindari untuk terjadinya global warming tersebut. Konsep dari Green Building atau Pembangunan gedung ramah lingkungan sudah sepantasnya diterapkan. Green building merupakan konsep desain, pembangunan , dan pemeliharaan bangunan yang dapat membuat bangunan itu menjadi sebuah sarana/masukan energi bagi sistem lain, dimana keberadaannya mampu memperbaiki dan membangkitkan sistem di sekitarnya secara berkesinambungan. Hal ini berarti, bangunan itu tidak hanya merupakan produk hasil akhir, namun dapat mengolah keluaran energinya sehingga bermanfaat bagi sistem lain dalam lingkungan itu. Menganalisa Pendekatan green building dapat ditempuh melalui beberapa cara, diantaranya perancangan tapak bangunan secara tepat, konservasi dan efisiensi energi, konservasi dan efisiensi air, kualitas udara dalam ruang, dan kenyamanan termal, pengelolaan lahan dan limbah, pelaksanaan pada masa konstruksi pada bangunan, dan memastikan elemen-elemen adaptasi perubahan iklim tercakup dalam desain banguna.
Dilihat dari Pola penerapan pembangunan Gedung Di NTB. Pada saat ini yang

terjadi adalah bangunan seakan-seakan perencana atau kontraktor lebih memperhatikan nilai-nilai kemewahannya dan estetikanya daripada mengunakan konsep green Building Itu sendiri. Seharusnya pembangunan sebuah gedung harus lebih memperhatikan dampak bangunan tersebut bagi lingkungannya. Sehingga Konsep green Building tersebut bisa dikombinasikan dengan Nilai estetika dan kemewahan Gedung.

Menurut hasil penelitian terbaru, Green Building mampu mengurangi biaya tinggal, biaya pengelolaan jangka panjang, meningkatkan kesehatan penghuni dan produktifitas pekerja. Dalam beberapa Survei juga menyatakan, pasar bagi gedung ramah lingkungan baru maupun hasil renovasi meningkat secara signifikan. Tahun lalu (2010) sebanyak 35% gedung baru di Amerika telah dibangun dengan prinsip hijau atau ramah lingkungan. Efisiensi energi ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan yang bisa meningkatkan imbal hasil investasi (ROI), sewa gedung dan tingkat hunian. Hal ini sudah seharusnya menjadi motivasi bagi perencana dan pelaku dibidang pembangunan gedung khususnya di Kota Mataram.

Melihat dari konsep Green Building, pemanfaatan terang langit dan pencahayaan alami sinar matahari untuk mengurangi penggunaan listrik di siang hari juga bisa dilakukan untuk Efisiensi penggunaan energy, Untuk mempermudah penghematan energi dari penerangan ruang dapat pula dengan Menggunakan system intelegent lighting system yang dikendalikan oleh main control panel sehingga nyala lampu dimatikan secara otomatis oleh motion sensor & lux sensor. selain itu penggunaan ventilasi sebagai distribusi udara untuk mengurangi Penggunaan AC. Karna seperti yang kita ketahui unsur yang terkandung dalam AC sangat berbahaya bagi Lapisan ozon dan dapat menyebabakan efek rumah kaca.

Bangunan gedung yang memiliki bentuk massa bangunan yang tipis, baik secara vertikal maupun horizontal. Sisi tipis di puncak gedung didesain agar mampu menjadi shading bagi sisi bangunan dibawahnya sehingga dapat membuat bagian tersebut menjadi lebih sejuk. Pada desain gedung sebisa mungkin memiliki area opening yang lebih banyak di sisi timur. hal ini agar pencahayaan dengan menggunakan Energi Listrik dapat diminimalisir dengan pemanfaatan dari Sinar Matahari. Selain itu cahaya pada sore hari (matahari barat) lebih bersifat panas dan menyilaukan.

