BEGAWE SUKU SASAK LOMBOK: Warisan Gotong Royong, Nilai Kehidupan, dan Tantangan di Era Modern

 Begawe merupakan salah satu tradisi penting dalam kehidupan masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok. Begawe tidak hanya dimaknai sebagai penyelenggaraan hajatan atau pesta adat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur. Dalam pelaksanaannya, begawe melibatkan seluruh unsur masyarakat sehingga menjadi perekat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi begawe telah berkembang sejak zaman masyarakat Sasak hidup dalam sistem kemasyarakatan yang mengedepankan kebersamaan. Pada masa dahulu, begawe dilaksanakan untuk berbagai keperluan, seperti pernikahan, khitanan, syukuran panen, pembangunan rumah, hingga kegiatan keagamaan.

Istilah "begawe" sendiri bermakna bekerja atau melakukan suatu hajat secara bersama-sama. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat serta menjadi media mempererat hubungan kekeluargaan dan solidaritas sosial.


Nilai utama dalam begawe adalah semangat saling membantu. Masyarakat datang tanpa mengharapkan imbalan untuk memberikan tenaga, waktu, maupun bahan makanan demi kelancaran acara.

-Budaya tolong-menolong tersebut tercermin melalui:

-Bergotong royong mempersiapkan lokasi acara.

-Membantu memasak dan menyajikan hidangan.

-Memberikan sumbangan sesuai kemampuan.

-Membantu menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Semangat ini mencerminkan bahwa begawe bukan hanya milik penyelenggara, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Begawe mengandung filosofi yang sangat dalam bagi masyarakat Sasak, antara lain:

-Kebersamaan, bahwa setiap pekerjaan akan menjadi ringan apabila dikerjakan bersama.

-Persaudaraan, mempererat silaturahmi antar keluarga dan masyarakat.

-Keikhlasan, membantu tanpa mengharap balasan.

-Musyawarah, setiap keputusan dilandasi kesepakatan bersama.

-Rasa syukur, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.

Melalui begawe, masyarakat diajarkan bahwa kehidupan tidak dapat dijalani sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan saling peduli.


Perkembangan zaman membawa perubahan dalam pelaksanaan begawe. Berbagai teknologi dan kemudahan modern mulai digunakan, seperti undangan digital, jasa katering, dokumentasi profesional, hingga penggunaan media sosial.

Meski demikian, nilai-nilai dasar begawe masih tetap dipertahankan oleh banyak masyarakat Sasak. Gotong royong tetap menjadi bagian penting, walaupun bentuk pelaksanaannya mulai menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, pekerjaan, dan gaya hidup masyarakat saat ini.

Modernisasi seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah pelaksanaan begawe tanpa menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi ruh tradisi tersebut.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi begawe menghadapi berbagai tantangan, di antaranya:

-Menurunnya partisipasi generasi muda.

-Individualisme akibat perubahan gaya hidup.

-Pengaruh budaya luar yang semakin kuat.

-Pergeseran makna begawe menjadi ajang gengsi sosial.

-Beban biaya penyelenggaraan yang semakin besar.

Apabila tidak dijaga, nilai luhur yang terkandung dalam begawe dapat berangsur-angsur memudar.


Agar tradisi begawe tetap lestari, diperlukan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat, antara lain:

-Menanamkan nilai budaya Sasak sejak usia dini melalui keluarga dan pendidikan.

-Melibatkan generasi muda secara aktif dalam setiap pelaksanaan begawe.

-Mendokumentasikan tradisi dalam bentuk tulisan, foto, dan video sebagai arsip budaya.

-Menyesuaikan pelaksanaan begawe dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat.

-Mengadakan festival budaya dan kegiatan edukasi untuk memperkenalkan begawe kepada masyarakat luas.

-Mendorong pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya Sasak.


