Climate Change, Fenomena Global.

 Mengamati prilaku Alam saat ini semakin sulit untuk ditebak. Perubahan cuaca maupun musim sudah tak bisa lagi diprediksi iramanya. Bisa jadi ini disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang tak lagi peduli terhadap lingkungannya.

Beberapa hal yang kini menjadi permasalahan-permasalahan lingkungan yang mau tidak mau, siap tidak siap yang harus kita hadapi antara lain Pemanasan global yang memicu perubahan iklim, Bencana banjir, Pengelolaan lingkungan yang buruk ,Ketidakseimbangan ekosistem ,Kekeringan dilereng pengunungan ,Krisis air bersih, Perilaku buang sampah sembarangan ,Cuaca yang semakin panas ,Semakin berkurangnya daerah resapan dan ruang terbuka hijau, Aktivitas illegal logging, Pencemaran limbah industri ,Tingginya polusi akibat pencemaran udara, Adanya efek rumah kaca yang ditandai melelehnya es di kutub, Dan Tentunya masih banyak lagi untuk disebutkan. (Lirik Lagu Iwan Fals).

Dengan adanya pengaruh dari prilaku manusia diiringi dengan perubahan yang terjadi pada alam. Berlahan-lahan keseimbangan alam pun berubah, tanpa disadari sangat merugikan segala aspek kehidupan manusia. Karena Alam dan manusia tak dapat dipisahkan. Namun kenyataan berkata, masih ada beberapa manusia yang belum sadar bahkan tidak peduli sama sekali akan hal ini.

Berkaitan Dengan Hal itu Pengelola Magister Teknik Sipil yang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram mengadakan Kuliah Umum dengan Pembicara Dr. Agus Supangat Selaku Koordinator Divisi Peningkatan Kapasitas, Penelitian dan Pengembangan di Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Kuliah Umum ini dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 16 Maret 2015, dimulai dari jam 10.00 Wita yang Bertempat di Lantai 3 Gedung Ungu Fakultas Teknik UNRAM. Dalam Kuliah umum ini ada tiga hal pokok yang menjadi materi yang diberikan oleh pembicara. Yaitu Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan, Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur, Dan Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.

Memasyarakatkan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Dalam menyikapi Perubahan Iklim yang terjadi Sudah tidak terelakkan lagi bahwa harus ada solusi yang tepat. Yakni Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Pengertian Adaptasi dalam Hal ini adalah Respon Terhadap Perubahan Iklim yang bertujuan untuk mengurangi Keruntuhan Sistem Biologis terhadap efek Perubahan Iklim. Sedangkan Mitigasi Perubahan Iklim merupakan cara untuk membatasi besarnya dan atau laju perubahan iklim jangka panjang.

Untuk Memasyarakatkan Isu Perubahan Iklim terkait Adaptasi dan Mitigasi dengan memberikan kesadaran serta Istilah “Perubahan Iklim” dapat dipahami dan diakui oleh masyarakat umum “Nonscientific”.

Fenomena perubahan Iklim merupakan fenomena yang Global. Karena dibelahan dunia manapun pasti akan mengalaminya, dan juga perubahan Iklim telah menjadi sesuatu yang simultan baik Pemahaman Fenomena Fisika Bumi Maupun kaitannya dengan Fenomena Sosial. Selain itu, Perubahan Iklim juga bias berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat.

Sepertinya, Dalam hal Perubahan Iklim ataupun Kerusakan Lingkungan Berlaku Pribahasa yang Mengatakan “Satu Makan Nangka, Semua Kena Getahnya”. Satu orang yang Berbuat, Semua orang kena Akibat. Satu orang yang menebang Pohon, Rumah sekampung hancur karena longsor, satu orang yang buah sampah sembarangan, satu wilayah terendam kebanjiran. Bagaimana kalau semua orang buah sampah sembarangan..?? silahkan dijawab dalam hati nurani kita masing-masing.

Menyikapi Hal itu, Tentunya Sangatlah Penting untuk Memasyarakatkan isu tentang Perubahan Iklim ini. Tidak hanya tanggung jawab lembaga ataupun pemerintah, namun beban saling menesehati dan memperingati agar terjaganya keseimbangan alam berada dipundak setiap orang. Siapapun memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Perikanan dan Akukultur

Sepertinya sudah tidak asing buat kita, Jika Indonesia dikenal dengan Negara Maritim. Indonesia yang lebih dari setengah wilayahnya merupakan daerah kelautan. Beribu-ribu pulau terjejer disatukan oleh laut yang indah, pastinya kita sepakat. Ini merupakan anugerah sekaligus kekayaan alam yang sangat luar biasa.

