Harapan Baru HIPMI Lombok Timur

 


Selamat dan sukses Muscab II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lombok Timur Periode 2023-2026.

Semoga ke depan HIPMI Lombok Timur semakin Jaya, unggul, dan mampu mencetak pengusaha-Pengusaha Muda bertalenta. 

..... 


Selamat Demisioner Tum Zaenal Abidin.. 🤝

Terima Kasih atas pengabdiannya di HIPMI Lombok Timur 2020-2023.


Selamat tum kk Tuan Abdul Aziz Terpilih Menakhodai HIPMI Lombok Timur..💪🏻

Semoga HIPMI Lombok Timur semakin Jaya.. 

..... 


HIPMI adalah organisasi independen non partisan pengusaha muda Indonesia yg bergerak d bidang perekonomian. 

HIPMI adalah salah satu wadah dimana didalamnya berkumpul para pengusaha muda.

Di era saat ini juga membuktikan HIPMI adalah sarana kaderisasi dan rekrutmen kepemimpinan di Indonesia yang insyallah terus hadirkan kontribusi terbaik untuk Indonesia.

Salah satu komitmen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) adalah mengembangkan dan mewujudkan peran serta dalam membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Salam Pengusaha Pejuang-Pejuang Pengusaha

... 




Wadah untuk Memperluas Akses dan Networking, 

Memperbanyak Temen Ngopi dan Paling penting menambah tempat numpang Ngopi.. 😁

Brembe semeton..? 

#BPCHIPMILOTIM #HIPMI_LombokTimur #HIPMI #Pengusaha_Pejuang #KangKungisme

Jejak NU Wanasaba dan Gerakan Literasi IPNU - IPPNU Lombok Timur.

*Yusuf Tantowi (Penulis) 

Selalu ada yang 'kurang' kalau belum membuat catatan tentang pertemuan, perjalanan atau kegiatan yang kita ikuti. Selalu ada yang baru dan menarik untuk dibagikan kepada teman- teman netizen rahimakumullah. Saya berharap netizen tidak bosan dengan narasi-narasi panjang yang selalu saya bagikan diberanda Facebook ini. 

... 

Foto-foto, video sebuah kegiatan dan tempat yang terekam oleh kamera sejatinya bukan hanya merekam bentuk tubuh secara zahir tapi menjelaskan tentang ide, gagasan, semangat dan motivasi untuk terus belajar dan berubah mengikuti perkembangan zaman. Seperti pelatihan menulis bebas & kreatif yang diadakan oleh rekan-rekan IPNU - IPPNU Lombok Timur, Ipnu Lotim Minggu, (5/11) lalu. Rekan - rekan & rekanita IPNU - IPPNU itu tak ubahnya bibit -bibit berkuwalitas yang terus tumbuh, berbunga dan akan jadi buah yang lahir dari rahim madrasah - pondok pesantren NU. 


Saya baru tahu ternyata Ponpes Nahdlatus Shaufiah, Desa Wanasaba, Lombok Timur tempat acara berdiri sejak tahun 1968. Pendiri adalah TGH. Zainudin, asal Tanjung. Peran TGH.Zainudin cukup besar menjadikan Desa Wanasaba - sekarang berkembang menjadi kota kecamatan - sebagai salah satu basis NU di Lombok Timur. Pemimpin Ponpes ini lalu dilanjutkan oleh putra beliau, TGH. L.Wildan. TGH.L.Wildan sendiri pernah menjadi Ketua Tanfizd ke - 5 PWNU NTB dengan sekretaris H. Bil'id Ms.A dari tahun 1968 - 1973. Rois Syuriah waktu itu TGH.Shaleh Wake dan Katib, Abdul Gofur Rowi. 


Wajar kalau kemudian sistem kepengurusan pondok ini menggunakan sistem atau nama jabatan persis seperti di NU. Pengurus tertinggi disebut Rois Syuriah, Katib, Ketua harian Ketua Tanfiziyah dan Sekretaris Tanfiziyah. Pemilihan pengurus pun menggunakan istilah konfirmasi seperti pada pemilihan pengurus NU dari tingkat PW, PC dan MWC. Sistem dan cara pengurusan terlihat dari kartu anggota (jamaah) Nahdlatus Shaufiah. Tidak banyak yang bisa saya gali dari para pendiri dan penggerah NS ini. Kalau saja agak lama disana banyak hal bisa dieksplor. 


Maka tepat sekali pemilihan lokasi acara pelatihan menulis dan media sosial yang dipilih oleh rekan-rekan dan rekanita IPNU - IPPNU Lombok Timur. Ternyata lokasi acara tersebut memang di bangun dan diwariskan oleh tokoh dan penggerak NU NTB. Jadi jelas sekali pendirian Ponpes dan lembaga pendidikan tersebut dimaksudkan untuk melahirkan kader-kader NU militan yang akan meneruskan, mengembangkan paham Aswaja Nahdliyah dan siap mengarungi perkembangan zaman. 


Hal lain, ternyata peserta pelatihan menulis dan media sosial itu diikuti oleh banyak peserta. Selain anggota dan pengurus IPNU-IPPNU Lombok Timur, peserta yang hadir juga berasal dari urusan madrasah - madrasah dan pondok NU di Lombok Timur. Ini penting agar adek-adek yang masih duduk di bangku sekolah dan madrasah bisa belajar dari kakak-kakak atau senior-seniornya. Interaksi itu bukan hanya akan membangun komunikasi tapi juga interaksi dan inspirasi bagi mereka. 


Kalau pelatihan -pelatihan seperti itu bisa dimaksimalkan dengan mengundang semua sekolah atau madrasah NU yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan itu tentu akan mendekatkan lagi peran dan kontribusi NU bagi tumbuh kembang mereka. Mereka bisa belajar hal-hal baru yang secara produktif dan bisa mengenal perkembangan dunia luar dari pengalaman-pengalaman senior mereka.


Yang saya salut dari peserta pelatihan itu, mereka ternyata cukup semangat untuk bertanya hal-hal yang terkait kemampuan menulis, media sosial dan personal branding. Saya merasa dibrondong berbagai macam pertanyaan oleh mereka. Kalau saja tidak dibatasi waktu tentu kita bisa praktik langsung menulis bebas untuk dibagikan di media sosial mereka masing-masing. 


Kepada mereka semua yang hadir ditempat itu, saya mengingatkan bagaimana memanfaatkan internet, HP, media sosial untuk menyebarkan narasi-narasi yang baik dan produktif. Manfaatkan HP & kuota internet yang kita miliki untuk belajar menulis hal-hal yang baik dan positif. Jadikan media sosial seperti Facebook, Intagram, website, blog sebagai 'kolam penampung' karya -karya kita. Selain disana akan terkumpul, bisa dinikmati oleh orang tapi akan menjadi data digital yang akan bermanfaat dikemudian hari. 


Media sosial itu juga akan menjadi wajah, cermin dan curikulum vitae (CV) paling hebat yang bisa dilihat dan diakses oleh lain (publik) secara luas. Dari situ akan terbangun terkumpul pengikut, interaksi bahkan kerjasama dengan orang-orang yang membutuhkan kemampuan kita. Generasi berikut juga bisa mengakses berbagai yang yang telah kita lakukan dan capai selama periode tertentu hanya dengan melihat media sosial kita. 


Makanya menggabungkan kemampuan membuat narasi (tulis), media sosial dan membangun personal brending dari sana selalu dibutuhkan (aktual) setiap zaman. Itu lah mengapa saya aktif mendorong teman-teman muda NU untuk mempelajari dan menguasai berbegai bidang tersebut. Dan hal-hal seperti ini kadang tidak pernah terlintas di kepala generasi yang lebih tua. 


Saya setuju, apa pun dilakukan oleh kader-kader muda NU, itu tergolong sebagai bagian dari gerakan penguatan dan pemberdayaan bagi kader-kader NU. Pengurus NU dari berbagai tingkatan harus terus menerus melakukan penguatan dan pemberdayaan mengikuti kebutuhan zaman dan masa. Lebih-lebih dalam hal literasi tulis dan media sosial. Anak-anak muda NU masa kini mesti didekati dengan kebutuhan mereka. Kini tersebar kader-kader NU yang bisa dimintai sharing pengalaman dalam berbagai bidang. Tinggal dimanfaatkan atau tidak.