Penggunaan Shading light shelf juga bermanfaat mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung namun tetap memasukan cahaya dengan efisien. Dengan light shelf, cahaya yang masuk kedalam bangunan dipantulkan ke ceilin. Panjang shading pada sisi luar light shelf dapat direncanakan sehingga sinar matahari tidak menyilaukan aktifitas manusia di dalamnya. Cahaya yang masuk dan dipantulkan ke ceiling tidak akan menyilaukan namun tetap mampu memberikan cahaya yang cukup.

Efisiensi Pengunaan Lahan juga harus diperhatikan, karna Lahan merupakan faktor yang sangat mendukung untuk sebuah gedung. Lokasi sebuah Lahan sangat menentukan penggunaan Konsep Green Building. Penggunaan lahan secara efisien, kompak dan terpadu Sehingga meminimalisasi building coverage.

Tanaman Hijau juga tidak terlepas dari Konsep Green Building. Pemanfatan Tanaman hijau sebagai penghasil Oksigen (O2)dan penyerap karbon dioksida (CO2) untuk meminimalisir Global Warming. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan menanam Pohon atau Tanaman Hijau disekitar gedung yang akan dibangunan. Selain mempunyai Fungsi tadi Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau tersebut juga dapat design atau direncanakan untuk menambah nilai estetika gedung itu sendiri. Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau.

Teknologi juga sangat dibutuhkan untuk menerapkan Green Building,misalnya dengan penggunaan Panel Surya yang dapat memanfaatkan potensi energi untuk menghasilkan energi baru untuk keperluan domestik maupun bangunan lain secara independen. Pengolahan Limbah yang dihasilkan oleh sebuah gedung juga harus diperhatikan. Sehingga Sistem pengolahan Limbah seperti air kotor tidak membebani sistem aliran kota, Mengolah air kotor dan air bekas sehingga dapat digunakan kembali atau disebut Water Recycling System, misalnya untuk keperluan flushing toilet ataupun system penyiraman tanaman untuk efisiensi penggunaan air. Begitu juga Limbah Sampah, dalam pelaksaanaan pembangunan sebuah gedung serta dalam pengoperasian nantinya merupakan penghasil sampah yang sangat tinggi baik sampah organik maupun non organik.

Perbaikan kwalitas pembangunan khususnya dalam bidang gedung sudah seharusnya diaplikasikan dengan konsep Green Building tersebut. Harapanya kontribusi nyata dari pelaku konstruksi gedung, baik pemerintah, investor, konsultan, kontraktor atau pun masyarakat umum untuk bisa memberikan solusi terhadap pembangunan gedung. Sehingga jaminan untuk Green Building bisa Tercipta.

Climate Change, Fenomena Global.

 Mengamati prilaku Alam saat ini semakin sulit untuk ditebak. Perubahan cuaca maupun musim sudah tak bisa lagi diprediksi iramanya. Bisa jadi ini disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang tak lagi peduli terhadap lingkungannya.

Beberapa hal yang kini menjadi permasalahan-permasalahan lingkungan yang mau tidak mau, siap tidak siap yang harus kita hadapi antara lain Pemanasan global yang memicu perubahan iklim, Bencana banjir, Pengelolaan lingkungan yang buruk ,Ketidakseimbangan ekosistem ,Kekeringan dilereng pengunungan ,Krisis air bersih, Perilaku buang sampah sembarangan ,Cuaca yang semakin panas ,Semakin berkurangnya daerah resapan dan ruang terbuka hijau, Aktivitas illegal logging, Pencemaran limbah industri ,Tingginya polusi akibat pencemaran udara, Adanya efek rumah kaca yang ditandai melelehnya es di kutub, Dan Tentunya masih banyak lagi untuk disebutkan. (Lirik Lagu Iwan Fals).

Dengan adanya pengaruh dari prilaku manusia diiringi dengan perubahan yang terjadi pada alam. Berlahan-lahan keseimbangan alam pun berubah, tanpa disadari sangat merugikan segala aspek kehidupan manusia. Karena Alam dan manusia tak dapat dipisahkan. Namun kenyataan berkata, masih ada beberapa manusia yang belum sadar bahkan tidak peduli sama sekali akan hal ini.