Dari beberapa sumber data, Panjang Pantai Indonesia lebih dari 90.000 KM, dan disitu pula terdapat 15 persen terumbu karang dunia, 600 lebih Spesies Coral tertinggi di Dunia dan 2.000 Lebih Spesias Ikan Pantai. Menakjubkan Bukan..? Dalam Hal Ini Saya mengajak kita semua untuk Berkata. Aku bangga Menjadi Orang Indonesia..!!

Lalu kemudian Bagaimana hubungan antara Perubahan Iklim terhadap Perikanan khususnya Di Indonesia.?.

Implikasi Perubahan Iklim terhadap Perikanan dan Kelautan yaitu Perubahan Iklim dan Pengasaman Laut Mengubah Ekosistem Laut. Ini dapat terjadi karena adanya kegiatan penangkapan yang berlebihan , menghilangkan habitat, dan Polusi. Tentu Ini Cakupannya dalam Skala global.

Perubahan Iklim juga bisa menyebabkan Peningkatan “zona mati”di laut dan peningkatan alga bloom yang membahayakan, ekosistem terumbu karang menurun, perikanan pesisir runtuh, dan pemutihan karang.

Untuk mengurangi Implikasi dari Perubahan Iklim Terhadap perikanan, Kaum Nelayan pada khususnya dapat melakukan upaya adaptasi terhadap Perubahan Iklim. Diantaranya dengan Menghalangi Asupan ketika pH Berada dibawah ambang batas, kemudian memindahkan tempat penetesan , Mencari Tempat pemancingan baru atau mencari Target Spesies baru, Tetap menjaga spesies yang terdapat dilaut dengan pemanfaatan dengan sebaik-baiknya dan tidak berlebihan.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Bangunan dan Transportasi.
(Climate Change Implications For Building & Transport)

Seiring berkembangnya Teknologi tentunya diiringi pula dengan terjadinya perubahan-perubahan Terhadap Alam, Salah satunya Perubahan pada Iklim. Rusaknya Alam serta Berubahnya Iklim mempengaruhi Prilaku Manusia. Kaitannya dengan itu Bangunan dan Transportasi sebagai aspek yang vital dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia juga sangat terpengaruh.

Implikasi Perubahan Iklim Terhadap Proyek Pembangunan Global yakni dengan naiknya Suhu udara. Temperatur Bumi yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Memanasnya suhu bumi akan menyebabkan beberapa bangunan akan mengalami kerusakan dan transportasi dalam hal ini misalnya jalan yang material utamanya asapal akan cepat mengalami kerusakan.

Dengan Berubahnya Temperatur udara tentu akan memepengaruhi berbagai Aspek dalam perencanaan dalam suatu bangunan, misalnya Design, Kontruksi, dan pengoperasian bangunan itu sendiri. Untuk mengasilkan Keamanan dan kenyaman dalam sebuah bangunan, ketiga hal tersebut harus sangat diperhatikan. Dan ini harus diadaptasikan dengan Perubahan Iklim yang Terjadi.

Terkait dengan Hubungan Antara Perubahan Iklim Dengan Transportasi, Sebagaimana yang kita ketahui Transportasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Transportasi bukan hanya memindahkan orang namun barang dapat tersalurkan dengan adanya Transportasi.

Setiap Jenis moda transportasi sangat dipengaruhi oleh Perubahan Iklim, contohnya saja Pesawat Terbang, Kereta Api, Kapal dan Jalan Raya. Dengan moda yang berbeda Implikasi Perubahan Iklim berbeda pula. Namun Intinya Perubahan Iklim dapat memmpengaruhi segara moda transportasi Tersebut.

Lalu, Langkah Kecil Apa yang bisa kita lakukan untuk dapat menguragi dampak rusaknya Alam Khususnya Perubahan Iklim. Beberapa Solusi yang dapat di Aplikasikan adalah Kesadaran dari setiap orang, pemimpin pro-lingkungan, serta kesadaran dari perusahaan industry, Mengoptimalkan peran-peran lembaga bidang lingkungan. Penyampaian melalui seruan dan maupun Aksi Lingkungan. Menggelar pengkajian lingkungan yang Konsisten dan Kontinu. Terakhir, Teringat Pesannya A.A Gym yaitu 3 (tiga M), Mulai dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal Yang Kecil, Dan Mulai dari Sekarang. Lalu Tunggu Apalagi..??