Begawe merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat Sasak. Tradisi ini bukan sekadar penyelenggaraan sebuah hajatan, melainkan wujud nyata nilai gotong royong, persaudaraan, keikhlasan, dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur. Di tengah arus modernisasi, mempertahankan semangat begawe berarti menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat. Dengan komitmen bersama, tradisi begawe akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Sasak Lombok bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (*#*) 

Harapan Baru HIPMI Lombok Timur

 


Selamat dan sukses Muscab II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lombok Timur Periode 2023-2026.

Semoga ke depan HIPMI Lombok Timur semakin Jaya, unggul, dan mampu mencetak pengusaha-Pengusaha Muda bertalenta. 

..... 


Selamat Demisioner Tum Zaenal Abidin.. 🤝

Terima Kasih atas pengabdiannya di HIPMI Lombok Timur 2020-2023.


Selamat tum kk Tuan Abdul Aziz Terpilih Menakhodai HIPMI Lombok Timur..💪🏻

Semoga HIPMI Lombok Timur semakin Jaya.. 

..... 


HIPMI adalah organisasi independen non partisan pengusaha muda Indonesia yg bergerak d bidang perekonomian. 

HIPMI adalah salah satu wadah dimana didalamnya berkumpul para pengusaha muda.

Di era saat ini juga membuktikan HIPMI adalah sarana kaderisasi dan rekrutmen kepemimpinan di Indonesia yang insyallah terus hadirkan kontribusi terbaik untuk Indonesia.

Salah satu komitmen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) adalah mengembangkan dan mewujudkan peran serta dalam membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Salam Pengusaha Pejuang-Pejuang Pengusaha

... 




Wadah untuk Memperluas Akses dan Networking, 

Memperbanyak Temen Ngopi dan Paling penting menambah tempat numpang Ngopi.. 😁

Brembe semeton..? 

#BPCHIPMILOTIM #HIPMI_LombokTimur #HIPMI #Pengusaha_Pejuang #KangKungisme

Jejak NU Wanasaba dan Gerakan Literasi IPNU - IPPNU Lombok Timur.

*Yusuf Tantowi (Penulis) 

Selalu ada yang 'kurang' kalau belum membuat catatan tentang pertemuan, perjalanan atau kegiatan yang kita ikuti. Selalu ada yang baru dan menarik untuk dibagikan kepada teman- teman netizen rahimakumullah. Saya berharap netizen tidak bosan dengan narasi-narasi panjang yang selalu saya bagikan diberanda Facebook ini. 

... 

Foto-foto, video sebuah kegiatan dan tempat yang terekam oleh kamera sejatinya bukan hanya merekam bentuk tubuh secara zahir tapi menjelaskan tentang ide, gagasan, semangat dan motivasi untuk terus belajar dan berubah mengikuti perkembangan zaman. Seperti pelatihan menulis bebas & kreatif yang diadakan oleh rekan-rekan IPNU - IPPNU Lombok Timur, Ipnu Lotim Minggu, (5/11) lalu. Rekan - rekan & rekanita IPNU - IPPNU itu tak ubahnya bibit -bibit berkuwalitas yang terus tumbuh, berbunga dan akan jadi buah yang lahir dari rahim madrasah - pondok pesantren NU. 


Saya baru tahu ternyata Ponpes Nahdlatus Shaufiah, Desa Wanasaba, Lombok Timur tempat acara berdiri sejak tahun 1968. Pendiri adalah TGH. Zainudin, asal Tanjung. Peran TGH.Zainudin cukup besar menjadikan Desa Wanasaba - sekarang berkembang menjadi kota kecamatan - sebagai salah satu basis NU di Lombok Timur. Pemimpin Ponpes ini lalu dilanjutkan oleh putra beliau, TGH. L.Wildan. TGH.L.Wildan sendiri pernah menjadi Ketua Tanfizd ke - 5 PWNU NTB dengan sekretaris H. Bil'id Ms.A dari tahun 1968 - 1973. Rois Syuriah waktu itu TGH.Shaleh Wake dan Katib, Abdul Gofur Rowi. 


