Aku Adalah Kepalsuan

Seuntai Cinta, Mekar Merona
Bibit Dari Pertemanan,
Tumbuh Dengan Kebersamaan..
Dan Besar Karena Kenyamanan..

Saat itu pula..
Keresahan Melanda hati..
Menjadi hilangnya Arah..
Takut akan muncul Duri-duri..
Dan Keindahannya hanyalah sesaat..

Diantara Sepi menjadi kerinduan..
Saat Pikir dalam Kebimbangan..
Hati harus memilih..
Cinta Ini Tak Harus bertuan..
Dan Kau Teriakkan ini adalah Kepalsuan..

Bukankan Jalinan Persahabatan..
Tak Seindah apa yang Dinamakan Pacaran..
Bukankah Derajat Sahabat..
Lebih Tinggi dari Sekedar Teman Dekat..
Bahkan, Dari Cinta yang Belum Menemui Akad..
Dan Kau Masih Menyebut Ini Kepalsuan..
Aku Akui..
Begitulah Adanya..
Aku Rela..
Rasa ini , Kau Ucap Sekedar Mainan..

Aku Adalah Kepalsuan..
Tak Apa..
Asal Kita Tetap Bersama..

Sahabat

Sahabat..
Pagi yang cerah menyinari jagad raya
Burung pagi menyiulkan keindah suaranya
Awan putih memberikan celah celahnya
Langit biru terpampar di atasnya

Sahabat..
Tabir malam mengantikan tirai pagi
Aku terbangun memimpikan kenangan
Merasakan kesepian yang mendalam


Sahabat..
Tanpa mu aku tidak akan merasakan keindahan
Hari bersamamu memberikan banyak makna dalam hidupku
Walaupun ada perbedaan antara kita
Tapi kita saling mengerti


Sahabat...
Kenangan bersamamu ku lukiskan dalam hati ini
Wajah wajah mu tak akan di hapus dalam benak
Walaupun hati menemukannya
Kalian yang terbaik dalam hidupku

Sahabat..
Janganlah sedih bila aku tak mengabarkan kalian
Jangan bersedih bila parasku tak melihatnya
Terima kasih sahabat kalian yang terbaik dalam hidupku...




Istana Kedamaian

Tak Ada Raja..
Disini Semua Sama..
Tak Ada Tahta..
Disini Adalah Setara

Tak Ada Kemegahan..
Disini adalah Kecukupan
Tak Ada Kemewahan..
Disini Adalah Kesederhanaan..

Tak Ada Persembahan..
Disini Adalah Kebersamaan..
Tak Ada Penghormatan..
Disini adalah Kedaulatan..

Tak Ada Pasukan
Disini Adalah Kemerdekaan..
Tak Ada Aturan
Disini Adalah Kebebasan

Tak Ada Perintah..
Disini Adalah Kesadaran..
Tak Ada yang Diperintah..
Disini adalah Mengerjakan..

Tak Ada Pertikaian..
Disini Adalah Persaudaraan..
Tak Ada Perpecahan..
Disini Adalah Persatuan..

Tiada Tingkatan..
Disini adalah Pemerataan..
Tiada Pembedaan..
Disini Adalah Persamaan..

Harapan

Dari Kutub yang Dingin..
Merindukan Kehangatan..
Dari Tanah  yang Tandus..

Memohon Air Hujan..

Dari Malam Yang Gelap..

Mendambakan Cahaya Rembulan..

Dari Hari Yang Panas..

Mengharapakan Kesejukan..



Dari Laki-Laki Kesepian..

Menginginkan Wanita Idaman..

Dari tulang Rusuk Ia Diciptakan..

Yang Masih Dalam Genggaman Tuhan..



Tentang Impian yang belum Nyata…

Harapan yang Masih Maya..

Tujuan Yang Belum  Terwujud..



Permohonan Yang Tiada Henti..

Untuk dia yang masih Misteri..

Kapankah kau datang ke Hati..

Tinggal Menetap dan setia Menemani..


Sajak Keindahan

Jika Ia adalah Surga, kenikmatan Tiada Hingga.


Jika Ia adalah Bunga, Manis Madunya


Jika ia adalah Anggur, Pesona yang 
menggoda


Jika Ia adalah Pelangi, Warna Warni Indahnya.