Nikmatnya Durian, Indahnya Persahabatan.

Cerita Manis bersama Sahabat sepertinya takkan Ada Habisnya. Beberapa Hari Tak bisa Bertemu karena kesibukan masing-masing, mungkin saja menyebabkan sebuah penderitaan yang harus dihadapi diantara kami yang telah dipersatukan oleh rasa “Persahabatan”. Ciileeh, lebay banget..!! bisikan salah satu sahabat diseberang sana.

Rasa Rindu tentunya takkan bisa terobati selain bertemu. Entah itu pertemuan yang direncanakan maupun tanpa direncanakan. Yang penting adalah bisa berbagi cerita ataupun informasi terhangat masa kini. Bisa itu berupa berita ataupun Gosip Semata. Hehe

Baiklah, Agar Tidak Membosankan. Langsung saja ke cerita. Cekidot ya….

Pada Bulan Maret, musim hujan masih terjadi, namun bukan itu pembahasan kita kali ini. Yang menjadi Topik kita saat ini tak lain dan tak bukan adalan tentang satu buah yang sangat fenomenal yaitu Duren alias Durian (gue akan lebih sering memakai kata Duren). Bahkan Buah ini terdapat dalam judul sebuah lagu yang di Populerkan Oleh Julia Perez. Eeeeits. Sekali Lagi Gue Tegaskan, Ini cerita tentang pemburuan Buah Duren. Jangan Gara-Gara Masih Musim Hujan berpikirnya entar cerita tentang “belah duren” lho ya..

Seperti biasa, bila bertemu dengan Sahabat-sahabat Gue. Yaitu Rendi, Najmi, Dan Arin. Yan dan Ryan gak bisa ikutan karena mereka lagi diluar kota. Maka pembicaraan, gosip, cerita, bahkan ide-ide mengalir dari mulut-mulut manis mereka. Namun jangan senang dulu, kadang-kadang olokan, ejekan mereka tak kalah manisnya. Ini bukannya buka Aib temen sendiri lho ya, Tapi memang Gitu Kok kenyataannya.. hehe

Lalu, Hubungannya Tentang Duren Apa..!!??

Sabaar dulu dong , udah gak tahan ya..??

Jadi Gini, Dihari yang begitu Indah. Kita kembali dipertemukan oleh Yang Maha Kuasa. (Ahh… Maaf Bahasanya Agak gimana gitu). Yang jelas Intinya Kami kembali berkumpul dalam sebuah teras kontrakan yang terletak di Gomong Lama. Ah, Ribet amet sih. Pokoknya kita kumpul gitu dah di kostnya Arin.. hahaha

Kemudian entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja keluar ide untuk berburu duren. Gue lupa siapa yang punya ide gila kayak gtu. Kenapa Gue bilang gila. Jelaslah, mereka gak tau, dompet Gue lagi hampa nih. Sehampa hati Gue.. ckckc Tapi gue sadarlah, Ide ini bukan tanpa Alasan, karena memang saat ini musim duren.

Ah, Akhirnya gue pura-pura aja jadi orang yang berduit. Karena kesepakatannya pada saat itu adalah kita ngeluarin masing-masing Rp. 20.000, Gue malu lah ngintip Dompet, tapi seinggat gue didompet masihlah ada sekitar 15 atau 10 ribu. Sisanya gue ntar minta dibayarin sama yang lain. haha

Selain kami berempat, ikut juga Adi dan Totoq, temen sekelas juga. Namun mereka sudah di Ijin kan oleh Tuhan untuk lebih dulu mendapatkan Gelar Sarjana. Bukan masalahnya dia pinter terus gue bego ya, tapi masalahnya dia lebih dulu dikeluarkan dari kampus dari gue. Entahlah, kenapa gue belum keluar juga sampe saat ini, sepertinya kampus sayang banget sama gue. Ia belum rela kayaknya untuk gue tinggalin. Wkwk

Oke, Kembali Ke Laptop. Eh, Maaf itukan punyanya Tukul Arwana. Kalo Gitu, Kembali ke Duren Aja dah ya..

Saat Hari sudah Sore, kami sudah bersiap untuk melakukan perjalanan. Perjalanan dengan satu tujuan yaitu, Nemuin Duren yang Murah, sesuai dengan uang yang kami kumpulin. Lalu kami akan keroyok sampai habis. (kejem amet bang). Setelah mendapatkan Informasi yang Tepat dan Akurat, Mengenai Tempat Penjualan Duren yang Murah. Akhirnya kami langsung Tancap Gas.. Udah gak Tahan ucap salah seorang diantara kami.