Terima kasih pak Bang Pahrudin, Musfet Amaq Adzkia, Orii Kangkung, Asan Putra Korda , Masku sudah menyamai rekan-rekan & rekanita IPNU - IPPNU Lombok Timur sebagai bagian kaderisasi. Tumbuh subur dan melimpah kader-kader Aswaja Nahdliyah Lombok Timur. (*) 


#pelatihanmenulisbebas

#gerakanlitetasipesantren

#literasiipnuippnulomboktimur

#pcipnuippnulomboktimur

#ponpesnadlatusshaufiah

#literasimediasosial

#nulomboktimur

#desawanasaba #kangkungisme

Santri: Jalan Perjuangan dan Pengabdian

Memaknai Resolusi Jihad Jayakan Negeri Hari Santri Nasional 2023 haruslah menjadi penyemangat para santri, untuk semakin kuat nasionalismenya, seperti yg diajarkan oleh Rasulullah SAW.

.. 

Hifdzul wathan minal iman, yakni cinta tanah air atau nasionalisme merupakan sebagian dari iman.

Peran santri sangat dibutuhkan dalam menjaga dan memagari negara, apalagi menjelang kontestasi Pemilu yang berpotensi konflik karena beda pilihan politik.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahldatul Ulama Kabupaten Lombok Timur (15-22 /11/2023). 

Kegiatan Lomba Futsal Antar Santri, Lomba Mewarnai Tingkat TK/PAUD, Lomba Paduan Suara, Lomba Karaoke Sholawat dan Lomba Cerita Vidio. 

Adapun Acara Puncaknya dipusatkan di 📍 Lapangan Umum Aikmel Kecamatan Aikmel, dengan Kegiatan Kemah Santri, Istigotsah dan Sholawatan Serta Apel Peringatan Hari Santri 2023.

Tentu Rasa lelah dalam mempersiapkan acara hanya sebuah bagian kecil jika dibandingkan rasa bangga karena bisa menjadi bagian kepanitiaan yang bisa menjadi sejarah telah menyelenggarakan acara yang spektakuler dan fenomenal. 

Tentu ada banyak pengalaman dan pembelajaran selama proses penyelenggaraan Hari Santri, menjadi bagian yang tidak terlupakan serta kisah yang layak untuk dikenang. 

... . . 


Raut Wajah yang semingguan berskinchare kan Debu Lapangan, Suhu Panas Debu Lapangan Semakin mengganas. 

Namun, Letih, Lelah dan Keringat Seketika Sirna saat menyaksikan acara berjalan Seksama dan Penuh Khidmat, Hingga tak lain yang hadir adalah sebuah senyuman dan Rasa Syukur. 

Alhamdulillah.. 


#HariSantri2023 #CatatanSantri #TulisanTelat

#KangKungisme










Akses Sosial Media dalam Membangun Personal Branding

Perkembangan era digital yang begitu segnifikan hari ini, tidak hanya menjangkau kalangan masyarakat diwilayah perkotaan namun tidak terkecuali dengan masyarakat diwilayah pelosok² pedesaan. Hampir kebanyakan orang yang memiliki handphone sudah terbiasa mengakses sosial media ,anak kecil seusia 2 tahun sekalipun lebih pinter mengoprasikan smartphone dibandingkan orang tua, apalagi kaum milenial dan generasi Z yang memang hidupnya lebih banyak berintraksi dengan sosial media, entah itu melaluifacebook,yaoutobe,tiktok,instagram,tuwitter dll, sudah menjadi santapan siang dan malam.

...... 

Hari ini, saya ikut menjadi salah satu peserta pelatihan menulis bebas ( free waiting ) dan kreatif yang diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU di pondok pesantren Nahdatussaofiyah wanasaba yang dipandu langsung oleh salah satu narasumber pakar free writing,bang YUSUF TANTOWI.Tentu saja saya sendiri tidak akan melewatkan moment yang menarik ini. Jujur saja, kegiatan ini membantu saya menemukan kembali  salah satu hobi saya dari sejak SMA  dulu memang senang menulis. Barangkali melalui pelatihan ini saya berkesempatan mengasah kembali skil menulis saya yang sudah lama pakum.

Free writing atau menulis bebas dengan memanfaatkan sosial media sebagai pasilitas yang mempercepat proses penghidangan karya tulis kepada konsumen atau pembaca, barang kali ada yang tertarik dengan cerita moment keseharian kita atau paling tidak dari karya tulis ,kita bisa menemukan temen² baru di sosial media.

Terlepas dari pro kontra sosial media dikalangan masyarakat atas pengaruh dampak positif atau negatifnya namun, perkembangan digital semakin hari semakin melaju cepat bahkan menjadi tututan zaman pada akhirnya menjadi kebutuhan setiap orang untuk mempermudah akses komunikasi disamping itu, untuk mempercepat tuntutan pekerjaan sehingga harus disadari, baik atau tidaknya dampak sosial media kendalinya ada pada diri kita. 


Pentingnya upaya memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dikalangan generasi muda supaya menggunakan sosial media dengan cerdas dan bijak salah satunya mulai melatih diri menulis bebas ( free wtiting) ,saya rasa lebih mudah dan simple untuk menumpahkan isi fikiran atau sudut pandang kita terhadap penomena² yang terjadi yang pernah ditemui, atau membangun personal branding melalui skil membuat konten² kreator, desain grafis dll, bahkan memanfaatkan sosial media sebagai pasilitas promosi  jualan produc  jauh lebih cepat dibandingkan dengan duduk menunggu pembeli yang datang. Semua itu tentu dapat memberikan peluang besar untuk mendatangkan pundi-pundi penghasilan.

Saya fikir melalui pelatihan free writing akan menambah wawasan orang-orang setidaknya membantu mereka untuk memaksimalkan manfaat sosial media sebagai pasilitas  membangun personal branding disisi lain mempertajam nalar kritis terhadap berita² hoax dan konten² yang tidak bermanfaat.

* Penulis : Masri ( Ketua Karang Taruna Desa Aik Perapa) 

 #menulisbebaskreatif

#IPNUIPPNULombokTimur

Model pengawasan keuangan desa dalam mewujudkan good village governance.


Menurut UU Nomor 6 Tahun 2014 Dijelaskan Bahwa Desa Merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyaraka, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan negara kesatuan republik indonesia.

Tulisan ini adalah Lanjutan dari Tulisan sebelumnya yang membahas tentang Peran, Tugas dan Fungsi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan ) dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa (Diskusi sesi  I). Kali ini akan dibahas lebih jauh tentang Model pengawasan keuangan desa dalam mewujudkan good village governance (Diskusi Sesi II). Kedua Tema ini adalah catatan dari Sosisalisai yang dilakukan Oleh BPK  RI 12 April kemarin Di Hotel Lombok Raya.

Tenaga Ahli BPK Langsung menjadi Moderator: Achmad Djazuli, S.E., M.M., M.Si.  pada sesi ini. Adapun Nara Sumbernya Prof. Dr Bahrullah , MBA. (wakil ketua bpk), H. Wilgo Zainar, S.E., MBA. Anggota komisi XI DPR RI, Dr. Sampara lukman, MA. (Direktur Pasca Sarjana IPDN) dan Dr. Hyronimus Rowa, M.Si. (Pembantu Rektor III IPDN).  Dari keempat nara sumber tersebut informasi yang dberikan sangat lengkap karena masing masig nara sumber mewakili lembaga yang erat kaitannya denga Desa.


Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 merupakan pedoman Desa dalam merencanakan strategi pembangunan Desa yang partisipatif.  Salah satu  amanat penting yang tertuang dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. Desa diberikan kewenangan untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan sendiri. Akan tetapi, tetap mengacu kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah khususnya oleh Kementerian yang menangani desa.

Urusan desa berada dibawah 3 Kementrian yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemndes PDTT). Tiga kementerian inilah yang secara langsung bersentuhan dengan desa. Hal hal yang terkait dengan program program pembangunan desa akan dikerjakan oleh kemendes  PDTT. Urusan pemerintahan desa yang sudah rutin tetap dibawah kementerian dalam negeri, sedangan kemenkeu sebagi penyalur Dana Desa Ke Kabupaten/ Kota  setelah syarat penyaluran Dana Terpenuhi. Sedangkan Kementerian Keuangan menyalurkan Dana Desa ke Rekening Kabupaten/Kota, Komudian Pemerintah Kabupaten yang menyalurkan ke Rekening Desa Sesuai dengan Pagu Indikatif Desa.

