Menjadi Angka Satu (Bag. 1)


Senyuman Angka Satu
Bagi yang pernah merasakan bagaimana rasanya kehidupan dunia kost atau kontrakan, dan juga bagi yang sampai saat ini masih menyandang predikat Single, khusunya Laki-laki yang belum beristri. Sepertinya Lagu dari pesohor Dangdut Caca Handika yang berjudul "Angka Satu" kayaknya Pas Banget.

"Masak-Masak Sendiri, Cuci Baju sendiri", itulah sedikit Kutipan dari lirik lagu tersebut. dan banyak orang mengartikan dari lagu itu bahwa "Single" itu sangat penuh dengan Penderitaan.

Tapi, Mari berpikir positif dari setiap keadaan, Ambil Hikmah dari setiap kejadian. Iyaaa, dan Tak selamanya "single" atau bahasa anak mudanya "jomblo" itu menyiksa.

Seperti biasanya, Dari pagi sampai siangnya aku masih menikmati Dunia kampus. sepulangnya biasanya aku memanfaatkan waktuku untuk belajar memasak. memasak apa saja yang bisa dimasak. iya, pastinya buat anak kost seperti aku ini lebih sering memasak mie Instan. (hehe)

Siang ini, Aku Ingin mencoba Kreatifitas Baru yaitu "Tumis". Sayuran yang menjadi bahan yakni Wortel, Kentang, Buncis, dan jagung muda. yah, gimanapun rasanya Nanti, mungkin saja masakan diluar lebih lezat. Namun tentunya akan menjadi kebanggan yang luar biasa ketika menikmati karya kita sendiri. Sepakaaat Donk yaah... hehe

Sayuran yang Akan Ditumis

Penerangan dan Penegakan Hukum

Pembicara
Pagi ini saya mengikuti kegiatan yang diadakan oleh SOMASI (Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi ) yaitu Sosialisasi Fungsi, Tugas, dan wewenang Kejaksaan Republik Indonesia dan Komisi kejaksaan Republik Indonesia.

Pembicara dalam Kegiatan ini dari Kejaksaan Tinggi NTB, Komisioner Komisi Kejangsaan Republik Indonesia dan Akademisi dari Fakultas Hukum Unram, Yang di Moderatori oleh Bapak Ahyar Supriadi dari SOMASI NTB.

Sosialisasi dan Penerangan Hukum kepada Masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Kejaksaan Tinggi dalam hal ini sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum tentunya harus memiliki program ataupun pelayanan terhadap penguatan jaringan ke Masyarakat.

Peran serta masyarakat dalam hal penegakan Hukum pastinya memiliki kapasitas yang cukup besar, sehingga Masyrakat, Komisi Kejaksaan dan Kejaksaan itu sendiri Harus saling mendukung dalam mewujudkan tegaknya hukum di Indonesia.

Harapan Besar bagi Masyarakat Indonesia dengan Lahirnya Komisi Kejaksaan ditengah Melemahnya penegakan hukum di Indonesia Terutama Terhadap Institusi-Institusi Pemerintah.

Tidak terlepas dari hal itu, Kejaksaan yang selama ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat, tentunya sangat dan harus mendapat pengawasan yang khusus.Dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Melukiskan Masyarakat yang berkeinginan memposisikan kejaksaan sebagai lembaga yang menjadi Penuntut Umum yang Profesional dengan melepaskan Kejaksaan Sebagai Penyidik dalam Tindak Umum.

Kejaksaan Memiliki Tugas yang sangat Besar Meliputi:

1. Melakukan Penuntutan Terhadap Semua Tindak Pidana yang Terjadi.
2. Melakukan Penyidikan Untuk Tindak Pidana Tertentu.
3. Melaksanakan Penetapan dan Putusan Hakim yang telah mempunyai Kekuatan Hukum tetap (Eksekutor)
4. Mewakili Negara dalam Perkara dan Perdata dan Perkara Tata Usaha Negara.

