
Dear Tohri..,
Gak terasa udah hampir lima tahun pertemanan ini, waktu yang mungkin cukup untuk kina bisa saling mengenal. Bukan begitu??
Saya teringat hampir lima tahun yang lalu bagaimana awal mula perkenalan kita. Hmmm,
oke saya gak akan buat kamu mengingat saat-saat itu. Kesan pertama kenal kamu itu ya biasa aja,
saya pikir kamu seperti laki-laki pada umumnya. Nothing special. Tapi itu dulu, beda lagi kalo sekarang.
Semakin lama kita terlibat dalam hubungan yang namanya pertemanan, saya semakin kenal sama kamu.
Saya
memang harus mengakui kenyataan kalo kamu itu teman yang baik. Sangat
perhatian, yaaa sangat perhatian. Saya bisa lihat itu, dan saya kagum.
Sampai saat ini kita sudah terlibat dalam hubungan pertemanan yang sangat dekat dan sangat intens.
Jadi
saya semakin punya banyak kesempatan untuk meyakinkan hipotesa awal
saya bahwa kamu Muhammad Tohri benar adanya laki-laki yang baik dan
perhatian pada siapa saja. Saya pikir saya mengenal kamu sangat dalam,
tapi ada kalanya saya merasa sedang tidak mengenal kamu, menurut saya
kamu pribadi yang agak susah untuk diselami. Jadi mungkin apa yang saya
lihat tidak sepenuhnya benar kalo itu yang sebenarnya dari kamu.
Pengakuan kedua dari saya, tohri sahabatku, kamu itu laki-laki ganteng dan mungkin mempesona bagi sebagian orang.
Kamu punya ribuan kosakata yang mungkin bisa buat kamu jadi mengagumkan pada siapapun kamu berbicara.
Tapi
dibalik semua itu kamu masih belum sepenuhnya menunjukkan keistimewaan
kamu, kamu itu kurang percaya diri. Masih sedikit tidak yakin kalo masuk
ke lingkungan baru, yaah mungkin itu hanya berlangsung beberapa saat
saja, sampai akhirnya kamu mampu membaur. Tapi kamu mungkin tidak
seharusnya seperti itu, kamu punya modal untuk bisa lebih percaya
dirilagi dari yang sekarang. Yang sedang saya bicarakan ini bukan
masalah PDKT sama wanita ya.
Tp lebih luas dari itu. Soo, tunjukkan ke saya kalo hipotesa kali ini adalah salah.
Mungkin
kamu sudah terlahir dengan watak yang cukup keras kepala, atau mungkin
ini karakter ini baru saja kamu bentuk, karena mungkin kamu mendidik
diri kamu bagaimana seharusnya pemimpin itu. Mempertahankan apa yang
kamu anggap benar itu memang mutlak perlu. Tapi tidak selamanya seperti
itu.
Mengalah justru tidak lantas membuat kamu kalah.
Itu memang agak sedikit menyebalkan memang. Selain itu kamu itu
sepertinya agak suka terburu-buru, sedikit panik dalam banyak hal.
Tapi
mungkin itu karakter kebanyakn orang dengan golongan darah A, seperti
saya. km A kan? Tp kamu punya satu lagi yang menarik, temprament kamu
yang tenang.
Yang mungkin akan buat banyak orang nyaman ada di dekat kamu, termasuk saya.
Tentang mimpi-mimpi besarmu Tohri, mungkin saya salah satu orang yang meyakini akan kesuksesanmu di hari depan nanti.
Setiap
liat foto calon kepala daerah yang ada di banyak tempat, sesaat itu
juga saya membayangkan kalo suatu saat nanti foto kamu juga akan seperti
itu.
Pernah saya bayangkan suatu hari nanti ketika
saya sudah menjadi ibu, saya akan duduk dengan anak perempuan saya, dan
menceritakan banyak hal,
saya bilang ke dia kalo bapak
gubernur kita sekarang ini adalah sahabat ibu waktu masa kuliah dulu.
Ini benar, tp mgkn kamu tidak akan percaya.
Saya tidak
tau pasti seberapa besar mimpi-mimpimu tumbuh berkembang dan mengakar
kuat dalam dirimu. Tp pastikan itu bukan sekedar mimpi tohri.
Tanamkan
kuat motifasi kamu. Siap pak,, Beri tau saya kalo kamu mulai kehilangan
semangatmu, saya akan ada buat kamu kapan saja kamu butuhkan.
Sure, I’m Promise.
Oke cukup untuk edisi kali ini.. Insya Allah, ada lagi yang akan datang..
*By: Najmi Nurgitasari.