Wajar kalau kemudian sistem kepengurusan pondok ini menggunakan sistem atau nama jabatan persis seperti di NU. Pengurus tertinggi disebut Rois Syuriah, Katib, Ketua harian Ketua Tanfiziyah dan Sekretaris Tanfiziyah. Pemilihan pengurus pun menggunakan istilah konfirmasi seperti pada pemilihan pengurus NU dari tingkat PW, PC dan MWC. Sistem dan cara pengurusan terlihat dari kartu anggota (jamaah) Nahdlatus Shaufiah. Tidak banyak yang bisa saya gali dari para pendiri dan penggerah NS ini. Kalau saja agak lama disana banyak hal bisa dieksplor. 


Maka tepat sekali pemilihan lokasi acara pelatihan menulis dan media sosial yang dipilih oleh rekan-rekan dan rekanita IPNU - IPPNU Lombok Timur. Ternyata lokasi acara tersebut memang di bangun dan diwariskan oleh tokoh dan penggerak NU NTB. Jadi jelas sekali pendirian Ponpes dan lembaga pendidikan tersebut dimaksudkan untuk melahirkan kader-kader NU militan yang akan meneruskan, mengembangkan paham Aswaja Nahdliyah dan siap mengarungi perkembangan zaman. 


Hal lain, ternyata peserta pelatihan menulis dan media sosial itu diikuti oleh banyak peserta. Selain anggota dan pengurus IPNU-IPPNU Lombok Timur, peserta yang hadir juga berasal dari urusan madrasah - madrasah dan pondok NU di Lombok Timur. Ini penting agar adek-adek yang masih duduk di bangku sekolah dan madrasah bisa belajar dari kakak-kakak atau senior-seniornya. Interaksi itu bukan hanya akan membangun komunikasi tapi juga interaksi dan inspirasi bagi mereka. 


Kalau pelatihan -pelatihan seperti itu bisa dimaksimalkan dengan mengundang semua sekolah atau madrasah NU yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan itu tentu akan mendekatkan lagi peran dan kontribusi NU bagi tumbuh kembang mereka. Mereka bisa belajar hal-hal baru yang secara produktif dan bisa mengenal perkembangan dunia luar dari pengalaman-pengalaman senior mereka.


Yang saya salut dari peserta pelatihan itu, mereka ternyata cukup semangat untuk bertanya hal-hal yang terkait kemampuan menulis, media sosial dan personal branding. Saya merasa dibrondong berbagai macam pertanyaan oleh mereka. Kalau saja tidak dibatasi waktu tentu kita bisa praktik langsung menulis bebas untuk dibagikan di media sosial mereka masing-masing. 


Kepada mereka semua yang hadir ditempat itu, saya mengingatkan bagaimana memanfaatkan internet, HP, media sosial untuk menyebarkan narasi-narasi yang baik dan produktif. Manfaatkan HP & kuota internet yang kita miliki untuk belajar menulis hal-hal yang baik dan positif. Jadikan media sosial seperti Facebook, Intagram, website, blog sebagai 'kolam penampung' karya -karya kita. Selain disana akan terkumpul, bisa dinikmati oleh orang tapi akan menjadi data digital yang akan bermanfaat dikemudian hari. 


Media sosial itu juga akan menjadi wajah, cermin dan curikulum vitae (CV) paling hebat yang bisa dilihat dan diakses oleh lain (publik) secara luas. Dari situ akan terbangun terkumpul pengikut, interaksi bahkan kerjasama dengan orang-orang yang membutuhkan kemampuan kita. Generasi berikut juga bisa mengakses berbagai yang yang telah kita lakukan dan capai selama periode tertentu hanya dengan melihat media sosial kita. 


Makanya menggabungkan kemampuan membuat narasi (tulis), media sosial dan membangun personal brending dari sana selalu dibutuhkan (aktual) setiap zaman. Itu lah mengapa saya aktif mendorong teman-teman muda NU untuk mempelajari dan menguasai berbegai bidang tersebut. Dan hal-hal seperti ini kadang tidak pernah terlintas di kepala generasi yang lebih tua. 


