Kecakapan Penting Anak Muda

HARI Ahad (29/8) lalu, saya diminta rekan-rekanita IPNU-IPPNU Lombok Timur untuk menjadi salah seorang pembicara di kegiatan Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang bertempat di Ponpes Al Manan, Bagek Nyaka, Lombok Timur. Ponpes itu kini dipimpin oleh TGH.Zamharir Abdul Manan, salah seorang putra TGH.Abdul Manan, pendiri madrasah Jamaluddin. 

Ponpes itu bukan tempat yang asing bagi saya. Sejak usia sekolah dasar, setiap lebaran saya sering diajak ziarah oleh amarhum bapak kepada para tuan guru dan ziarah makam di Bagek Nyaka. Lokasi pondok saya, Ponpes Al Mujahidin juga tidak jauh dari sana. Kini pondok saya telah berubah nama menjadi Hidayatul Islamiah. Saya mulai nyantri Al Mujahidin ketika mulai naik kelas 3 SMP, sampai tamat SMA. Tentu saja saya punya kenangan (memori) yang tidak sedikit tentang Bagek Nyaka. 

Oleh panitia LAKMUD saya disodorkan materi tentang analisis media. Peserta LAKMUD ini 60 orang lebih. Bagi saya ini materi tingkatan advan (atas). Materi yang cocok bagi orang yang sudah lama mengkonsumsi berbagai macam media, baik media massa cetak, elektronik atau online. Saya sendiri mulai berkenalan dan mempelajari tema ini setelah sekian tahun aktif di pers kampus LPM RO’YUNA STAIN (sekarang UIN) Mataram dan menjadi anggota Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mataram. 

Itu juga dibarengi dengan banyak membaca buku-buku tentang media diperpustakaan daerah, mengikuti pelatihan jurnalistik dan mengikuti investigasi. Sebagai aktivis pers kampus dan bercita-cita ingin bekerja sebagai wartawan (media), saat itu saya gemar sekali membaca berbagai hal tentang media. Untuk melengkapi kegemaran saya membaca tentang media itu, saya senang sekali mengetahui majalah PANTAU terbit. Majalah yang secara khusus mengulas sepak terjang wartawan dan pengelola media cetak, radio dan tv. 

Saat itu belum ada media online belum seramai sekarang. Meski harga majalah PANTAU lumayan mahal untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya, setiap bulan saya menyisihkan uang makan agar bisa membeli majalah itu diloper koran yang terdapat Mataram Mall. Satu-satunya pedagang yang menjual majalah yang digawangi oleh Andreas Harsono dan mengusung jurnalisme sastra.           

Hemat saya, anggota IPNU-IPPNU sebagian besar berasal dari desa dan masih menjadi santri, pengenalan mereka terhadap media masih kurang. Maka akan sulit untuk diajak bicara analisis media, baik dari segi isi (judul, foto, tata letak), ideologi atau jaringan bisnis serta politik pemilik media. Saya khawatir itu akan jadi angin lalu saja bagi mereka, bukan menjadi pengetahuan atau pemahaman penting bagi mereka. 

Setiap diminta menjadi pembicara atau diundang menyampaikan materi, saya terus berusaha menyampaikan hal-hal yang dekat dan akrab dengan seharian peserta. Bukan hal-hal jauh atau wacana-wacana melangit yang tidak diketahui atau akrabi oleh peserta dalam kehidupannya sehari-hari. 

Akibatnya daya tangkap atau serap mereka terhadap materi itu akan terbatas. Itu akan terlihat pada sesi percakapan, dialog atau tanya jawab antara pembicara dan peserta akan minim alias tidak nyambung. Peserta hanya akan menjadi pendengar, pasif dan mudah bosan. 

Untuk itu saya lebih suka membahas empat (4) kecakapan atau keterampilan utama yang mesti dimiliki anak muda, terutama bagi pelajar, mahasiswa anggota IPNU-IPPNU. Mungkin anda sudah sering mendengarkan hal ini, tapi pengamatan dan pengalaman saya nyantri, sekolah, kuliah dan bekerja– kecakapan itu sangat penting dimiliki oleh semua orang. Ini menyangkut tentang diri mereka, mungkin juga kondisi dan situasi yang mereka hadapi saat ini. Tugas pembicara membantu mengurai problem yang mungkin mereka hadapi. 