Dalam kesempatannya Dr. Sampara menyampaikan bahwa pengelolaan dana desa harus selalu menanamkan 3 T Yaitu  TERTIB PERENCANAAN, TERTIB PELAKSANAAN, dan TERTIB PERTANGGUNGJAWABAN. Dalam perencanaan pembangunan desa harus mengikutsertakan  elemen masyarakat, terutama masyarakat miskin , kaum perempuan dan penyandang disabilitas, Perencanaan yang baik, tentunya akan melahirkan hasil yang baik bila dilaksanakan dengan baik. Sehingga Tertib Pelaksanaan Juga Sangatlah Penting, yang setiap pembangunan didesa harus memperhatikan skla prioritas kebutuhan masyarakat serta dalam pengerjaannya birsifat swakelola sesuai instruksi dari pemerintah. Tertib pelaksanaan juga harus memperhatikan spesifikasi dan standar pekerjaan. Tertib Pertangggungjawaban bersifat Transparansi dan Akuntabel.

Sekilas Info: Output tiga tahun (2015-2017) dari dana desa:

Bidang Infrastruktur dan  penguatan Ekonomi Masyarakat Desa;
Membangun 123.145 kilometer jalan desa.
791.258 kilometer jembatan desa.
5.220 unit pasar desa
26.070 bumdes
2.882 tambatan perahu
1.927 unit embung
28.091 unit irigasi.
3.004 sarana Olah Raga Desa

Sedangkan pembangunan yang bersifat peningkatan hidup masyarakat desa yakni:

65.918 unit penahan tanah
37.496 unit air bersih
1008.486 unit mck
5.314 Polindes
38.217 unit drainase
18.072 unit paud
11.424 unit posyandu
30.212 unit sumur bor.


MODEL PENGAWASAN DANA DESA


Pembinaan dan pengawasan  Desa harus rutin dilakukan sebagai upaya untuk pencapaian dan terarahnya desa dalam pengelolaan keuangan desa maupun kegiatan pembangunan desa. Pemerintah provinsi wajib membina dan mengawasi pemberian dan penyaluran dana desa, alokasi dana desa, bhp dan retrebusi daerah dari kab. /kota kepada desa.
Sedangkan Pemerintah kabupaten /kota wajib membina dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa. Agar sesuai dengan amanat undang undang dan regulasi yang ada.

PENGAWASAN INTERNAL:
Pemerintah pusat
Pemerintah Provinsi
Pemerintah Kab./kota
Kecamatan

PENGAWASAN EKSTERNAL:
Masyarakat Desa
NGO (Non-Govermental Organization) atau Organisasi Non-Pemerintah


Sesi Tanya Jawab


Dalam sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan dari peserta yang meanarik  untuk  diulas yaitu yang pertama ,Banyaknya Kepala Desa Maupun Aparatur desa yang masih belum memahami Aplikasi siskeudes (Sistem Keuangan Desa).  Kedua, Banyaknya NGO Dengan berbagai Nama yang Turun Kedesa hanya sekedar mencari kesalahan, kemudian meminta bagian atau sering terjadi NGO Memeras Desa, Apa Syarat NGO Yang harus diterima oleh Desa atau bagaimana bersikap selektif terhadap NGO Yang Turun Kedesa.

Selaku Anggota DPR RI Wilgo Zainar akan mengusulkan agar Format pelaporan Dana Desa  harus sesederhana mungkin, karena banyak desa atau kepala desa hanya sibuk mengurus laporan sehingga pekerjaan pembangunan  atau program desa terabaikan. Ini sangat Disayangkan,, Seharusnya Desa bisa lebih Fokus dalam Menjalankan Pembangunan dari pada urusan laporan yang memang rumit dengan berbagai ketentuan. Wilgo Juga Menyatakan pada Intinya Dana Desa itukan digunakan dan salurkan oleh kepala desa untuk pembangunan dan perberdayaan masyarakat, Bukan Diselewangkan atau digelapkan.

Terakhir wakil ketua BPK Prof. Dr Bahrullah , MBA.  memberi kesimpulan bahwasanya  Dengan Segala Tekanan yang ada, Desa Harus mampu tumbuh dan berkembang menuju desa yang lebih baik dengan melalukakn inovasi-inovasi sesuai dengan potensi yang ada didesa. Dan BPK Selaku salah satu Lembaga Pemerintah Mulai tahun depan akan melakukan Formulasi Audit Kerja terutama dalam hal pengawasan pengelolaan dana Desa.


Salam Berdesa....!!


BPK dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa


UU Nomor 6 Tahun 2014  tentang Desa beserta peraturan pelaksanaannya telah mengamanatkan pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki. Peran besar yang diterima oleh desa tentunya disertai dengan tanggung  jawab yang besar pula, oleh karena itu pemerintah desa harus bisa menerapkan perinsip akuntabilitas dalam tata pemerintahnnya, dimana semua akhir kegiatan peyelenggaraan pemerintahn desa harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa.

Pemerintah Desa dalam penyelanggaraan Pemerintahannya perlu diawasi karena dana desa yang bersumber dari APBN jumlahnya Cukup Besar. Menteri Desa PDTT sudah menerbitkan surat keputusan no. 50 tahun 2017 tentang pembentukan satgas dana desa.  Tentunya Satgas dana desa tidak bisa melakukan fungsinya tanpa adanya koordinasi dengan  lembaga lain.

Didesa ada namanya BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Lembaga Desa yang memiliki Fungsi Kontrol yang secara Langsung Bersentuhan terhadap Pemerintah Desa. Disebut dalam Pasal 55 UU Desa Fungsi BPD Yaitu membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan meyalurkan aspirasi masyarakat desa,  serta melakukan pengawasan kinerja kepala desa.
Peserta Sosialisasi
Pada Hari Kamis tanggal 12 April 2017 bertempat di Hotel Lombok Raya, BPK RI Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Peran, tugas dan fungsi BPK dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa , yang diikuti oleh Kepala desa dan Camat Sepulau Lombok. Lembaga Pendidikan (IPDN) Dan Dinas-Dinas yang Terkait dengan pembangunan Desa.

Kegiatan ini dibagi dua sesi, sesi pertama sosialisasi  kemudian sesi kedua bertema  Model pengawasan keuangan desa dalam mewujudkan good village governance. Informasi Sosialisasi yang disajikan sangat penting terutama bagi kepala desa selaku pemangku kebijakan dan pengguna anggaran di tingkat desa hal ini harapannya mampu mengurangi tindakan penyalahgunaan dana desa.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Oleh BPK .

Badan Pemeriksa Keuangan atau yang sering disingkat BPK   RI Merupakan  Lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Untuk lebih jelasnya tentang BPK silangkan kunjungi  www.bpk.go.id.

Lalu bagaimanasih Peran, tugas dan fungsi BPK dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa.? Baca Tulisan ini Sampai Selesai ya.. 

Pada Sesi Pertama tentang Peran dan Fungsi BPK dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa Hadir Sebagai Nara Sumber  Dr. Agus  Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA (Anggota II BPK), Dra. Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE Anggota Komisi XI DPR RI., Prof. Dr. Khasan Effendi M.Pd (Pembantu Rektor I IPDN),  dan Kombes. Pol. Totok suharyanto , S.I.K  M.Hum., Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri. Dipandu oleh Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., PhD. Wakil Dekan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Dalam kesempatannya, para Nara Sumber sangat mendukung program pemerintah sesuai dengan nawacita yang sangat memfokuskan pembangunan yang dimulai dari desa. Ini sangat terbukti dengan diberiknnya anggaran yang sangat besar rata rata 1.4 per desa atau 80 Triliun Dana Desa pada Tahun 2017.

Beberapa point penting Terkait Dana Desa.