Saya setuju, apa pun dilakukan oleh kader-kader muda NU, itu tergolong sebagai bagian dari gerakan penguatan dan pemberdayaan bagi kader-kader NU. Pengurus NU dari berbagai tingkatan harus terus menerus melakukan penguatan dan pemberdayaan mengikuti kebutuhan zaman dan masa. Lebih-lebih dalam hal literasi tulis dan media sosial. Anak-anak muda NU masa kini mesti didekati dengan kebutuhan mereka. Kini tersebar kader-kader NU yang bisa dimintai sharing pengalaman dalam berbagai bidang. Tinggal dimanfaatkan atau tidak.


Terima kasih pak Bang Pahrudin, Musfet Amaq Adzkia, Orii Kangkung, Asan Putra Korda , Masku sudah menyamai rekan-rekan & rekanita IPNU - IPPNU Lombok Timur sebagai bagian kaderisasi. Tumbuh subur dan melimpah kader-kader Aswaja Nahdliyah Lombok Timur. (*) 


#pelatihanmenulisbebas

#gerakanlitetasipesantren

#literasiipnuippnulomboktimur

#pcipnuippnulomboktimur

#ponpesnadlatusshaufiah

#literasimediasosial

#nulomboktimur

#desawanasaba #kangkungisme

Muliakan Guru, Mulialah Hidupmu


Merayakan cahaya ilmu yang diberikan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa, Hari Guru mengapresiasi dedikasi mereka dalam membimbing generasi masa depan.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa memberi kita alasan untuk terus bermimpi dan berusaha sampai bisa mencapainya.

Guru pendidik yang membentuk jati diri anak bangsa, meniupkan budaya ilmu dari ‘zero ke hero’ & guru jualah sang pengubah masyarakat ke arah negara terdidik dan berakhlak insaniyah. 

Guru adalah lentera kehidupan 

Guru adalah cahaya masa depan 

Guru adalah orang yang mengantarkan kita kepintu kesuksesan 

Guru merupakan Sosok terbaik dalam hidup, mengajarkan segala hal yang belum sempat dipahami hingga sekarang berhasil menjadi sebuah harapan untuk lebih baik.

Lahirnya generasi hebat dimulai dari ilmu dan teladan yang diberikan oleh gurunya. Terima Kasih untuk para Guru Indonesia yang telah mengajarkan, menuntun dan membimbing kami. 

Terima kasih atas keteladanan, kesabaran, dan semangat mengajar. Kalian adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa.

Terima kasih untuk semua pengorban dalam mengisi wawasan dan pengalaman kami dengan hal-hal baik yang menjadi bekal dimasa depan

Pijar terang jalanku karena tuntunanmu, Bapak Ibu Guruku. Kaulah inspirasi Kami.

Dedikasi dan pengabdianmu dalam membentuk generasi penerus bangsa. Semoga cahaya ilmu yang kau tanamkan menjadi penerang bagi setiap anak didikmu

.

Letak kecerdasan dan akhlak seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia memuliakan gurunya.

#KangKungisme



Selamat Hari Guru

Semoga semua guru di Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kenikmatan, dilancarkan rezeqinya, dan senantiasa menginspirasi.

#HariGuru #HariGuruNasional2023 

#Guru #PahlawanTanpaTandaJasa

Selamat Hari Ayah, Aku Rindu Ayah


Ayah.. 

Seseorang yang rela mengorbankan keperluan dirinya demi melihat keluarganya Bahagia.. 

... 

Langkah seorang ayah dipenuhi tanggung jawab dan pengorbanan. Setiap ayah memiliki cara tersendiri dalam berjuang, tetapi sosoknya tetap sebagai pahlawan untuk keluarga.

Surga memang ada di telapak kaki ibu, tapi ayahlah yang mengajarimu menapaki kehidupan ini.

Ibulah yg memberikan warna indah kehidupan tapk ayah yang mengajarimu kuat menghadapi kehidupan yang tidak mudah.

Ayah merupakan sosok yang spesial, ialah pahlawan bagi anak laki-laki sekaligus cinta pertama bagi anak perempuan.