Lokasi yang kami Tuju adalah Pasar Kekait yang Terletak dikabupaten Lombok Barat. Gak terlalu jauh sih dari Pusat Kota Mataram. Namun memang harus melewati jalan yang berliku dan macet terutama diwilayah rembiga. Harap dimaklumi perencanaan badan jalannya masih jauh dengan kapasitas volume kendaran. (Neh, Keluar nih. Ilmunya Pak Made Mahendra.)

Setelah sampai dilokasi, Mata anda tak kan terpejap melihat duren-duren yang tersusun rapi diatas bakul. Diiringi senyuman manis dari para penjual sebagai sambutan dan tawaran agar kami membeli duren mereka. Namun, dalam hal pilih memilih serta tawar menawar, gue dan teman-teman serahkan ke Najmi. Kami percaya wanita yang satu ini sangat cerdas dalam hal tawar menawar.

Beberapa Lama menunggu, Akhirnya Najmi dapet juga membeli dengan uang yang sudah terkumpul. Yaitu satu bakul yang isinya sekitar Sembilan buah duren. Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami akhirnya menikmatinya ditempat itu juga menggunakan senjata sebuah pisau yang disediakan oleh penjual disana.

Baru menikmati 5 buah kami pun kuwalahan. Jujur gue sebenarnya mau muntah. Tapi sebisa mungkin gue Tahan. Kan Gak lucu, entar gue jadi bahan tertawaan mereka pula. Lalu seisi pasar menatap gue. Kemudian penjual duren geram karena gak hargain barang jualan mereka. Gue rame-rame dilempar pake duren. Bisa dibayangin kan, kayak gimana rupa gue.

Ahirnya, Dari Sembilan buah tersisalah empat buah. Gak bisa habis dimakan. Ternyata bayangan gue salah, udah yakin akan habis semua, tapi nyatanya gak bisa. Kita gak bisa ngabisin tuh duren. Yah.. akhirnya, najmi, arin, rendi dan adi membawanya pulang masing-masing satu.

Kita pulang, entah perasaan senang, bahagia dialami oleh sahabat-sahabat gue. Tapi yang jelas gue mau muntah, Rasa mual sudah bergumpal didalam perut nih. Tapi disisi lain, gue juga bahagia, sudah bisa berbagi waktu dengan sahabat-sahabat gue. Mereka senang ya jelas lah, gue ikut senang pula.

Saat gue menulis ini, Batin gue berbisik. Eh, Lalu pesan tersiratnya apa nih diceritanya. Gue sebenarnya juga bingung ini ada manfaatnya gak ya buat yang baca,,??. Iya semoga aja ada,.. Minimal, bisa ngilerkan pingin makan duren juga.. haha



Sebenarnya, Pesan yang ingin gue Ingin sampaian adalah Sesibuk apapun kita, tetap sediakan waktu untuk berkumpul, berbagi bersama sahabat-sahabat. Ini akan memberikan suatu keindahan tersendiri. Kalau bukan sahabat. Siapa lagi donk yang bisa diajak berkumpul. Masak kebo..?? haha

Kedua, Dalam hidup kita bisa belajar dari Duren (Durian). Jangan Pernah memandang orang dari Luarnya Saja. Luarnya boleh Berduri, tapi dalamnya bisa saja bergizi.

Banyak orang yang hobi makan durian, namun ada juga yang anti memakannya. Namun, Bagaimanapun itu, Ia selalu menyapa Setiap Tahun, ia tak mengganggu yang tak suka, dan ia memberikan kenikmatan bagi yang merindukannya.

Lalu, Pertanyaannya adalah Apakah kamu sudak makan Duren..?

Kalo tidak, seharusnya kamu tidak membaca Cerita ini sejak tadi… gkgkgk








Saat Cinta Datang, Pilih Jatuh, Apa Bangun

Judul : Jangan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cinta 

Pengarang : Setia Furqon Kholid dan Ina Agustina. 


Penerbit : Rumah Karya Publishing. 


Tebal : xi +174 halaman



Berbicara mengenai cinta, maka pembahasan takkan ada habisnya. Cinta memang sangat misterius. Ketika anak manusia dirasuki zat yang namanya “Cinta”. Maka disaaat itu pula ia disertai dengan segala tantangan, pengorbanan, bahkan Tangisan Hingga bagaimana ia meraih cinta itu yang sesungguhnya.