Jika Ia adalah Api, Panasnya Yang Membara.


Jika Ia Adalah Air, Kesejukannya Menembus Jiwa..


Jika Ia Adalah Angin, Kelembutannya Tiada Terasa.


Jika Ia Adalah Bintang, kelap kelip Cahayanya..


Jika Ia Adalah Mentari, Sinar Terang menyinari Dunia.


Jika Ia Adalah Hujan, Tetesan Penuh Karunia.



Bersyukurlah Dalam Setiap Keadaan..

Karena Tuhan..

Menciptakan Begitu Banyak Kenikmatan..

Yang Tak Mampu Kau Hitung..



Mesti seluruh Daun-daunan jadi Kertas..

Dan Air Samudera Jadi Tintanya..

Tak Akan Pernah Mampu..





Tahun Baru 1437 H

Akankah cahaya diri redup..
Tatkala kabut seolah tiada berhenti..
Datang silih berganti..
Menyelimuti Dinding Hati..
Ataukah Setelah ini,,
Rintik hujan membasahi..
Lalu, terlukis Indah lingkaran Pelangi...

Ketika kau menjadi orang besar,
jangan pernah lupa jasa orang-orang yang membesarkanmu..
Saat kau mejadi bintang,,
Ingatlah selalu siapapun yang menjadikanmu bersinar..

Terima kasih buat siapapun yang telah membuat ku berdiri sampai detik ini..
Segala yang telah memberikan warna,,
Semua yang telah menitikan seuntai cahaya dalam cerita hidup..










Kuhaturkan sejuta maaf..
Kuharapkan stitik ampunan..
Ku sucikan jiwa..
Ku bersihkan hati...
Segalanya ku pasrahkan padaMU Ilahi Robbi.

Selamat Tahun Baru 1437 Hijriah.
                                              Semoga Kita Menjadi Insan Yang Lebih Baik.

Puisi Ayah dan Ibu


Mata terpejam sejenak...
Membayangkan dua malaikat yg telah membesarkanku,,
dengan penuh cinta dan kasih sayang...
Ayah dan Ibu, 
Cahayamu Tak Kan pernah Redup didalam Hatiku.

BibiR ini trus mencoba untuk tetap tersenyum,,
meskipun sebenarnya hati  merintih..
Kerinduan yang begitu indah...
Teruntuk jiwa yg telah brsusah payah..
Membri hedup serta sejuta hikmah,,
DoA ananda tetap kan tercurah..
Untuk dikau ibu dan ayah..

#Ayah #Ibu 

Malam yang gelap tak pernah terasa kelam..
dunia yang fana tak akan membuai gila..
kau mengajarkanku hidup untuk menjadi laki laki sejati..
separuh duniamu kau korbankan utk duniaku..
kau jaga nyawaku..
kau besarkan ragaku..
kini..
kan ku jaga namamu..
kan ku rawat baik ragamu..
‪#‎ayah‬

Ayahku sang juara..
Bekerja keras Demi keluarga..
Tak kenal putus asa..
Walau kini kau telah dipangilNYA..
Ragamu yang tak lagi terlihat mata..
Suaramu yg tiada lagi terdengar di telinga..
Namun,,
Dalam Mata hati wajahmu takkan pernah pudar,,
dalam lubuk jiwa, cahayamu akan terus bersinar..
Karena,,
kaulah juaraku..
‪#‎ayah‬
Maafkan daku Ayah..
Ananda Belum bisa menjadi Anak yang membanggakan..
Tapi, Percayalah Yah,,
Dalam Hati Ananda, selalu terbesit cita-cita itu..
Menjadi Anak yang Selalu Berbakti..
Baktiku Padamu yah..
Cium Hormat Ananda di Kakimu..
‪#‎Ayah‬

Kau sudah banyak berjuang untuk hidupku...
membrikan begitu banyak tetesan keringat..
itu akan selalu ku ingat..
dan kelak sebagai rasa Syukurku.. 
ku ingin sepertimu utk cucu2 mu..
 dan kan ku critkan pda mreka.. 
ayahku sgatlah hebat..

‪#‎ayah‬


Tak ada yang lebih mencintaiku di dunia ini,,
Melebihi cintamu Ibu.

‪#‎MissU‬ ‪#‎Lovemom‬



Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..