Adapun Fungsi dan Tugas Kejaksaan yang telah ditentukan dalam Pasal 3 peraturan Presiden No. 18 Tahun 2011 adalah:

1. Melakukan Pengawasan, Pemantauan dan penilaian kinerja dan perilaku Jaksa-Jaksa dan Pegawai kejaksaan.
2. Melakukan pemantauan dan penilaian atas kondisi, tata kerja, kelengkapan sarana dan Prasarana, serta Sumber daya manusia dilengkungan kejaksaan.

Dan, Akhirnya semoga Harapan Masyarakat dalam hal penegakan hukum bisa terwujud, dan kedua lembaga ini bisa bekerja dengan sebaik-baiknya sehingga Dewi keadilan selalu berada pada posisi yang Benar. 

Momentum Hari Pahlawan 10 November 2014


"setiap masa memiliki pahlawan, dan setiap orang mempunyai masa-masa kepahlawanan"

Hari Pahlawan merupakan satu hari khusus untuk memperingati jasa pahlawan-pahlawan yang mempertahankan tanah air di beberapa negara. Ia biasanya disambut sempena hari kelahiran seseorang pahlawan, atau hari kepahlawanannya.

Hari Pahlawan di Indonesia disambut setiap tanggal 10 November untuk memperingati Pertempuran Surabaya 1945 antara militia nasionalis Indonesia dan Kuasa Bersekutu. Peristiwa ini merupakan konflik bersenjata skala besar pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Pengisytiharan Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Ogustus 1945. (wikipedia.org)
Yups.. Memang patut dikenang Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November merupakan momen dimana kita anak penerus bangsa mengingat dan meneruskan kemerdekaan yang Para pahlawan cita-citakan. 


Berbicara tentang jasa-jasa Pahlawan Memang Sungguh tiada taranya. Pahlawan Telah Memperjuangkan Kemerdekaan serta kebebasan Untuk Bangsa. Karena Sudah terlalu Lama Para penjajah membelenggu negara kita lebih dari tiga abad. Terkait dengan itu ijinkan Saya Dengan Tulisan ini menyampaikan beberapa Ungkapan Rasa Hormat dan terimakasih kepada Para PAHLAWAN KU.

Demi negeri para pejuang mengorbankan Harta, jiwa dan Raga. Pembunuhan, pembantaian, serta suara meriam sudah menjadi warna dalam hari-hari para Pahlawan.

Tantangan sebesar apapun mengahdan, mereka Takkan gentar. Maut bukan Alasan Mereka untuk Takut. Raut wajah yang penuh keberanian dan Semangat Yang Terus Membara. Senjata Yang tak sebanding dengan Musuh. Bambu Runcing selalu menemani Hari-Harinya.

Terima Kasih Pahlawan Ku. Karna Pejuanganmu menghantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
Namun, Perjuangan Belum Berakhir!”. Karena Saat ini Kami generasi bangsa akan selalu meneruskan perjuanganmu. yah seperti Bapak Proklamator katakan "“Perjuangan melawan penjajah memang sulit, namun perjuangan menghadapi Bangsamu sendiri adalah lebih sulit.”.

Perjuanganmu Akan selalu abadi terukir di hati kami, penerus kemerdekaan ini...!!


Jadilah pecinta Sejati


Ketika berada dalam zona cinta, sesungguhnya kita berada dalam dunia yang penuh misteri.

Petualangan yang tak terduga acap kali menghiasa jalannya, yang bisa membuat kita tak bisa melupakannya seumur hidup.

Tak jarang diantara kita halus melakukan sesuatu layaknya pejuang di medan tempur, harus berdarah-darah untuk menggapai yang namanya Cinta.

Penolakan, ketidakpastian, bahkan penghianatan menjadi warna warni yang membrikan pelajaran yang begitu elegan. Ya, begitulah cara cinta mengajari kita, terkadang dengan sentuhan-sentuhan yang menyakitkan.

Kadangkala cinta menebarkan tarian keindahan atau bisa juga sebaliknya, cinta yang berujung kesengsaraan dan pendritaan.. Terserah anda mau menganggap cinta itu seperti apa. Tapi yang jelas anda harus menjadi pecinta sejati..!!