Pertama, Listening (Mendengar). Kecakapan mendengarkan itu sangat penting dimiliki semua orang. Dengan mendengar secara baik kita akan mengetahui dan memahami sesuatu dengan baik. Pada tahap ini lah proses penerimaan dan memasukkan informasi atau pengetahuan itu dimulai kemudian membentuk kita akan menjadi apa dan melakukan apa kita dimasa yang akan datang. 

Mengetahui cara mendengar yang baik dan benar, sangat bermanfaat menyerap hal-hal baik. Dan kita berhak memilih apa yang perlu didengar dan apa yang tidak perlu, agar informasi yang masuk  ke kita juga baik dan positif. Pada zaman banjir informasi  yang dibawa oleh media catak, online dan tv saat ini, kita dituntut untuk kritis dan selektif mendengar serta mengkonsumi (menerima) informasi.      

Kedua, Reading (Membaca). Membaca itu memasukkan, dengan banyak membaca kita sesungguhnya memasukkan berbagai hal yang akan membentuk pikiran dan mental kita. Hasil bacaan itu akan menentukan cara kita berpikir, cara kita melihat tantangan, solusi dan keputusan kita. Sadar atau tidak, apa yang kita baca akan membuka pikiran kita dalam melihat dunia masa lalu, sekarang dan masa depan kita. 

Ketiga, Speaking (Berbicara). Kemampuan berbicara yang baik bukan hanya sangat penting dalam berkomunikasi dengan orang lain yang berada bersama kita, namun juga penting ketika kita menyampaikan ide, gagasan, pandangan atau kritik kita terhadap sesuatu atau kejadian yang terjadi. 

Orang-orang yang memiliki kemampuan bicara yang baik, tertata, terstruktur dan mudah dipahami oleh orang lain tentu akan lebih mudah mencari pekerjaan, lebih mudah menyampaikan ide dan gagasannya. Lebih sering dipercaya dan dijadikan pemimpin dalam berbagai bidang. Gagasan atau ide yang tidak terkomunikasikan kepada orang lain hanya akan dinikmati oleh diri sendiri. Dan gagasan seperti itu tidak akan berkembang secara luas.    

Berbeda dengan orang yang bicara belepotan, tidak jelas, ngambang atau publik speakingnya buruk. Ia akan sulit berkomunikasi dan menjalin relasi, kerjasama dengan orang lain. Bukan kah setiap relasi dan kerjasama bisa membukan berbagai kesempatan persahabatan dan peluang rezeki baik yang sifatnya material maupun non material.        

Keempat, Writing (Menulis). Hampir semua profesi membutuhkan kemampuan menulis.  Kalau mendengarkan dan membaca itu memasukkan, maka berbicara dan menulis itu sesungguhnya mengeluarkan. Dengan tulisan orang menyampaikan ide, gagasan dan  pengetahuan. Dengan tulisan, ilmu pengetahuan, agama, tehologi dan kebudayaan jadi berkembang. 

Orang yang terbiasa menyampaikan ide, gagasan dan pengetahuannya dalam bentuk tulisan tentunya membutuhkan proses membaca dan belajar terus menerus. Ia ingin selalu tahu dan ingin belajar banyak hal agar tidak salah atau keliru memahami sesuatu. Ia terpanggil untuk menjadi menusia pembelajar, manusia yang bisa memberi, berbagi manfaat kepada orang lain melalui ide, gagasan atau pengetahuan yang ia tulis. Sampai kapan pun, kemampuan menulis akan selalu dibutuhkan dan perlukan oleh ummat manusia.

Saya selalu terpesona dan kagum kepada orang yang memiliki kemampuan listening, reading, speaking dan writing yang baik. Orang-orang yang memiliki empat kemampuan itu tentu memiliki posisi penting dan strategis ditengah masyarakat dan komunitasnya. Empat kemampuan itu juga akan menentukan kesuksesan dan capaian karir pekerjaannya.    