Buku “Jangan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cinta” Buah karya dari Setia Furqon Khalid dan Ina Agustina, Merupakan Catatan perjalanan cinta diantara keduanya dalam menjemput cinta dan meraih jodoh. Catatan yang dikemas dengan kata dan syair-syair yang begitu menggugah jiwa seakan membuka mata para insan pencinta.

Furqon dan Ina merupakan pasanagan Suami-Istri, secara jelas buku ini menggambarkan perjalan cinta mereka. Kisah cinta yang sangat menginspiratif dan menggugah jiwa. Selain banyak kata-kata motivasinya terdapat pula puisi-puisi yang sangat menggetarkan jiwa dan nurani kita.

Tentang Jalan hidup seorang Muslim sejati yang menjemput cintanya dengan kaidah dan syariat yang diajarkan dalam agama Islam. Mulai dari bagaimana seharusnya seseorang ketika berada dalam fase jatuh cinta sampai saatnya menjemput jodoh bahkan tetap agar menjaga dan membangun Cinta setelah menikah.

Bagaimana hukum tentang pacaran, dan kenapa Allah SWT sang pencipta melarang untuk pacaranpun dibahas tuntas didalam buku ini. Tentang bagaimana kerugian serta kiat agar bisa terhindar dari godaan-godaan yang bias menjerumuskan hingga menyebabkan kita “Jatuh” didalam persoalan Cinta.

Buku ini memang sangat layak dibaca untuk kalangan segala umur. Apalagi bagi para pemula yang ingin berkecimpung didunia cinta. Hehe… Namun tak ada salahnya juga bagi pasangan yang Sudah menikah, karena didalam buku ini juga terdapat resep-resep bagaimana cara membangun cinta untuk menuju RidhoNya.

Sebuah Kutipan dihalaman awal buku,

Yang sangat Menggugah Hati Saya Pribadi:

Cinta Terlalu Suci Untuk Dinodai

Cinta terlalu Tinggi Untuk Dikhianati

Cinta Terlalu Indah Untuk dikotori.

Karena Cinta Anugerah Ilahi

Maka, Kembalikan Pada Sang Pecinta Sejati.

Agar Bersemi Hingga Ke Surga.


Setelah membaca buku ini, Saya yakin Para Pembaca Akan Merenung dan Berpikir. Akankah akan terus terjebak dalam jurang cinta yang begitu dalam, karena dari awal memilih jatuh cinta. Dan untuk Bangkitpun akan begitu Sulit karena sudah terlanjur jatuh begitu dalam. Bagaimana kalau dari awal kita berkomitmen “Membangun Cinta”..?? Temukan jawabannya didalam Buku ini. Dan Sekali lagi kamu akan berpikir Untuk “Jatuh” Cinta Lagi.


#Save_Atlet



Salam Olahraga..!!

Hari ini insan olahraga berduka, pasalnya saudara/i kita Pahlawan olahraga yang selama ini mengharumkan nama daerah (NTB) di tingkat Nasional/Internasional yaitu: abd. Rajak (atletik), Najmah (Tinju), Mega Mustika (Panjat) kini berada di balik jeruji Besi (Penjara), Akibat Demonstrasi menuntut Hak nya (Bonus) Porprov NTB Juni 2014 lalu, aksi ini memang berbuntut pengerusakan beberapa Fasilitas KONI Dompu, sehingga pihak koni membawa masalah ini ke rana hukum, "demonstrasi dilakukan oleh para atlet ini karena tidak ada kepastian mengenai bonus atlit".

Semoga bisa mencerahkan catatan saku yang tercecer dari kasus atlit:

1. Koni Dompu mendapat dana hibah dari Pemkab Dompu sebesar 3.6 M yang didalamnya di peruntukan untuk : a. Pelaksanaan Pekan olah raga provinsi ntb, b. Dana pembinaan cabor setelah pelaksanaaan porprov ntb, c. Pelaksanaan Pertandingan sepakbola Bupati Cup dan D. yang paling penting adalah dalam angka tersebut ada yang menjadi HAK ATLIT YAITU BONUS PORPROV NTB.

2. Pemda dompu melalui koni dompu menjanjikan bonus porprov sebesar 10 jt tuk medali emas, 7 untuk Perak dan 5 jt untuk perunggu, dan akan di bayar setelah pelaksanaan porprov.

3. Setelah pelaksanaan PORPROV (sampai hari ini) tidak ada koordinasi yang dilakukan oleh KONI Dompu baik dengan Cabor maupun dengan pengurus KONI lainnya.