Tiga Tahun Berdirinya IPM


Detik-Detik Berdirinya IPM
Tiga Tahun yang lalu, yakni pada tanggal 28 agustus 2011 M bertepatan dengan 28 Ramadhan 1432 H, saya bersama kawan-kawan Mahasiswa serta beberapa tokoh pendidikan di wilayah tempat saya tinggal (Aikmel, karena pemekaran desa sekarang menjadi Aikmel Timur) mengadakan kegiatan acara buka puasa bersama. Lahir inisiatif membentuk sebuah wadah untuk mempersatukan pandangan dan Mempererat silaturrahmi diantara kaum pelajar dan mahasiswa. Dari sinilah cikal bakal lahirnya Ikatan pelajar dan Mahasiswa Aikmel Timur (IPM-AITI) 

Dengan adanya kesadaran akan pentingnnya makna organisasi yang didalamnya akan dilakukan berbagai kreativitas persamaan gagasan, ide dan berbagi pengalaman dan pengetahuan. IPM Berdiri atas dasar sebagai rasa tanggung jawab Mahasiswa dan Pelajar sebagai “agent of control” dan “agent of change”, Yakni Mahasiswa sebagai kaum Intelektual perannya sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pengawas kebijakan dan membawa perubahan yang lebih baik merupakan beban yang harus dipikul oleh para kaum Intelektual.

Tidak terasa Kini IPM sudah berusia tiga tahun, dan sudah mengalami satu kali Transisi kepemimpinan. Yang dengan mandat dari kawan-kawan saya diamanahkan sebagai ketua umum pertama IPM dan sesudah saya terpilih saudara Moh. makhsum untuk melanjutkan roda organisasi.


 
Semangat Kaum Perempuan

Dalam perjalanannya, IPM sudah banyak melakukan kegiatan atau program kerja baik untuk internal IPM maupun kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. Menurut pengamatan dan data statistik yang terdapat didesa, sejak berdirinya IPM kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan semakin meningkat. Ini dibuktikan dengan berkurangnya angka putus sekolah dan dari tahun ke tahun daftar mahasiswanya semakin meningkat. Sebagaimana yang terjadi, dulu masyarakat memandang pendidikan hanya sebelah mata, sehingga anaknya lebih baik bertani dari pada sekolah, atau mengirimnya sebagai TKI merupakan pilihan yang sangat tepat. Ya saya hampir terjebak dalam situasi itu. Meskipun pada saat ini kondisi tersebut masih ada setidaknya berlahan-lahan akan berkurang.

Walaupun diusianya yang masing mungil (Iya iyalah Scara gitu tiga tahun) jika diibaratkan seorang bayi masih belum bisa berbuat apa-apa, akan tetapi sumbangsihnya terhadap masyarakat tidak diragukan lagi. ini terlihat dari dukungan yang diberikan oleh Tokoh masyarakat, Kades, lembaga kemasyarakatan dan para kepala dusun. serta IPM seringkali diminta ikut berpartisipasi dalam hal pembangunan desa.

Tiga Tahun bukanlah Waktu yang mudah untuk mempertahankan sebuah organisasi. “Sedikit sekali orang yang mau diajak berbuat kebaikan” kutipan sebuah kata bijak, dan ini sering menjadi problema dalam IPM. tentunya Ejekan, cemohan serta Kritik banyak mewarnai perjalanan hidup IPM. Namun, pepatah mengatakan “semakin sulit jalan yang dilalui semakin kuat engkau berdiri”.


Selamat Hari Jadi yang Ke 3
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa AIKMEL TIMUR.
Semoga IPM tetap Jaya,,,
Dan Semangat Pelajar dan Mahasiswanya Tetap Membara.
Salam IPM....!!


Mutiara Yang Tak Boleh Hilang




Setelah Ramadhan dan Lebaran (Idul Fitri), dikampung saya dikenal dengan musim begawe (Pesta) yaitu peristiwa dimana pada saat itu bnyak masyarakat mengadakan pesta, entah pesta perkawinan, sunatan, Ataupun selamatan haji.