Empat hal diatas kedengarannya mudah dan sederhana, tapi hal itu tidak cukup untuk diketahui dan hapal. Ia akan menjadi pengetahuan, keterampilan dan kecakapan mana kali dilakukan dan praktekkan secara terus menerus. Empat kecakapan itu bukan ilmu warisan tapi ilmu yang bisa dipelajari dan akan dapat dipetik manfaat kalau ada kemauan dan kesungguhan mempelajari dan mempraktekkan.

Tak percuma saya menyampaikan 4 hal kecakapan penting itu kepada peserta, 5 orang penanya menyampaikan pertanyaan kepada saya. Pada hal saat itu waktu sudah sore dan menjelang waktu magrib tiba. Ada yang bertanya bagaimana cara bicara yang baik,  terstruktur dan tidak loncat-loncat ?. Bagaimana melatih kemampuan menulis tanpa punya media sosial ? Apa nama-nama media oposisi (kontra) dan dukung (pro) pemerintah ?  Bagaimana cara memilih bahan bacaan yang bermanfaat ? Bagaimana langkah-langkah menulis agar tulisan kita manarek dan disukai pembaca ? 

Dari beragam pertanyaan peserta LAKMUD itu kita bisa belajar dan mengukur sejauhmana daya tangkap dan pemahaman para pendengar/peserta terhadap materi yang kita sampaikan. Di sanalah salah satu letak kepuasan seorang pembicara atau pematari. Itu bisa menjadi bahan evaluasi dan pelajaran tersendiri sebagai pembicara (speaker). Ibarat memilih makanan, tuan rumah mesti bisa memilih makanan yang tepat bagi anak-anak, remaja atau orang tua agar makanan tersebut memberi manfaat bagi yang mengkonsumsi. [*]

* Penulis : Yusuf Tantowi (Peneliti /Kader Muda NU) 

Bantu Syakila Untuk Biaya Berobat dan Beli Kursi Roda


Syakila atmarini tak seberuntung teman-teman sebayanya.  Putri kelahiran 17 Juli 2016 ini divonis gangguan tumbuh kembang dan microcepal oleh dokter. 

Mikrosefalus atau mikrosefali (microcephaly) adalah kondisi langka di mana kepala bayi berukuran lebih kecil dari ukuran kepala bayi normal. Mikrosefalus juga ditandai dengan ukuran otak yang menyusut serta tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini bisa sudah ada sejak bayi lahir, tetapi bisa juga terjadi kemudian pada bayi normal di tahun-tahun pertama masa pertumbuhannya. (Sumber: https://www.alodokter.com/microcephaly)

Syakila saat ini sudah berumur 5 Tahun 1 Bulan,  Namun perkembangan masih tetap sama,  ia tak bisa bicara dan duduk masih tak tegak apalagi untuk berjalan. 

Dilahirkan dari Pasanagan suami Istri yang memiliki ekonomi tidak memadai dari bapak Hamdi dan Ibu Erna yang beralamatkan Dusun Lembak , Desa Wanasaba daya Kecamatan Wanasaba. 

Syakila digendong Ibunya

Menurut penuturan ibunya, syakila sudah beberapa kali dibawa berobat ke Rumah sakit RSUD Soedjono Selong,  namun karena terkendala biaya tidak serta tidak memiliki KIS kini mereka hanya bisa Pasrah. Bahkan,  Obatan2 yang syakila butuhkan pun stoknya sudah habis karena menurut Pihak RS tidak adanya pengiriman. 

Saat ini Syakila hanya bisa Makan bubur dan susu, Ibu nya beberapa kali memberikannya Nasi,  Namun Sampai Sekarang syakila Belum Bisa mengunyahnya. 


Nama: Syakila Atmarini

Umur : 5,1 th

Alamat: Lembak ,wanasaba daya

Nama ibu: Erna Muliana

Nama Ayah : Hamdi

Riwayat penyakit : gangguan tumbuh kembang dan microcepal

Riwayat: tidak bisa duduk,jalan

Kebutuhan: kursi roda ,bubur,susu.