Dalam setiap langkah hidup, Seorang Ayah adalah pilar yang tak pernah goyah. Seorang pahlawan tanpa tanda jasa, yang dengan cinta, menjadi sosok yang penting bagi sebuah keluarga.

Perjuangan ayah demi anak dan Keluargannya Begitu Dahsyat dan selalu luar biasa. 

Ayah adalah pahlawan dan panutanku. Terima kasih atas semua yang telah Ayah lakukan untuk keluarga. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati.

.... 


Kutaklukkan rindu.. 

kubendung air mataku.. 

Dengan doa doa.. 

sederas hujan itu.. 


Hari Ayah, 12/11/2023


#KangKungisme #HariAyah #HariAyahNasional #HariAyah2023 #Ayah #Keluarga #Pahwalan


Santri: Jalan Perjuangan dan Pengabdian

Memaknai Resolusi Jihad Jayakan Negeri Hari Santri Nasional 2023 haruslah menjadi penyemangat para santri, untuk semakin kuat nasionalismenya, seperti yg diajarkan oleh Rasulullah SAW.

.. 

Hifdzul wathan minal iman, yakni cinta tanah air atau nasionalisme merupakan sebagian dari iman.

Peran santri sangat dibutuhkan dalam menjaga dan memagari negara, apalagi menjelang kontestasi Pemilu yang berpotensi konflik karena beda pilihan politik.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahldatul Ulama Kabupaten Lombok Timur (15-22 /11/2023). 

Kegiatan Lomba Futsal Antar Santri, Lomba Mewarnai Tingkat TK/PAUD, Lomba Paduan Suara, Lomba Karaoke Sholawat dan Lomba Cerita Vidio. 

Adapun Acara Puncaknya dipusatkan di 📍 Lapangan Umum Aikmel Kecamatan Aikmel, dengan Kegiatan Kemah Santri, Istigotsah dan Sholawatan Serta Apel Peringatan Hari Santri 2023.

Tentu Rasa lelah dalam mempersiapkan acara hanya sebuah bagian kecil jika dibandingkan rasa bangga karena bisa menjadi bagian kepanitiaan yang bisa menjadi sejarah telah menyelenggarakan acara yang spektakuler dan fenomenal. 

Tentu ada banyak pengalaman dan pembelajaran selama proses penyelenggaraan Hari Santri, menjadi bagian yang tidak terlupakan serta kisah yang layak untuk dikenang. 

... . . 


Raut Wajah yang semingguan berskinchare kan Debu Lapangan, Suhu Panas Debu Lapangan Semakin mengganas. 

Namun, Letih, Lelah dan Keringat Seketika Sirna saat menyaksikan acara berjalan Seksama dan Penuh Khidmat, Hingga tak lain yang hadir adalah sebuah senyuman dan Rasa Syukur. 

Alhamdulillah.. 


#HariSantri2023 #CatatanSantri #TulisanTelat

#KangKungisme










Semangka Simbol Perlawan Rakyat Palestina

 


Semangka adalah simbol perjuangan rakyat Palestina. Simbol ini muncul pertama kali setelah perang 6 hari di thn 1967. Simbol Semangka juga digunakan karena Israel dengan lancang melarang penggunaan bendera Palestina di wilayah teritorinya sendiri. Maka digantilah dengan simbol semangka yang berwarna serupa dengan bendera Palestina.

Warga Palestina menggunakan Semangka untuk mewakili identitas nasional, hubungan dengan tanah air, dan perlawanan.

Alasannya karena kesamaan warna dengan bendera Palestina (merah, hijau, putih, hitam).

Yuk.. Bersama Dukung Rakyat Palestina.. 

Jarimu masih dapat untuk membantu perjuangan saudara kita di Palestina

Sekecil apapun kita lakukan bersama, semoga bermanfaat walau hanya sekecil debu. 

Solidaritas Semangka! Kita perjuangkan kemerdekaan Palestina! 

#FreePalestineFromZionist #FreePalaestine


Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..