Berkaitan Dengan Hal itu Pengelola Magister Teknik Sipil yang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram mengadakan Kuliah Umum dengan Pembicara Dr. Agus Supangat Selaku Koordinator Divisi Peningkatan Kapasitas, Penelitian dan Pengembangan di Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Kuliah Umum ini dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 16 Maret 2015, dimulai dari jam 10.00 Wita yang Bertempat di Lantai 3 Gedung Ungu Fakultas Teknik UNRAM. Dalam Kuliah umum ini ada tiga hal pokok yang menjadi materi yang diberikan oleh pembicara. Yaitu Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan, Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur, Dan Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.

Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Dalam menyikapi Perubahan Iklim yang terjadi Sudah tidak terelakkan lagi bahwa harus ada solusi yang tepat. Yakni Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Pengertian Adaptasi dalam Hal ini adalah Respon Terhadap Perubahan Iklim yang bertujuan untuk mengurangi Keruntuhan Sistem Biologis terhadap efek Perubahan Iklim. Sedangkan Mitigasi Perubahan Iklim merupakan cara untuk membatasi besarnya dan atau laju perubahan iklim jangka panjang.

Untuk Memasyarakatkan Isu Perubahan Iklim terkait Adaptasi dan Mitigasi dengan memberikan kesadaran serta Istilah “Perubahan Iklim” dapat dipahami dan diakui oleh masyarakat umum “Nonscientific”.

Fenomena perubahan Iklim merupakan fenomena yang Global. Karena dibelahan dunia manapun pasti akan mengalaminya, dan juga perubahan Iklim telah menjadi sesuatu yang simultan baik Pemahaman Fenomena Fisika Bumi Maupun kaitannya dengan Fenomena Sosial. Selain itu, Perubahan Iklim juga bias berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat.

Sepertinya, Dalam hal Perubahan Iklim ataupun Kerusakan Lingkungan Berlaku Pribahasa yang Mengatakan “Satu Makan Nangka, Semua Kena Getahnya”. Satu orang yang Berbuat, Semua orang kena Akibat. Satu orang yang menebang Pohon, Rumah sekampung hancur karena longsor, satu orang yang buah sampah sembarangan, satu wilayah terendam kebanjiran. Bagaimana kalau semua orang buah sampah sembarangan..?? silahkan dijawab dalam hati nurani kita masing-masing.

Menyikapi Hal itu, Tentunya Sangatlah Penting untuk Memasyarakatkan isu tentang Perubahan Iklim ini. Tidak hanya tanggung jawab lembaga ataupun pemerintah, namun beban saling menesehati dan memperingati agar terjaganya keseimbangan alam berada dipundak setiap orang. Siapapun memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur

Sepertinya sudah tidak asing buat kita, Jika Indonesia dikenal dengan Negara Maritim. Indonesia yang lebih dari setengah wilayahnya merupakan daerah kelautan. Beribu-ribu pulau terjejer disatukan oleh laut yang indah, pastinya kita sepakat. Ini merupakan anugerah sekaligus kekayaan alam yang sangat luar biasa.

Dari beberapa sumber data, Panjang Pantai Indonesia lebih dari 90.000 KM, dan disitu pula terdapat 15 persen terumbu karang dunia, 600 lebih Spesies Coral tertinggi di Dunia dan 2.000 Lebih Spesias Ikan Pantai. Menakjubkan Bukan..? Dalam Hal Ini Saya mengajak kita semua untuk Berkata. Aku bangga Menjadi Orang Indonesia..!!

Lalu kemudian Bagaimana hubungan antara Perubahan Iklim terhadap Perikanan khususnya Di Indonesia.?.

Implikasi Perubahan Iklim terhadap Perikanan dan Kelautan yaitu Perubahan Iklim dan Pengasaman Laut Mengubah Ekosistem Laut. Ini dapat terjadi karena adanya kegiatan penangkapan yang berlebihan , menghilangkan habitat, dan Polusi. Tentu Ini Cakupannya dalam Skala global.