Mohon Doa Dan Donasi Untuk Kesembuhan dan Biaya Berobat dan Kebutuhan Sehari2 Syakila atmarani anak dari ibu Erna Maulina seorang IRT Dri Wanasaba Daya,  LOTIM. Bantu Donasi dengan klik https://kitabisa.com/bantusyakilaatmarani?utm_source=socialsharing_campaigner_web_14d4d496807381a6aa9be24b7ad82837&utm_medium=share_campaign_whatsapp&utm_campaign=share_detail_campaign

Atau Bisa Transfer Langsung Ke Rekening Kangkung Lombok: 473401042482530 (BRI) an.  Moh.  Tohri 

dan Konfirmasi ke WA: 082340087179

( https://wa.me/qr/JHMNPXGLCVSEJ1).


Admin



Kades Idaman Untuk Desa Kerongkong

Saya mengenal Beliau diakhir-akhir  Tahun 2017 dan Mulai  Akrab Diawal tahun 2018 semenjak saya dipindah tugaskan dari kec.  Sembalun ke Kec. Wanasaba. Dari Saat itu,  Kami mulai intens bertemu dan dekat, sering bersama-sama  Turun melakukan pendampingan ke Desa. saya Akrab memanggil Beliau Pak Bah. 

Pak Bah ini Orangnya sangat Disiplin dan Rajin, Pengetahuannya tentang Perencanaan dan Tata Kelola pembangunan di desa sangat mumpuni.  Saya yang hampir sering membersamainya baik fasilitasi, koordinasi, Monitoring serta advokasi ke desa-desa cukup kagum dibuatnya.  Dari situ saya banyak belajar dan berlatih dari beliau, khususnya tentang pemberdayaan masyarakat Desa. 

Mungkin Karena Kegundahan hatinya,  di awal Tahun 2020 ia berkonsultasi untuk ikut dalam seleksi Sekdes di Desanya,  Ia beranggapan bahwa Keahliaan dan pengalaman dimilikinya harus membrikan manfaat bagi orang2 sekitarnya. Disini saya bangga mengenal beliau yang mempunyai konsep yang luar biasa, berani keluar dari zona nyaman dan memiliki cita-cita membangun desanya Sendiri. 

Setelah melalui Proses,  Akhirnya beliau terpilih menjadi Sekdes Desa Kerongkong. Namun Diperjalannya menjadi Sekdes ternyata tidak membebaskannya untuk berbuat dan bertindak. Sehingga di Pilkades serentak Tahun ini,  memberanikan Maju berkontestasi menjadi Kepala Desa. 

Sebagai Orang Yang Pernah menjadi Rekan Kerjanya,  Beliau memang sangat layak dan kompeten untuk menjadi kepala Desa,  pengetahuan dan pengalamannya dalam pembangunan, Tata Kelola,  dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.  Dan Sesungguhnya yang seperti inilah yang kita harapkan mengisi ruang2 demokrasi,  Mencalonkan diri bukan karena motivasi lain,  tapi memang juga memiliki kompetensi untuk menjalankan pembangunan desa. 

Terakhir,  Untuk Sahabat dan Semeton2 saya Warga Kerongkong Kecamatan Suralaga,, Jangan sampai salah Pilih,  lalu kemudian Menyesal 6 Tahun Kedepan.  Pilihlah yang sudah Teruji dan Berpengalaman, baik pengetahuannya maupun kegiatan2nya.. 

Bahtiar Rifa'i Untuk Desa Kerongkong,,

Ingat Nomor Satu, Untuk Kerongkong yg Lebih Maju...  Terbukti dan Teruji..

Berhasil Mendukung Program Pemda, Camat Wanasaba Dihadiahi Umroh

Camat Wanasaba dan Tim Pendamping Desa Kecamatan Wanasaba

Camat Wanasaba Saharudin atau yang Memiliki Akun Facebook "Amaq Jahre" merupakan diantara 5 Camat Yang Menerima Hadiah Umroh Dari Bupati Lombok Timur. 5 Camat yang Berprestasi tersebut yakni Camat Aikmel, Camat Sambelia, Camat Wanasaba, Camat Pringgabaya dan Camat Jerowaru.