Agar dana desa tidak diselewengkan pemerintah desa dalam hal pengelolaan dana desa dituntut untuk akuntabel dan transparan. Untuk meminimalisir penyalahgunaan  dana desa perlu adanya check and balance. BPD , Camat dan Inspektorat serta bupati tidak perlu ragu dalam menjalankan fungsi pengawasan serta pembinaan karena sudah ada undang undang dan peraturan pemerintah sebagai payung hukum. Mekanisme Kontrol sangat diperlukan dalam pegeloaan dana desa baik dari masyarakat, camat, ataupun Inspektorat selaku kepanjangan tangan bupati agar dapat dipergunakan tepat sasaran yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Beberapa yang menyebabkan adanya potensi permasalahan yang yakni regulasi yang relatif baru ini belum sepenuhnya dipahami oleh para pelaksana di daerah mulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten  selaku pembina dan sekaligus pengawas, juga kaitannyan dengan pendampingan desa. Yang paling sering terjadi didesa sering adanya ketidak selarasan tentang besarnya dana desa yang harus dikelola  oleh pemerintah desa dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di desa yang beragam, kondisi geografis yang sangat luas serta jumlah penduduk dan luas wilaah yang bervariasi.

Peran Kepolisian dalam Pengawasan dana Desa.

Kombes. Pol.  Totok Memaparkan Peran Kepolisian dalam Pengawasan Dana Desa. 

Dalam Hal Penguatan Pengawasan terhadap Dana Desa Peran Kepolisian sangatlah Penting. Disampaikan Oleh  Kombes. Pol. Totok suharyanto , S.I.K  M.Hum. selaku Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri., Kepolisian Memiliki Peran yang sangat strategis yaitu Peran Pre-Emptif yaitu kepolisian melakukan  pengawasan pendampingan dan Peran Merespon Pengaduan atau Temuan yang dilaporkan oleh Masyrakan ataupun Pihak Lain.

Pada Tahun 2015 sampai Tahun 2017 ada 138 Total aduan yang diterima oleh kepolisian terkait penyalahgunaan Dana Desa, 15  Kasus diantaranya masuk pada Tahap LIDIK,  82 Kasu tahap SIDIK, 40 kasus Tahap  dan ada 1 kasus yang sudah SP3. Pengaduan terbanyak sekitar 74 dari total aduan  adalah terkait pembangunan desa tidak sesuai spesifikasi, pelaksanaan tidak sesuai dengan kebutuhan, serta Masyarakat  tidak dilibatkan dalam musrenbangdes (musyawarah  rencana pembangun desa) , 11 kasus  mengurangi Volume Pekerjaan,8 kasus mark up anggaran dan  45 Kasus Penggelapan Dana Desa.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Oleh BPK.

Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA selaku anggota II BPK  mengharapkan pemerintah desa harus bersikap transparan  dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan kegiatan desa, minimal terhadap masyarakat. Selain itu, Desa Harus melakukan pengadministarian  atau pembukuan pembelanjaan agar saat pelaporan atau pemeriksaan bisa dipertanggungjawabkan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perlu melakukan pengawasan ataupun pendampingan  sejak proses penggunaan anggaran tidak tidak hanya melakukan pengawasan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Selain Itu Sebagai Lembaga Pemerintah, BPK Perlu Membangun Sinergitas dengan Lembaga Lain  sehingga adanya satu pemahaman dan Parameter  dalam hal pengawasan dan Pendampingan terhadap pengelolaan Keuangan Desa.

Salam Berdesa..!!

Panyerahan Cindramata kepada Narasumber


Pencanangan Imunisasi PCV di Lombok.

Kementerian Kesehatan sebagai tangan pemerintah yang mengurusi bidang kesehatan melalui Jenderal pencegahan dan pengendalian Penyakit bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB melaksanakan kegiatan media briefing dalam rangka pencanangan program demonstrasi imunisasi pcenomokokus konyugasi (PVC) di Ruang Rapat Utama Gubernur NTB.
Point yang dibahas dalam pertemuan ini adalah tentang kebijakan program demonstrasi imunisasi PCV, Latar Belakang dan epidemologi pneumokokus serta penyakit pneumonia, kesiapan pelaksanaan  program demonstrasi PCV di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur, Keamanan Vaksin PCV, Dan yang Terakhir dan yang paling penting adalah pandangan dan dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dalam Imunisasi PCV.

Sebagai Nara Sumber Direktur SKK, Prof. Dr. Sri Rezeki H. dr. Sp.A (K), Kadinkes Prov NTB, Ketua Komda KIPI Prov. NTB, Dan Ketua MUI NTB. Kegiatan dihadiri oleh pihak provinsi NTB, perwakilan tenaga kesehatan, ketua MUI seluruh kabubaten se NTB, Wartawan baik media cetak maupun TV Local serta temen-temen dari Blogger Lombok.

Untuk menghemat waktu, langsung aja ya.. Apasih sebenarnya Pneumokokus serta penyakit pneumonia itu..?? dari Namanya aja sudah Aneh  ya, Penyakit Pnemonia ini ngeri juga lho, menurut data WHO,  bahwa pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia dan berkontrisbusi terhadap 16% kematian balita setiap tahunnya. Dan diperkirakan 2 balita meninggal setiap menit disebabkan oleh pneumonia.
Di NTB merupakan kasus pneumonia tertinggi mencapai 6,38 % dari angka kasus pneumonia nasional sebesar  3, 55%  pada Tahun 2015.

Nah, untuk mengurangi dan mencegah penyakit pneumonia ini Direktur dan pengendalian penyakit kementerian kesehatan RI Dan Pemerintah NTB Mencanangkan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PVC) yang dilaksanakan secara bertahap dimulai dari kabupaten Lombok barat dan Lombok Timur.

Pemberian imunisasi diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat pneumonia secara signifikan. Vaksin Akan dibagikan secara gratis. Selain Itu Vaksin ini juga sudah memiliki sertifikat hala dari IFANCA (slamic food and nutrition councit of america) yang merupakan badan penilai dan penerbit sertifikasi halal yang telah diakui dan bekerjama dengan MUI.

Tiga hal penting dalam Program imunisasi yaitu selalu adanya penguatan atau perbaikan, kemudian terdapatnya inovasi baru dalam perkembanagan vaksin baru dan yang terakhir komunikasi kepada masyarakat terkait manfaat imunisasi sehingga masyarakatpun mengerti dan sadar bahwa imunisasi itu sangat penting.

Dalam penyampaian kepada masyarakat dinkes sangat memerlukan bantuan dari para penggiat media, baik jurnalis ataupun yang aktif di media sosial. Hal ini sangat penting sebagai sarana edukasi kepeda masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman ataupun kebingungan ditengah masyarakat. Media sangat berperan penting dalam kesuksesan program-program kesehatan, termasuk dalam imunisasi.
Selain itu, program ini juga tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari orang tua dan masyarakat. Perlu adanya peran aktif dari orang tua dan masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan imunisasi.

Salam Kesehatan..!
#bloggerkesehatan #kamarbloggerlombok #kankkung_lombok #anakkampung

Bersatu Untuk Sehat, Wujudkan Indonesia Hebat.

Kegiatan Temu Blogger Kesehatan di BallRoom Senggigi Hotel Aston INN Mataram pada tanggal 14 Juli yang bertemakan “ Wujudkan Indonesia Sehat melalui GERMAS”. GERMAS Yang Merupakan Singkatan dari Gerakan masyarakat hidup sehat adalah suatu tindakan sisitematis dan  terencana yang dilakukan secara bersama sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pada sesi dialog Intraktif bersama  oleh  sekretaris jenderal kementerian kesehatan RI dr. Untung suseno sutarjo, M.Kes, dan Kepala dinas kesehatan Provinsi Nusa tenggara Barat ,Ibu dr. Nurhandani Eka Dewi, Sp. A, yang dipandu oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan  Masyarakat Kementerian Kesehatan RI bapak drg. Oscar Primadi, MPH.

Sayapun tidak menyianyiakan kesempatan untuk memberikan beberapa pertanyaan dan saran terhadap program GERMAS dan yang berkaitan dengan problematika kesehatan lainnya. Adapun yang saya pertanyakan tentang beberapa hal yaitu;

Pertama, dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat perlu adanya sinergisitas antara lembaga ataupun kementerian dalam mewujudkan program GERMAS itu sendiri, dalam hemat saya kementerian kesehatan perlu membangun mitra dengan kementerian lainnya, misalnya saja dengan kementerian PUPR dalam hal perencanaan pembangunan yang memperhatikan lingkungan dan pengelolaan air bersih serta sarana lainnya.
Dalam pernyataannya sekjendpun mengiyakan  pernyataan saja, untuk menyukseskan GERMAS, memang tidak bias mengandalkan peran sector kesehatan sektor saja, peran dari kementerian dan lembaga sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat. Pemerintah baik ditingkat Pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasaran pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaanya.