4. Karena minimnya informasi tentang bonus (katanya dibayar lebaran idul fitri, lebaran idul adha, 17 agustus, ) tetapi ditunggu2 oleh atlit bonus belum juga dibayar. atlit mengambil sikap untuk mendatangi PPKAD dan DPRD.

5. Jawaban PPKAD dana bonus tidak ada, kemarin sudah termasuk dalam dana yang 3,6 m.

6. Jawaban DPRD (pada saat itu langsung dari Ketua DPRD Bapak Rafiuddin) dana apa lagi, kami sudah menganggarkannya pada APBD murni 2014 sebesar 3,6 m termasuk bonus.

7. Karena mendapat jawaban yang mengecewakan, para atlit meminta penjelasan dari pengurus KONI Dompu, pada saat itu diterima oleh kepala sekretariat KONI Dompu, Sarifuddin, SH. (menurut atlit, mereka mendapat jawaban yang menyakitkan dan malah di usir)

8. Terjadi pengrusakan kantor koni secara spontan oleh atlit

9. KONI Dompu melaporkan secara resmi Ke POLRES Dompu, atas kejadian pengrusakan kantor KONI Dompu.

10. Tiga orang atlit (Rajak, mega dan Nazmah diperiksa Penyidik Polres Dompu)

11. Saya dan beberapa Pengurus cabor menghadap Kasat Reskrim Polres Dompu untuk memediasi kasus tersebut, arahan kasat reskrim agar diadakan upaya damai antara koni dan Atlit dompu dan diharapkan pada koni untuk mencabut laporan tersebut.

12. Pelaksanaan mediasi dilaksanakan di rumah sekretaris KONI Dompu yang dihadiri oleh Ketua KONI Dompu, Ketua Harian Koni Dompu, Wakil Sekretaris KONI Dompu, Kepala Sekretariat Koni Dompu, dan beberapa atlit.

13. Dari hasil mediasi tersebut dibuat surat pernyataan dari atlit yang isisnya antara lain : a. meminta ma'af kepada Ketua Koni dompu dan pengurusnya melalui Media masa, b. siap mengganti segala kerusakan yang terjadi akibat aksi kemarin, c. tidak mengulangi perbuatan.

14. Surat tersebut di serahkan kepada ketua koni Dompu untuk disampaikan kepada penyidik Polres Dompu (sampai atlit ditahan tidak ada sekalipun ketua KONI Dompu menghadap Penyidik untuk menyampaikan surat pernyataan yang dimaksud, justru yang ada salah satu pengurus KONI dompu mendesak Penyidik untuk segera menindalanjuti laporan kasus tersebut, kalau tidak akan dilaporkan kepada POLDA NTB).

15. Untuk kepentingan penyidikan tiga orang atli resmi di tahan oleh penyidik polres dompu (tanggal 16/2/2014).

16. Tanggal 23/2/2015 Kasus akan dilimpahkan ke Kejaksaan Dompu, Seluruh pengurus cabor telah membuat surat permohonan untuk Penangguhan penahanan kepada Kejari Dompu.
NB : -Kasus pengrusakan oleh atlit terjadi karena kurangnya koordinasi antara Koni dengan Cabor dan Seluruh Pengurus KONI DOMPU.


- Sampai detik ini KONI Dompu belum mengadakan rapat untuk melaporkan kepada Cabor dan Pengurus koni lainnya tentang penggunaan dana 3,6 M.

- Pasca PORPROV Koni Dompu mati suri dan tidak ada sekalipin melakukan kegiatan2 pembinaan olahraga (piti waura mpoi)

- Patut diduga dana 3,6 m diselewengkan oleh oknum pengurus KONI Dompu atau digunakan untuk kepentingan lain diluar kepentingan pembinaan Olah raga prestasi.

-Perlu dilakukan upaya2 untuk menyelamatkan Para atlit dan yang paling penting adalah menyelamatkan Dunia olahraga di kabupaten Dompu dari tangan2 orang2 yang mencari makan di Olahraga. 

Beberapa Potret Aksi Solidaritas Selamatkan Atlit dan Dunia Olahraga NTB.

Menjadi Topik di Salah Satu Media Massa Lokal


Menuntut Keadilan Terhadap Atlit


Orasi di Depan Kantor Gubernur NTB


Orasi di Perempatan BI Mataram

Holiday

Keindahan Lombok bukan saja terkenal dikalangan Masyarakatnya namun juga menyebar luas dalam skala Nasional bahkan Internasional. Konon Pantai-pantai dilombok tak kalah Indahnya dengan pantai yang ada Di Bali, sehingga Persaingan Lombok dan Bali dalam bidang Parawisata sangat terliat.