Perubahan Iklim juga bisa menyebabkan Peningkatan “zona mati”di laut dan peningkatan alga bloom yang membahayakan, ekosistem terumbu karang menurun, perikanan pesisir runtuh, dan pemutihan karang.

Untuk mengurangi Implikasi dari Perubahan Iklim Terhadap perikanan, Kaum Nelayan pada khususnya dapat melakukan upaya adaptasi terhadap Perubahan Iklim. Diantaranya dengan Menghalangi Asupan ketika pH Berada dibawah ambang batas, kemudian memindahkan tempat penetesan , Mencari Tempat pemancingan baru atau mencari Target Spesies baru, Tetap menjaga spesies yang terdapat dilaut dengan pemanfaatan dengan sebaik-baiknya dan tidak berlebihan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.
(Climate Change Implications For Building & Transport)

Seiring berkembangnya Teknologi tentunya diiringi pula dengan terjadinya perubahan-perubahan Terhadap Alam, Salah satunya Perubahan pada Iklim. Rusaknya Alam serta Berubahnya Iklim mempengaruhi Prilaku Manusia. Kaitannya dengan itu Bangunan dan Transportasi sebagai aspek yang vital dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia juga sangat terpengaruh.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Proyek Pembangunan Global yakni dengan naiknya Suhu udara. Temperatur Bumi yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Memanasnya suhu bumi akan menyebabkan beberapa bangunan akan mengalami kerusakan dan transportasi dalam hal ini misalnya jalan yang material utamanya asapal akan cepat mengalami kerusakan.

Dengan Berubahnya Temperatur udara tentu akan memepengaruhi berbagai Aspek dalam perencanaan dalam suatu bangunan, misalnya Design, Kontruksi, dan pengoperasian bangunan itu sendiri. Untuk mengasilkan Keamanan dan kenyaman dalam sebuah bangunan, ketiga hal tersebut harus sangat diperhatikan. Dan ini harus diadaptasikan dengan Perubahan Iklim yang Terjadi.

Terkait dengan Hubungan Antara Perubahan Iklim Dengan Transportasi, Sebagaimana yang kita ketahui Transportasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Transportasi bukan hanya memindahkan orang namun barang dapat tersalurkan dengan adanya Transportasi.

Setiap Jenis moda transportasi sangat dipengaruhi oleh Perubahan Iklim, contohnya saja Pesawat Terbang, Kereta Api, Kapal dan Jalan Raya. Dengan moda yang berbeda Implikasi Perubahan Iklim berbeda pula. Namun Intinya Perubahan Iklim dapat memmpengaruhi segara moda transportasi Tersebut.

Lalu, Langkah Kecil Apa yang bisa kita lakukan untuk dapat menguragi dampak rusaknya Alam Khususnya Perubahan Iklim. Beberapa Solusi yang dapat di Aplikasikan adalah Kesadaran dari setiap orang, pemimpin pro-lingkungan, serta kesadaran dari perusahaan industry, Mengoptimalkan peran-peran lembaga bidang lingkungan. Penyampaian melalui seruan dan maupun Aksi Lingkungan. Menggelar pengkajian lingkungan yang Konsisten dan Kontinu. Terakhir, Teringat Pesannya A.A Gym yaitu 3 (tiga M), Mulai dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal Yang Kecil, Dan Mulai dari Sekarang. Lalu Tunggu Apalagi..??












Workshop bangunan Tahan Gempa

Mr. Shirakawa Kazushi (JICA)
Dalam Kesempatan Ini Jurusan Teknik Sipil Bekerjasama Dengan Japan Internasional Coorperation Agency (JICA) Mengadakan Seminar dan Whorshop Tentang Bangunan Tahan Gempa (Earthquake Resistant Building), Yang Menghadirkan Pemateri, Mr. Shirakawa Kazushi (JICA), Ir. Wedha Magma Ardi, MTP (Kepala BPBD), Dan Ir. Didi S. Agustawijaya, M.Eng, PHD (Dosen Jurusan Teknik Sipil UNRAM).