Lebih lanjut disampaikan Gerakan nasional GERMAS adalah prakarsa presiden joko widodo, yang dalam pelaksanaan dikoordodinir langgsung oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Nasional). Tentu banyak melibatkan semua kementerian dan lembaga pemerintahan. karena GERMAS adalah  salah satu wujud dari revolusi mental yang merupaka jargon dari kabinet Presiden jokowi.

Kedua, sepertinya kebanyakan dari kita tidak memperhatikan bagaimana kata mampu mempengaruhi pola hidup atau tindakan kita.  Alam bawah sadar memiliki kekuatan sangat dahsyat dalam mempengaruhi kehidupan kita (kunjungi: http://yusuftantowi.blogspot.co.id/2016/04/kekuatan-pikiran-bawah-sadar.html ,  http://yusuftantowi.blogspot.co.id/2016/06/kejadian-mestakung-yang-saya-alami.html dan  http://yusuftantowi.blogspot.co.id/2016/06/mahnet-pikiran-bawah-sadar.html). Pada pokok ini, saya memberikan saran, untuk mengubah “ Rumah Sakit” diganti Namanya Dengan “Rumah Sehat”, sehingga ketika orang masuk kata sehat sudah tertanam dipikiran mereka, bukan kata “Sakit”, tentunya sesuai teori diatas ini sangat membantu dalam penyembuhan pasien yang dating. sekali lagi ini mungkin bisa dipandang remeh temeh tapi bagi saya ini sangat penting..!!

Sambil Tersenyum Sekjend menanggapi saran saya, sebenarnya ini menjadi perdebatan yang sudah lama mengenaai Rumah Sakit, Diceritakan Pula Tentang sejarah Rumah Sakit yang dasarnya karena kita adalah jajahan belanda yang dalam bahasa belanda rumah sakit adalah ziekenhuis, ini yang kemudian diadopsi oleh bangsa kita yang merupakan awal mula lahirnya kata rumah sakit.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan  pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit juga merupakan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan yaitu setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Terakhir, Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti disini. Semua Peserta termasuk Blogger yang hadir sangat mendukung program GERMAS, sebegai wujudnya kami siap menulis tentang program GERMAS atau tema lain yang berkaitan dengan kesehatan. Untuk itu, saya sangat mengharapkan untuk blogger tetap diikutsertakan dalam semua kegiatan kesehatan baik dari dinas kesehatan ataupun kementerian kesehatan. Misalnya saja, blogger diajak kelapangan langsung untuk mensosialisasikan program GERMAS kemudian dari pengalaman tersebut blogger pasti punya ide atau inspirasi untuk menulis tentang kesehatan masyarakat.

Ini dijawab langsung oleh ibu kepala dinas kesehatan NTB, Beliu menerima baik saran saya. Melalui kegiatan ini beliau juga siap membangun kerjasam dengan Blogger dan berjanji dalam kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan akan mengikutsertakan blogger, dan beliau juga berharap, blogger mampu mengambil peran untuk bagaimana mensukseskan Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Selfi Sebelum Acara Dimulai, Karena Senyum dipagi hari adalah cara sederhana menuju hidup sehat.





 ;-)  
#dukunggermas 
twitter: @kemenkesri  @orilombok


Blogger Diminta Memasyarakatkan Hidup Sehat.

Dialog Interaktif Sekjend Kemenkes RI bersama Peserta.
Pada hari Jum’at tanggal 14 Juli, saya bangun lebih awal dari biasanya  karena akan ada kegiatan Di Mataram bersama teman teman blogger, tepatnya di hotel Aston Inn Mataram. Kegiatan akan dimulai tepat pada pukul 09.00 sampai dengan 17.30 WIB.

Acara temu blogger kali ini difasilitasi oleh kementerian kesehatan RI, sekaligus untuk membangun komitmen kerjasama antar blogger untuk mengkampanyekan GERMAS yakni singkatan dari, gerakan masyarakat hidup sehat.
Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan suatu tindakan sisitematis dan  terencana yang dilakukan secara bersama sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Gerakan nasional GERMAS adalah prakasa dari presiden joko widodo, dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarkatkan paradigma sehat.

Kembali ke kegiatan temu blogger kesehatan.


Sebelum acara dimulai, para peserta diwajibkan terlebih dahulu untuk memeriksakan  kesehatan  yakni tinggi, berat badan , tensi darah, lingkaran perut, dan gula darah sewaktu (GDS) Serta konsultasi kesehatan.
Sesi selanjutnya dibahas tentang pengelolaan deteksi dini  penyakit tidak menular (PTM) Sebagai N


arasumber  dr. Birry Karim , Sp. PD (PARDI). Pada kesempatan ini dipaparkan  tentang penyakit tidak menular yang dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia,  tentu efeknya bisa berimbas kepada kualitas generasi bangsa.

Adanya pola hidup masyarakat dan kurang pendeteksian dini penyakit tidak menular adalah salah satu penyebab terjadinya pergeseran  pola penyakit (transisi epidemiologi). Bahkan di tahun 2015 peringkat tertinggi diduduki oleh penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), Kanker dan diabetes.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh sekretaris jenderal kementerian kesehatan RI dr. Untung suseno sutarjo, M.Kes, Kepala dinas kesehatan Provinsi Nusa tenggara Barat ,Ibu dr. Nurhandani Eka Dewi, Sp. A, dan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan  Masyarakat Kementerian Kesehatan RI bapak drg. Oscar Primadi, MPH.

Pada sesi dialog intraktif  bersama sekjend kemenkes RI dan Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) selain diberikan informasi sejarah dan Tujuan program GERMAS dan perkembangannya, juga dipaparkan terkait dengan peninjauan Implementasi PIS-PK Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Foto Bersama Sekjend Kemenkes RI, Kadis Kesehatan NTB Dan Peserta.

Di sesi terakhir para blogger diberikan workshop penulisan bertemakan mengulik bahasa, mendongkrak nilai blog, yang sebagai nara sumber adalah Anwari Natari atau yang akrab disapa mas Awai seorang Trainer, fasilitator, Moderator, dan Editor. Mas Awai banyak berbagi tentang pentingnya bahasa dalam suatu intraksi komunikasi , dalam hal blog antara penulis dan pembaca.

Agar peserta mudah dalam memahami penjelasannya, mas awai  memberikan  permainan yaitu tebak kata. Tidak lupa mas Awai berbagi pengalaman dan sharing pengetahuan serta trik trik jitu bagaimana agar blog memiliki pengunjung yang banyak.







                                                             Ayo Dukung GERMAS..!!
                                                           #dukunggermas @kemenkesri

Reuni di Acara Resepsi (smanel_08)



Mini Reunian Smanel 08'..
(Alumni SMAN 01 Aikmel Lulusan 2008)
.
Terkenang masa Putih Abu-Abu..
Kini sbagian sdah mnjadi Bapak dan Ibu..
Sepruhnya sedang Menuju..
Dan ada pula yang Masih Belum Laku.. wkwk
Saya di Golongan Sedang Menuju Meskipun Belum Laku.. 

hihi...
 
Foto Bersama Pengantin

Barokallahufik, Buat saudari Rihul Masyirah beserta Suami,
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah..

 Aamiin.

#kondangan #Mini_Reuni #smanel_08

Festival Pesona "BAU NYALE" 2017

 
Budaya Lombok - Lombok Tengah merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia. Di kabupaten ini terdapat beberapa objek wisata pantai yang sangat digemari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Salah satu dari sekian banyak objek wisata pantai yang paling fenomenal di wilayah ini adalah Pantai Seger Kuta, sebuah pantai berpasir putih yang berada di Pulau Lombok bagian selatan. Pantai Seger berlokasi tepat di sisi kiri Hotel Novotel Kuta, sekitar 65 kilometer jika ditempuh dari Kota mataram. Keindahan panorama pantai membuat para pelancong berdecak kagum dengan tempat ini, view alamnya yang masih alami, air lautnya yang jernih dan tenang, sungguh tempat yang ideal untuk berenang dan bercengkrama dengan air laut yang membiru.