Indahnya pulauku ini seakan membuat aku enggan untuk meninggalkannya, betapa Tidak beberapa tawaran dari teman-temnku untuk mengisi liburan kali ini mengajak ku untuk jalan-jalan ke luar daerah. Misalnya saja, ada yang mengajakku ke Bali, ke Jogja, kebima bahkan ke Kalimantan. Namun Dihati ini selalu terbesit Ah, pulaukukan tak kalah menarik dengan pulau-pulau itu.

Dan untuk mengisi Liburan semester kali ini, aku menetapkan pilihan untuk mengelilingi Pulauku ini, berpetualang layaknya bule-bule dari luar negeri untuk mengenal lebih dekat dengan pulau dimana aku dilahirkan. Karena buka rahasisa lagi keindahan pulauku ini sangat menarik untuk dikunjungi, yuk lihat seberkas Potret hasil perjalan ku.  :-)

Foto saat Baru Nyampee.. beristirahat sebenter di Rumah adik. Perjalanan yang melelahkan.. Hampir 3 jam menempuh perjalanan dari Mataram dengan menggunakan Sepeda Motor. Tapi itu takkan terasa. pemandangan yang masih alami disekeliling jalan akan memberikan pesona yang indah, hingga lelah itupun gak bakalan terasa.
.
.
Heem.. Nih, Udah nyampe di Air Terjun Sendang gile, Senaru. walaupun kaki terasa sangat pegal karena telah menuruni anak tangga yang kurang lebih ada 300 anak tangga. Namun kesejukan akan mengalahkan capek itu. :-)




Setelah dari Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU), aku memilih jalan pulang melewati Desa sembalun. salah satu icon Nusa Tenggara Barat, apalagi kalo bukan disana akan terlihat pemandangan Wisata Gunung Rinjani.

Selain pemandangan pegunungannnya, Sembalun juga dikenal dengan daerah penghasil sayuran dan Buah-buahan, misalnya saja Strawberry, Apel dan Jeruk.



Salah satu wisata Air yang terletak di Kabupaten Lombok Timur adalah Lemor. disini terdapat Sumber mata Air yang dimanfaatkan sebagai Kolam pemandian. Suasana tak Kalah sejuknya. disekitarnya terdapat pepohonan dan beberapa Populasi kera. Ini akan melengkapi pemandangan kesejukannya.



Okee... Terima kasih sudah membaca perjalan liburanku..
Sampai bertemu Edisi Jalan-jalan berikutnya... :-)

Tengkong..!

Di Akhir pekan ini teman-teman gue memiliki rencana untuk menghabiskan waktu untuk berburu Jamur tiram yang dalam bahasa sasaknya disebut “Tengkong” . tempat yang menjadi target kami adalah daerah perbukitan sekotong Lombok barat. Kebanyakan orang memilih ke pantai, pegunungan atau mall untuk mengisi liburan di hari minggu mereka. Namun entah kenapa Gue, ridho, elan, dan paman adi lebih memilih untuk berburu si tengkong.

Memang sudah lama Gue tidak menikmati rekreasi, apalagi jalan-jalan yang penuh tantangan. Kenapa Gue bilang tantangan karena wilayah yang kami tuju adalah perbukitan sekotong yang Jalannya Masih belum terawat dan untuk sampai kesana harus melewati beberapa tanjakan.

Nih Momen saat gue nemuin si tengkong
Okeeh, sepertinya proses gue didalam perjalanan gak terlalu penting. Yang paling penting adalah gue bisa selamat. Selamat dari lika-liku dan terjalnya jalan, selamat dari kendaraan-kendaraan yang berlawan maupun yang sejalur dengan gue. Saking takutnya gue gak sempat poto tuh jalan. Sory ye juragan-juragan, lain kali deh kalo gue panjang umur dan jalan-jalan kesana entar coba gue fotoin.
Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam, dan karena itu tentunya gue banyak menguras tenaga dan pikiran. Yang jelas bensin yang menjadi energy “Si Biru” Motor gue juga terkikis.

Sebenernya gue gak tega liat sibiru, saat berangkat gue gak sempat manasin apalagi membersihkannya. Dan dijalanan noda-noda lumpur berlahan-lahan menyelimutinya. Uhmm Sabar ya Sayang Biru, Ntar pas pulang dan nyampe kontrakan gue langsung mandiin deh..