 
Manusia merupakan makhluk sosial, yang dalam segala aktivitasnya membutuhkan bantuan orang lain disekitarnya. sehingga untuk melakukan pesta biasanya, “epen gawe” (Yang Punya Acara/Pesta) sangat membutuhkan banyak bantuan, baik dari keluarga, tetangga ataupun masyarakat sekitar. Namun Bersyukurnya dikampung saya masih adanya kesadaran masyarakat untuk saling tolong-menolong sehingga tanpa diundangpun masyarakat sudah sadar untuk membantu “epen gawe”.

Memang Indonesia dikenal dengan budaya “Gotong Royong”nya, namun dibeberapa wilayah khususnya dikota, budaya tersebut sudah tampak terkikis, “tak mau membantu jika tak mendapat imbalan” kini menjadi semboyan yang tampak jelas.

Kebersamaan dan kesadaran untuk saling tolong menolong saya rasa perlu dipupuk agar bisa menurun kegenerasi berikutnya, yang kita tahu generasi saat ini sudah memiliki sifat hedonisme dan acuh tak acuh. tentunya ini menjadi Tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga hingga pemerintah.



Aku bersyukur dilahirkan di Negeri Ini..
Aku Bersyukur Dilahirkan Didesa Ini..
Aku Bangga Memiliki Bangsa Ini.
Dan Aku Berjanji..
Mutiara Negeriku Tak Boleh Hilang...
Permata Desaku Tak Boleh Pergi..
Mutiara dan Permata, Gotong Royong.


Lebaran Topat, Jadikan Persatuan Semakin Erat

Begibung Menikmati Ketupat



Ketupat, Pelcingan dan Opor.
Setelah Melaksanakan Puasa Ramadhan dan Merayakan Idul Fitri, Pada Bulan Syawal Umat Islam disunnatkan untuk berpuasa selama 6 hari. Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال كان كصيام الدهر" رواه مسلم
“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.

Remaja Masjid Al-Ikhlas
Hal yang wajib ada dalam lebaran topat adalah ketupat, ketupat memiliki filosofi yang sangat mendalam bagi umat islam.Topat Atau ketupat merupakan. sejenis makanan, dibuat dr beras yg dimasukkan ke dl anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dsb, kemudian direbus, dimakan sbg pengganti nasi.

Untuk merayakan Lebarat Topat, Pada Tahun ini Pengurus Masjid Al-Ikhlas Dasan Bagek Timur mengadakan kegiatan Zikir dan Makan topat bersama yang dilakukan dilingkungan Masjid, Acara dilaksanakan pada hari senin tanggal 8 syawal 1435 H atau 4 Maret 2014 Masehi mulai dari jam 06.00 WITA Sampai selesai. meskipun kegiatan dimulai di pagi hari namun masyarakat berbondong-bondong untuk mengikutinya.

Beberapa Tahun Terakhir Kegiatan ini tidak diadakan. Sehingga dengan inisiatif pengurus Masjid, kegiatan ini coba diadakan kembali. Disampaikan oleh pengurus masjid, Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga silaturrahmi dan kekompakan masyarakat, sehingga sifat-sifat positif dalam masyarakat misalnya saja gotong royong, tetap tertanam dan terjaga dalam kehidupan masyarakat
Bersama Tokoh Agama Dan Masyarakat

Semua jenis lapisan masyarakat hadir dalam kegiatan ini, kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, yang tua sampai anak-anak. Meskipun masyarakat yang hadir banyak, namun sajian topat dalam dulang masih banyak tersisa.

Sehari sebelum kegiatan dilakasanakan, kita akan melihat pemandangan disetiap rumah yang disibukkan dengan pembuatan ketupat, mulai dari memetik daun kelapa, merangkainya, sampai dimasak. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, beberapa warga sangat berharap` agar kegiatan ini bisa diagendakan setiap tahunnya. Pengurus Masjid H. Jalaludin menyampaikan, cukup bangga dan senang melihat antusias masyarakat.


Memang topat/ketupat sering disimbolkan dengan persatuan dan persaudaraan. Kegiatan ini sangat besar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat. selain menjaga tali silaturrahmi antar masyarakat juga mendorong kesatuan dan menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat ditengah-tengah Masyarakat.







Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..