Selain keindahan panorama pantai dan alamnya, Pantai Seger di Kuta Lombok juga memiliki banyak daya tarik yang tidak kalah eksotis bagi para pelancong. Sekali setahun diantara bulan Februari dan Maret, di Pantai yang berpasir putih merica ini diadakan sebuah pesta rakyat dan upacara budaya yang begitu populer yaitu "BAU NYALE". Unsur kata "bau" dan "nyale" berasal dari bahasa suku Sasak Lombok dengan definisi "bau" yang berarti menangkap, dan "nyale" yang diartikan sebuah binatang laut sejenis cacing kecil yang hidup di karang dan lubang lubang batu dibawah permukaan laut. 


Event Bau Nyale adalah sebuah perayaan dan tradisi yang begitu melegenda dan memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi suku asli Sasak. Perayaan Pesta Bau Nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di bagian Lombok Selatan, yakni di masyarakat Desa Pujut khususnya, dan masyarakat Lombok umumnya. Cerita Rakyat tersebut menceritakan tentang seorang putri di jaman dahulu kala yang begitu terkenal arif dan bijaksana, Putri Mandalika namanya. Dia adalah seorang putri yang berparas elok an cantik jelita dari seorang Raja yang berkuasa di Lombok. Wajah yang cantik, tubuhnya yang ramping dan perangainya yang baik, membuat para pangeran pangeran dari berbagai negeri di waktu itu ingin mempersuntingnya sebagai istri atau permaisuri. Setiap pangeran yang hendak datang melamarnya tidak ada yang ditolaknya. Namun, antara pangeran yang satu dengan pangeran pangeran yang lain tidak menerima jika sang Putri nan elok itu diperistri oleh banyak pangeran. Hal ini dianggap akan menjadi sumber peperangan antara kerajaan yang satu dengan lainnya. Hal itu pulalah yang membuat Putri Mandalika gelisah bukan kepalang, ia selalu menyendiri dan termenung, berfikir agar tidak terjadi pertumpahan darah karena perebutan dirinya.

Apa yang dilakukan oleh sang Putri Mandalika untuk menghindari terjadinya peperangan dan pertumpahan darah tersebut? Lalu siapa pangeran yang beruntung mempersunting Putri Mandalika?
Kisahnya sudah kami tuliskan dalam artikel sejarah : "Putri Mandalika, Putri Cantik Jelita yang Melegenda ".

Cerita rakyat yang kami sajikan di link tersebut kami anggap cerita teladan dan inspirasi yang mengandung nilai-nilai moral yang bisa dijadikan pedoman kehidupan sehari hari kita. Salah satunya adalah sifat rela berkorban. Sifat ini tercermin pada sifat sang Putri ketika ia merelakan diri dan mengorbankan jiwa raganya demi meredam gejolak dan terjadinya pertumpahan darah antara pangeran pangeran yang menginginkannya. Ia lebih meyakini bahwa mengorbankan dirinya akan lebih bermanfaat daripada mengorbankan masyarakatnya. 


Cerita tentang Putri Mandalika tersebut juga merupakan cerita yang begitu melegenda di kalangan masyarakat Lombok yang menceritakan asal usul perayaan Event Bau Nyale (menangkap cacing), terutama di kalangan suku Sasak asli. Hingga kini, masyarakat Lombok setahun sekali menyelenggarakan perayaan Bau Nyale antara bulan Februari dan Maret. Event Bau Nyale kini sudah menjadi salah satu daya tarik yang begitu ditunggu kedatangannya oleh para wisatawan asing. Oleh karenanya, Pemda Lombok Tengah menjadikan upacara sakral ini sebagai aset budaya lokal yang penyelenggaraannya telah menjadi event kegiatan budaya nasional. Tradisi Sakral yang melegenda ini diwariskan sebelum abad ke 16 masehi secara turun temurun oleh suku asli Sasak. Saat event ini dilangsungkan, semenjak sore hari masyarakat setempat dan masyarakat Lombok secara umum akan berdatangan dan ikut serta beramai ramai menangkap Nyale di sepanjang pesisir Pantai Selatan Lombok, terutama di Pantai Seger Kuta Lombok, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Semenjak berkembangnya dunia pariwisata di Lombok, Event Bau Nyale biasanya dirangkai dengan beragam kesenian lokal tradisional seperti Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cindera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu), dan tidak ketinggalan pula pementasan drama kolosal Putri Mandalika, dihadiri oleh pejabat daerah setempat sampai jajarang pemerintah Provinsi NTB dan juga dari petinggi petinggi dari luar pulau Lombok.
Tradisi Bau Nyale sudah menjadi tradisi yang susah untuk ditinggalkan bagi masyarakat setempat, karena mereka meyakini bahwa upacara Bau Nyale ini memiliki tuah yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi yang menganggap remeh. Menurut keyakinan masyarakat Lombok, cacing laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan, terutama untuk kesuburan tanah pertanian agar menghasilkan panen yang memuaskan. Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya akan mereka taburkan ke sawah sawah untuk kesuburan padi dan tanaman lainnya. Selain itu, Nyale juga mereka jadikan santapan lezat berupa emping Nyale, lauk pauk, obat kuat dan beberapa keyakinan lain yang mereka pikirkan.

Secara ilmiah, cacing Nyale yang pernah diteliti memang mengandung protein hewani yang begitu tinggi, selain itu Dr. dr. Soewignyo Soemohardjo dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa cacing Nyale bisa mengeluarkan zat yang terbukti mampu membunuh kuman-kuman. Sedangkan secara sosial dan budaya, berdasarkan sebuah survey di kalangan para petani di wilayah Lombok tengah, bahwasanya 70.6% responden yang membuang daun bekas pembukus Nyale Pepes ke area persawahan bisa membuat kesuburan tanah meningkat dan hasil pertanian masyarakat juga menjadi meningkat. 


Sumber Artikel: http://www.wisatadilombok.com/2015/01/event-bau-nyale-tradisi-sakral-dan.html

Green Building dan Teknologi bangunan ramah lingkungan

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkembang selayaknya Provinsi-Provinsi di  Indonesia saat ini. Walaupun masih jauh dari sebutan metropolitan, pembangunan di NTB  sudah terlihat bibit-bibit kemetropolitanya khususnya di kota Mataram. Kasus pembangunan  hotel-hotel besar-besaran secara serempak misalnya. Dari begitu banyaknya pembangunan  hotel yang diijinkan untuk dibangun, mungkin pemerintah mataram ingin membawa citra mataram lebih kearah pariwisata.

Diantara Misi NTB salah satunya adalah Melakukan percepatan pembangunan  infrastruktur strategis dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini yang kemudian terlihat dari pembangunan-pembangunan yang sudah terlihat pada saat ini. Kalau kota Mataram saat ini banyak membangun Hotel, itu merupakan dari menuju misi diatas. Kenyaataanya Booming kegiatan nasional dan Internasional yang diselenggarakan di Kota Mataram ini harus ditanggkap sebagai peluang yang bisa mengangkat perekonomiaan , meskipun tetap harus diperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah kita.

NTB Selain dikenal sebagai “bumi seribu masjid”, dikenal juga dengan sebagai bumi yang mempunyai keindahan alam yang menakjubkan sehingga visi menjadikan NTB sebagai tujuan pariwisata juga dikembangkan oleh pemerintah. Hal itu sehingga pembangunan hotel-hotel sebagai tempat penginapan para wisatawan semakin marak seperti terlihat di wajah Kota Mataram. Terlihat dari pembangunan yang sudah dan sedang berlangsung. Visi pembangunan kota mataram sebagai kota pendidikan di NTB dan selain itu NTB juga mengembangkan dibidang pariwisata sesuai dengan visi pemerintah yaitu visit Lombok Sumbawa.