Kita sudahi dulu pembahasan tentang Dinamika jalan dan perjalan gue. Yang jelas gue Sampai dengan Selamat. Saat sampai disana waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Iyaalah. Gue kan berangkatnya jam empatan, setelah sholat Ashar. Dan cuaca saat itu sepertinya sudah terjadi hujan, terlihat dari dedaunan yang masih basah dan masih jelas tetesan-tetesan air dari dahan pepohonan.

Pemburuanpun dimulai, saatnya menyusuri rerumputan dan pepohonan untuk mencari si “Tengkong” yang bersembunyi dalam semak-semak. Dalam pencarian sangat membutuhkan ketelitian dan kejelian, layaknya seorang penyidik yang lagi menginvestigasi kasus korupsi. Alaaaaah gue, kok sangkut pautin urusan politik. Tapi memang benar, kalo tidak teliti jangan pernah berharap untuk Dapat, Kalo gak jeli jangan bermimpi menemukan si “Tengkong”.

Setelah melewati waktu pencarian dan penantian, (Cieeeh, Asli Bahasa Alaay Banget ne broo.. haha). Akhirnya gue nemuin si “tengkong”, meski tak sebesar yang gue harapkan, tapi ia adalah tengkong pertama yang gue temuin. Gue gak kan pernah lupain itu, issh kayak cinta  pertama aja. Tapi sungguh gue sangat bahagia saat nemuin dia, gak sebahagia gue saat gue nemuin-nemuin tengkong-tengkong setelahnya. Haha

Hari ini gue  Puas, melewati perjalan panjang dan menyenangkan . Setelah beberapa tahun gak berpetualang, dan kini Tuhan masih memberikan gue kesempatan untuk menyusuri indahnya alam ciptaan-NYA, yah Bahagianya Tuh disini…!!
Yee.. Dan inilah Hasil perburuan gue..

Tengkong juga merupakan lauk Favorit gue. Dulu saat musim tengkong, ibu gue sering menyajikan berbagai aneka lauk dari tengkong, dijadikan pepes, Tumis, Sop, dan sebagainya dah. Asal lo tau gue nulis ini sambil nelan ludah tau. Gue jadi laper, terus mau nikmatin tuh Tengkong hasil pemburuan gue.

Kalo gitu Udah dulu ye, gue mau nikmatin si “Tengkong”, Lidah gue udah gak tahan ingin bercinta sama dia neh. Katanya orang Rasa Tengkong senikmat Paha Ayam. Mmmm… selain rasanya Kandungannya sangat Luar Biasa.

Maauu…?? Berburuu Donk Sana…!!

Oh.. Skripsi.!!

Saat gue baru lahir didunia perkuliahan, gue penasaran dan ingin seperti kakak-kakak tingket gue yang lagi menyusun Tugas Akhir atau Skripsi. Itu gue Ketika  baru menginjakkan kaki di kampus. Saat gue belum tahu sepahit apa rasanya skripsi itu.

Dan, kini gue sedang proses menghadapi skripsi. Gue sebenarnya pusing mau mulai dari mana. Kata Dosen gue, “Bahan untuk dijadikan skripsi di jurusan teknik sipil itu amat banyak”. Emang bener sih, Bayangin Aja dari Tanah sampai Rumah, dari jalan sampai pelabuhan, Dari Jembatan sampai lautan, Itu semua wilayah ilmu gue.

Tapi, saat ini gue kepingin punya skripsi yang mudah cari datanya, murah biayanya, dan cepat menyelaisaikannya. Iyalah, jatah gue dikampuskan sudah mau finish. Masak gue akan terbuai terus dalam permainan skripsi ini. Iya enggak Dong. Dan itu yang ngebuat gue harus banyak-banyak belajar ngucapin “Minta tolong”. Tolong Saya Tuhan..! Tolong saya ibu bapak Dosen.!

Ternyata untuk menyelaisaikan sekitar kurang lebih 70 halaman skripsi harus memakan waktu enam bulan alias satu semester. Gue rasa, mulai sekarang gue juga harus menyiapkan amunisi untuk melawan rasa malas gue, selain itu gue harus banyak-banyak minta Pertolongan sama Tuhan. Biar skripsi gue lancar, kalopun ada hambatan yah gue berharap itu menjadi hambatan yang tak berarti.


Skripsi jangan buat aku mati berdiri
Skripsi secepatnya kau kan akhiri..
Skripsi, Lo akan ku Habisi..

Spirit Booos…!!

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..