Workshop Berlangsung selama Dua Hari, 21-22 Mei 2014, Pada Hari pertama diadakan seminar dari jam 08.00 sampai 14.00 dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pelatihan yang dilakukan oleh Mr. Shirakawa. Pada Hari kedua dilaksanakan Prakter Sederhana Pembuatan Rumah Aman Tahan Gempa bertempat di Laboratorium Struktur Fakultas Teknik UNRAM.

Sesuai Tema yakni Bangunan Tahan Gempa, Banyak Sekali dIpaparkan Tentang Pengaruh Gempa Terhadap Bangunan, Terfokus Pada Pelatihan Dijelaskan Tentang Spesifikasi Beton dan Kekuatan Bingkai beton bertulang sesuai persyratan pokok, bagaimana metode Desain Beton Bertulang Dijepang, dan dilatih tentang bagaimana proses campuran beton, campuran mortar, dan bagaimana merangkai tulangan dengan baik dengan benar.

Dalam Kesempatan Ini, Mr. Shirakawa Kazushi banyak menjelaskan tentang pembangunan konstruksi di Jepang dan Membandingkannya Dengan Indonesia. memang jika dibandingkan dari konstruksi jepang lebih maju dengan Indonesia, sehingga memang seharusnya jepang dijadikan refresensi untuk pembangunan di Indonesia.
Foto Bersama Pembicara dan Peserta

Pada Sambutan Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram, Pak Yusron Sa’adi diinformasikan juga bahwa Masih banyak Bangunan yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) khususnya di NTB, lebih jauh lagi dijelaskan bahwa pemerintah menjadikan IMB hanya untuk Retribusi, sehingga pada pelaksanaannya sekedar Formalitas Semata.

Peserta Pada Seminar dan Workshop Bangunan Tahan Gempa ini kurang lebih 100 orang yang berasal dari Mahasiswa S1 Dan S2 jurusan Teknik sipil se NTB, Praktisi, Konsultan dan Kontraktor serta Dosen Jurusan Teknik Sipil. sebagai panduan peserta pada seminar dibagikan Buku Saku Persyratan Pokok Rumah Lebih Aman, Serta DVDnya dan buku panduanlainnya. sehingga harapannya peserta pada pelatihan ini bisa menjadi kader-kader yang akan memeberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bagaimana cara membangun rumah yang aman dan tentunya tahan gempa.


Ayo , Buang Sampah Pada Tempatnya.


            Pengertian Sampah menurut Wikipedia merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung

            Tanpa Kita Sadari Sampah yang kita buang setiap harinya Banyak Menimbulkan Masalah, selain berdampak bau busuk sampah juga erat kaitannya dengan banjir. apalagi ketika musim hujan, banjir  menjadi langganan setiap tahunnya. ini juga berimplikasi dengan kemacetan, menimbulkan banyak  penyakit terhadap masyarakat yang terkena banjir dan berkurangnya kekuatan jalan karna air merupakan musuh terbesar pada jalan.

            Beberapa Hari Yang Lalu Ketika Saya Melewati Jalan Pejanggik dan secara Kebetulan pada saat itu Hujan, Tumpukan sampah yang berada di jaringan drainase mengakibatkan aliran mejadi mampet, tentu hal tersebut mengakibatkan Banjir. kemacetanpun tidak dapat dihindari, untung saja kondisi tersebut cepat diatasi oleh warga disekitar lokasi tersebut.

            Konsep Pengeleloan Sampah yang biasanya disebut 3R, Yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse (Guna ulang)  yaitu kegiatan penggunaan kembali samapah yang masih digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Reduce (Mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. dan Recycle (Mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru. 3R Sendiri hanyalah sebuah slogan semata, karena dari kenyataannya banyak masyarakat yang belum mengetahui apalagi memahami konsep ini. entah penyebabnya kurangnya sosialisasi dari masyarakat atau sifat masyrakat yang apatis yang tidak mau peduli, Asal pakai, buang dan beres.