Agaknya menjadi angin segar bagi Investor untuk ramai-ramai berinvestasi hotel berbintang di Mataram.
Seolah menjadi tren, tahun ini di Mataram telah  dibangun beberapa hotel berbintang. Diantara hotel-hotel tersebut adalah hotel palm. Hotel Palm yang terletak di Jalan Brawijaya Mataram, lokasi di pinggir jalan Raya besar menuju Kota Ampenan Dan Terminal Mandalika Sweta. Hotel ini sedang dalam tahap pembangunan. Rencana Bangunan hotel ini terdiri dari beberapa lantai dimana kamar lantai paling atas anda bisa melihat pemandangan seluruh Kota Mataram dari dalam kamar. Hotel palm menawarkan fasilitas hotel Bintang 3 di Kota Mataram.

Selain pembangunan dibidang perhotelan, dalam wajah Mataram juga terlihat pembangunan-pembangunan infrastruktur lainnya yang masing dikategorikan dalam bentuk gedung. Hal ini yang kemudian menjadikan raut wajah mataram yang semula Nampak asri kini beberapa tahun lagi akan menjadi bangunan-bangunan ruko, perkantoran, perumahan, dan hotel tentunya.

Seiring berjalannya Pembangunan gedung-gedung tersebut, tak dapat dihindari pula terjadinya Pemanasan Global. akibat pemanasan global tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Dalam konsep bangunan gedung hijau atau yang ramah lingkungan menekankan pemanfaatan dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energy, dan material bangunan. Mulai dari perencanaaan, hingga pemeliharaan gedung.



Menghindari untuk terjadinya global warming tersebut. Konsep dari Green Building atau Pembangunan gedung ramah lingkungan sudah sepantasnya diterapkan. Green building merupakan konsep desain, pembangunan , dan pemeliharaan bangunan yang dapat membuat bangunan itu menjadi sebuah sarana/masukan energi bagi sistem lain, dimana keberadaannya mampu memperbaiki dan membangkitkan sistem di sekitarnya secara berkesinambungan. Hal ini berarti, bangunan itu tidak hanya merupakan produk hasil akhir, namun dapat mengolah keluaran energinya sehingga bermanfaat bagi sistem lain dalam lingkungan itu. Menganalisa Pendekatan green building dapat ditempuh melalui beberapa cara, diantaranya perancangan tapak bangunan secara tepat, konservasi dan efisiensi energi, konservasi dan efisiensi air, kualitas udara dalam ruang, dan kenyamanan termal, pengelolaan lahan dan limbah, pelaksanaan pada masa konstruksi pada bangunan, dan memastikan elemen-elemen adaptasi perubahan iklim tercakup dalam desain banguna.
Dilihat dari Pola penerapan pembangunan Gedung Di NTB. Pada saat ini yang

terjadi adalah bangunan seakan-seakan perencana atau kontraktor lebih memperhatikan nilai-nilai kemewahannya dan estetikanya daripada mengunakan konsep green Building Itu sendiri. Seharusnya pembangunan sebuah gedung harus lebih memperhatikan dampak bangunan tersebut bagi lingkungannya. Sehingga Konsep green Building tersebut bisa dikombinasikan dengan Nilai estetika dan kemewahan Gedung.

Menurut hasil penelitian terbaru, Green Building mampu mengurangi biaya tinggal, biaya pengelolaan jangka panjang, meningkatkan kesehatan penghuni dan produktifitas pekerja. Dalam beberapa Survei juga menyatakan, pasar bagi gedung ramah lingkungan baru maupun hasil renovasi meningkat secara signifikan. Tahun lalu (2010) sebanyak 35% gedung baru di Amerika telah dibangun dengan prinsip hijau atau ramah lingkungan. Efisiensi energi ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan yang bisa meningkatkan imbal hasil investasi (ROI), sewa gedung dan tingkat hunian. Hal ini sudah seharusnya menjadi motivasi bagi perencana dan pelaku dibidang pembangunan gedung khususnya di Kota Mataram.

Melihat dari konsep Green Building, pemanfaatan terang langit dan pencahayaan alami sinar matahari untuk mengurangi penggunaan listrik di siang hari juga bisa dilakukan untuk Efisiensi penggunaan energy, Untuk mempermudah penghematan energi dari penerangan ruang dapat pula dengan Menggunakan system intelegent lighting system yang dikendalikan oleh main control panel sehingga nyala lampu dimatikan secara otomatis oleh motion sensor & lux sensor. selain itu penggunaan ventilasi sebagai distribusi udara untuk mengurangi Penggunaan AC. Karna seperti yang kita ketahui unsur yang terkandung dalam AC sangat berbahaya bagi Lapisan ozon dan dapat menyebabakan efek rumah kaca.

Bangunan gedung yang memiliki bentuk massa bangunan yang tipis, baik secara vertikal maupun horizontal. Sisi tipis di puncak gedung didesain agar mampu menjadi shading bagi sisi bangunan dibawahnya sehingga dapat membuat bagian tersebut menjadi lebih sejuk. Pada desain gedung sebisa mungkin memiliki area opening yang lebih banyak di sisi timur. hal ini agar pencahayaan dengan menggunakan Energi Listrik dapat diminimalisir dengan pemanfaatan dari Sinar Matahari. Selain itu cahaya pada sore hari (matahari barat) lebih bersifat panas dan menyilaukan.

Penggunaan Shading light shelf juga bermanfaat mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung namun tetap memasukan cahaya dengan efisien. Dengan light shelf, cahaya yang masuk kedalam bangunan dipantulkan ke ceilin. Panjang shading pada sisi luar light shelf dapat direncanakan sehingga sinar matahari tidak menyilaukan aktifitas manusia di dalamnya. Cahaya yang masuk dan dipantulkan ke ceiling tidak akan menyilaukan namun tetap mampu memberikan cahaya yang cukup.

Efisiensi Pengunaan Lahan juga harus diperhatikan, karna Lahan merupakan faktor yang sangat mendukung untuk sebuah gedung. Lokasi sebuah Lahan sangat menentukan penggunaan Konsep Green Building. Penggunaan lahan secara efisien, kompak dan terpadu Sehingga meminimalisasi building coverage.

Tanaman Hijau juga tidak terlepas dari Konsep Green Building. Pemanfatan Tanaman hijau sebagai penghasil Oksigen (O2)dan penyerap karbon dioksida (CO2) untuk meminimalisir Global Warming. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan menanam Pohon atau Tanaman Hijau disekitar gedung yang akan dibangunan. Selain mempunyai Fungsi tadi Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau tersebut juga dapat design atau direncanakan untuk menambah nilai estetika gedung itu sendiri. Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau.

Teknologi juga sangat dibutuhkan untuk menerapkan Green Building,misalnya dengan penggunaan Panel Surya yang dapat memanfaatkan potensi energi untuk menghasilkan energi baru untuk keperluan domestik maupun bangunan lain secara independen. Pengolahan Limbah yang dihasilkan oleh sebuah gedung juga harus diperhatikan. Sehingga Sistem pengolahan Limbah seperti air kotor tidak membebani sistem aliran kota, Mengolah air kotor dan air bekas sehingga dapat digunakan kembali atau disebut Water Recycling System, misalnya untuk keperluan flushing toilet ataupun system penyiraman tanaman untuk efisiensi penggunaan air. Begitu juga Limbah Sampah, dalam pelaksaanaan pembangunan sebuah gedung serta dalam pengoperasian nantinya merupakan penghasil sampah yang sangat tinggi baik sampah organik maupun non organik.

Perbaikan kwalitas pembangunan khususnya dalam bidang gedung sudah seharusnya diaplikasikan dengan konsep Green Building tersebut. Harapanya kontribusi nyata dari pelaku konstruksi gedung, baik pemerintah, investor, konsultan, kontraktor atau pun masyarakat umum untuk bisa memberikan solusi terhadap pembangunan gedung. Sehingga jaminan untuk Green Building bisa Tercipta.

Climate Change, Fenomena Global.

 Mengamati prilaku Alam saat ini semakin sulit untuk ditebak. Perubahan cuaca maupun musim sudah tak bisa lagi diprediksi iramanya. Bisa jadi ini disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang tak lagi peduli terhadap lingkungannya.