            Pada areal perkantoran dan kampus biasa disediakan bak sampah yang terdiri sampah organik, anorganik dan sampah mengandung racun. Sampah organik adalah sampah dapat diurai (degradable) Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. sedangkan Sampah anorganik atau sampah tidak terurai (undegradable). Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. sampah yang mengandung bahan beracun contohnya Baterai bekas,Jarum refill tinta printer ,dan lain-lain.

            Sudah seharusnya permasalahan sampah harus disikapi dengan serius, bukan hanya dengan sebuah poster atau sekedar himbaun semata tapi konsep serta aplikasinya dalam pengelolaan sampah. beberapa contoh konsep yang lagi ngetrend adalah “Bank Sampah” dan Pemanfaatan sampah menjadi pupuk serta didaur ulang menjadi bahan atau alat yang bisa dipakai lagi. 

            Dan sesungguhnya pendapat di atas mungkin akan terkendala teknis dan biaya. Permasalahan yang cukup urgent yang harus disikapi baik oleh pemerintah maupun masyarakan. mari dari diri sendiri dan keluarga kelolalah sampah dengan sebaik baiknya. sehingga “kebersihan merupakan sebagaian dari pada iman” bukan hanya sebuah kata yang indah terdengar namun makna yang terkandung didalamnya jadikan Inspirasi dan Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, Ayo Buang Sampah Pada Tempatnya!!! 


Mari Menjaga Lingkungan


Pekarangan Ditanami Dengan Tumbuhan Hijau
Dalam kehidupan sehari-sehari tentunya kita tidak terlepas dari permasalahan Lingkungan. Mulai dari sampah, banjir, polusi, dan masih banyak lagi.namun jika kemudian kita bertanya siapakah yang patut dipersalahkan , tentunya kita semua memungkiri untuk menjadi tersangka dalam kasus ini.

Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan sebuah acara di salah satu televisi swasta Indonesia yang membahas tentang problema sampah dan bagaimana pemanfaatannya. menurut penelitian sampah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia perharinya sudah mencapai 1000 Ton.

Kesadaran dan pendidikan lingkungan yang masih kurang dalam masyarakat menjadi penyebab utama dalam berbagai permasalahan Lingkungan. Diantara permasalahan yang ada Indonesia, sepertinya persoalan Lingkungan merupakan hal yang tersulit untuk diatasi. Jakarta semakin Macet dan Banjir, Kebakaran Hutan Beberapa bulan Yang Lalu yang Asapnya sampai mengganggu Negara Tetanga dan tentunya Masih Banyak Lagi Untuk disebutkan (Gaya Lagunya Bang Iwan Fals, Red.)


Persoalan sampah dan lingkungan ini tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah, Namun menjadi tanggungjawab setiap orang. bukan kah udara yang kita hirup, sinar matahari yang menghangatkan kita dapatkan secara gratis. tidak kah kita seharusnya malu jika terus menerus melimpahkan kesalahan pada Pemerintah.

“Kebersihan Sebagian daripada Iman” kata yang sering terdengar dan diucapkan oleh banyak orang, Namun untuk mengaplikasikannya tidak jarang kita menjadi orang Munafik. Hanya bisa berkata namun tindakan Nol besar. Mari dari sekarang kita Mulai menjaga lingkungan!.

Banyak cara untuk menjaga Lingkungan, salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan, penggunaan air dan listrik yang hemat, pemanfaatan lahan kosong untuk ditanami pohon atau tumbuhan hijau dan seterusnya.

Dalam sebuah buku saya mengutip “ Banyak Cara menyelamatkan Lingkungan Disekitarmu. Salah Satunya dengan cara menjaga dan merawat tanaman di pekaranganmu. Bersih, Indah, dan Asri adalah Dambaan kita bersama, bukan...!!” Yuk Kita Menjaga Lingkungan.!!


Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..