Beberapa hal yang kini menjadi permasalahan-permasalahan lingkungan yang mau tidak mau, siap tidak siap yang harus kita hadapi antara lain Pemanasan global yang memicu perubahan iklim, Bencana banjir, Pengelolaan lingkungan yang buruk ,Ketidakseimbangan ekosistem ,Kekeringan dilereng pengunungan ,Krisis air bersih, Perilaku buang sampah sembarangan ,Cuaca yang semakin panas ,Semakin berkurangnya daerah resapan dan ruang terbuka hijau, Aktivitas illegal logging, Pencemaran limbah industri ,Tingginya polusi akibat pencemaran udara, Adanya efek rumah kaca yang ditandai melelehnya es di kutub, Dan Tentunya masih banyak lagi untuk disebutkan. (Lirik Lagu Iwan Fals).

Dengan adanya pengaruh dari prilaku manusia diiringi dengan perubahan yang terjadi pada alam. Berlahan-lahan keseimbangan alam pun berubah, tanpa disadari sangat merugikan segala aspek kehidupan manusia. Karena Alam dan manusia tak dapat dipisahkan. Namun kenyataan berkata, masih ada beberapa manusia yang belum sadar bahkan tidak peduli sama sekali akan hal ini.

Berkaitan Dengan Hal itu Pengelola Magister Teknik Sipil yang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram mengadakan Kuliah Umum dengan Pembicara Dr. Agus Supangat Selaku Koordinator Divisi Peningkatan Kapasitas, Penelitian dan Pengembangan di Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Kuliah Umum ini dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 16 Maret 2015, dimulai dari jam 10.00 Wita yang Bertempat di Lantai 3 Gedung Ungu Fakultas Teknik UNRAM. Dalam Kuliah umum ini ada tiga hal pokok yang menjadi materi yang diberikan oleh pembicara. Yaitu Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan, Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur, Dan Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.

Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Dalam menyikapi Perubahan Iklim yang terjadi Sudah tidak terelakkan lagi bahwa harus ada solusi yang tepat. Yakni Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Pengertian Adaptasi dalam Hal ini adalah Respon Terhadap Perubahan Iklim yang bertujuan untuk mengurangi Keruntuhan Sistem Biologis terhadap efek Perubahan Iklim. Sedangkan Mitigasi Perubahan Iklim merupakan cara untuk membatasi besarnya dan atau laju perubahan iklim jangka panjang.

Untuk Memasyarakatkan Isu Perubahan Iklim terkait Adaptasi dan Mitigasi dengan memberikan kesadaran serta Istilah “Perubahan Iklim” dapat dipahami dan diakui oleh masyarakat umum “Nonscientific”.

Fenomena perubahan Iklim merupakan fenomena yang Global. Karena dibelahan dunia manapun pasti akan mengalaminya, dan juga perubahan Iklim telah menjadi sesuatu yang simultan baik Pemahaman Fenomena Fisika Bumi Maupun kaitannya dengan Fenomena Sosial. Selain itu, Perubahan Iklim juga bias berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat.

Sepertinya, Dalam hal Perubahan Iklim ataupun Kerusakan Lingkungan Berlaku Pribahasa yang Mengatakan “Satu Makan Nangka, Semua Kena Getahnya”. Satu orang yang Berbuat, Semua orang kena Akibat. Satu orang yang menebang Pohon, Rumah sekampung hancur karena longsor, satu orang yang buah sampah sembarangan, satu wilayah terendam kebanjiran. Bagaimana kalau semua orang buah sampah sembarangan..?? silahkan dijawab dalam hati nurani kita masing-masing.

Menyikapi Hal itu, Tentunya Sangatlah Penting untuk Memasyarakatkan isu tentang Perubahan Iklim ini. Tidak hanya tanggung jawab lembaga ataupun pemerintah, namun beban saling menesehati dan memperingati agar terjaganya keseimbangan alam berada dipundak setiap orang. Siapapun memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur

Sepertinya sudah tidak asing buat kita, Jika Indonesia dikenal dengan Negara Maritim. Indonesia yang lebih dari setengah wilayahnya merupakan daerah kelautan. Beribu-ribu pulau terjejer disatukan oleh laut yang indah, pastinya kita sepakat. Ini merupakan anugerah sekaligus kekayaan alam yang sangat luar biasa.

Dari beberapa sumber data, Panjang Pantai Indonesia lebih dari 90.000 KM, dan disitu pula terdapat 15 persen terumbu karang dunia, 600 lebih Spesies Coral tertinggi di Dunia dan 2.000 Lebih Spesias Ikan Pantai. Menakjubkan Bukan..? Dalam Hal Ini Saya mengajak kita semua untuk Berkata. Aku bangga Menjadi Orang Indonesia..!!

Lalu kemudian Bagaimana hubungan antara Perubahan Iklim terhadap Perikanan khususnya Di Indonesia.?.

Implikasi Perubahan Iklim terhadap Perikanan dan Kelautan yaitu Perubahan Iklim dan Pengasaman Laut Mengubah Ekosistem Laut. Ini dapat terjadi karena adanya kegiatan penangkapan yang berlebihan , menghilangkan habitat, dan Polusi. Tentu Ini Cakupannya dalam Skala global.

Perubahan Iklim juga bisa menyebabkan Peningkatan “zona mati”di laut dan peningkatan alga bloom yang membahayakan, ekosistem terumbu karang menurun, perikanan pesisir runtuh, dan pemutihan karang.

Untuk mengurangi Implikasi dari Perubahan Iklim Terhadap perikanan, Kaum Nelayan pada khususnya dapat melakukan upaya adaptasi terhadap Perubahan Iklim. Diantaranya dengan Menghalangi Asupan ketika pH Berada dibawah ambang batas, kemudian memindahkan tempat penetesan , Mencari Tempat pemancingan baru atau mencari Target Spesies baru, Tetap menjaga spesies yang terdapat dilaut dengan pemanfaatan dengan sebaik-baiknya dan tidak berlebihan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.
(Climate Change Implications For Building & Transport)

Seiring berkembangnya Teknologi tentunya diiringi pula dengan terjadinya perubahan-perubahan Terhadap Alam, Salah satunya Perubahan pada Iklim. Rusaknya Alam serta Berubahnya Iklim mempengaruhi Prilaku Manusia. Kaitannya dengan itu Bangunan dan Transportasi sebagai aspek yang vital dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia juga sangat terpengaruh.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Proyek Pembangunan Global yakni dengan naiknya Suhu udara. Temperatur Bumi yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Memanasnya suhu bumi akan menyebabkan beberapa bangunan akan mengalami kerusakan dan transportasi dalam hal ini misalnya jalan yang material utamanya asapal akan cepat mengalami kerusakan.

Dengan Berubahnya Temperatur udara tentu akan memepengaruhi berbagai Aspek dalam perencanaan dalam suatu bangunan, misalnya Design, Kontruksi, dan pengoperasian bangunan itu sendiri. Untuk mengasilkan Keamanan dan kenyaman dalam sebuah bangunan, ketiga hal tersebut harus sangat diperhatikan. Dan ini harus diadaptasikan dengan Perubahan Iklim yang Terjadi.

Terkait dengan Hubungan Antara Perubahan Iklim Dengan Transportasi, Sebagaimana yang kita ketahui Transportasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Transportasi bukan hanya memindahkan orang namun barang dapat tersalurkan dengan adanya Transportasi.

Setiap Jenis moda transportasi sangat dipengaruhi oleh Perubahan Iklim, contohnya saja Pesawat Terbang, Kereta Api, Kapal dan Jalan Raya. Dengan moda yang berbeda Implikasi Perubahan Iklim berbeda pula. Namun Intinya Perubahan Iklim dapat memmpengaruhi segara moda transportasi Tersebut.

Lalu, Langkah Kecil Apa yang bisa kita lakukan untuk dapat menguragi dampak rusaknya Alam Khususnya Perubahan Iklim. Beberapa Solusi yang dapat di Aplikasikan adalah Kesadaran dari setiap orang, pemimpin pro-lingkungan, serta kesadaran dari perusahaan industry, Mengoptimalkan peran-peran lembaga bidang lingkungan. Penyampaian melalui seruan dan maupun Aksi Lingkungan. Menggelar pengkajian lingkungan yang Konsisten dan Kontinu. Terakhir, Teringat Pesannya A.A Gym yaitu 3 (tiga M), Mulai dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal Yang Kecil, Dan Mulai dari Sekarang. Lalu Tunggu Apalagi..??












Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..