Selain itu di Wilayah Kecamatan Wanasaba Kepala Desa Beririjarak dan Kepala Desa Bandok,l juga Ditetapkan Sebagai Penerima Hadiah Umroh  Tersebut yang Merupakan diantara 25 Kepala Desa Penerima Hadiah Umroh Tahun 2019 Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Hadiah Umroh Ini merupakan Janji Bapak Bupati Sukiman Azmi diawal Pemerintahannya Bahwa Akan Memberikan Reword Umroh Kepada Camat dan Kepala Desa yang Berhasil Memurunkan Angka Stunting dan Mampu menjalankan Proses Penyelenggaraan dan Pelayanan yang baik terhdapa Masyarakat.

Ini Juga merupakan wujud Apresiasi dan penghargaan Pemerintah Daerah atas kinerja Camat dan Kepala Desa dalam upaya mendukung program pemerintah Daerah dalam menjalankan penyelenggaraan Pemerintahan Pembangunan dan Kemasyarakatan.

Pemberian hadiah umroh kepada Camat dan Kepala desa yang mampu menurunkan angka stunting di desanya merupakan sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah atas upaya dan usaha desa tersebut.

Camat dan Kepala Desa yang sudah ditetapkan ini tentunya merupakan Kecamatan dan  desa yang memiliki komitmen yang jelas dalam menurunkan angka stunting di wilayah  masing-masing.

-----

Surat Keputusan Bupati Lombok Timur
Tentang Penetapan Penerima Hadiah Umroh Tahun 2019.




Selamat Kepada Camat dan Kepala Desa Penerima Hadiah Umroh Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Semoga Kedepannya bisa Lebih Baik Lagi. Dan ini menjadi Motivasi Bagi Camat dan Kepala Desa yang Belum Menerima.

BUMDes Beririjarak Mulai Bangkit


Kunci kemandirian desa adalah kemampuan berinovasi dan kreatif dalam menggali, mengelola serta mengembangkan potensi desa menjadi produk yang bernilai bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kemandirian desa diwujudkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi desa, dikelola secara bersama berdasar azas gotongroyong.

BUMDes harus menjadi rumah besar semua usaha di desa. Harus mampu jadi lokomotif untuk menggerakkan semua potensi desa. BUMDes bukan hanya harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa tetapi juga mendorong warga desa jadi pemain, bukan hanya menjadi penonton.  
...

Hari Ini  (Kamis, 19/12/2019) Tim Pendamping Desa Kecamatan Wanasaba Memonitoring Perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Beririjarak. BUMDes ini diberi nama "Alam Subur", yang diambil dari letak geografis dan Potensi Desa Beririjarak yang Memiliki banyak Lahan Subur dan Keindahan Alam karena Terletak  di Kaki Gunung Rinjani.

BUMDes Alam Subur Desa Beririjarak memiliki Beberapa Unit Usaha yang dikelola Yakni PAMDes, Home Industri, Pertanian & Peternakan, Barang dan Jasa dan Lingkungan Hidup (Pariwisata). Salah satu Produk Unggulannya adalah  Kopi Rau, Kripik Pare, Kripik Jamur timar dan beberapa Olahan Makan Ringan.

Sopian Hady (Direktur BUMDes) 

Direktur BUMDes Sopian El-Hady  menarargetkan untuk Tahun 2020 Produk-Produk BUMDes akan Mampu Bersaing di Pasaran, tentunya Hal itu harus diikuti dengan Dukungan Dari Desa Baik Dana maupun Fasilitas.



Sedangkan Melalui Bendahara Desa Beririjarak menyampaikan bahwa dalam RKPDes Tahun 2020 Pemerintah Desa Susmdah Menganggarkan Bantuan Dana Untuk BUMDes Sekitar 100 Juta. Hal ini dilakukan Karena Desa Optimis BUMDes dengan Kepengurusan yang Sekarang akan Bisa Berkembang dan Membangkitkan Perekonomian di Desa.

Sosialisasi kesehatan tentang penanganan stunting menuju desa sehat dan Ramah Anak Desa Mamben Baru.


Camat Wanasaba, Saharudin STTP Memberikan sambutan sekaligus membuka acara sosialisasi.

Dalam Rangka Pencegahan Stunting yang kini menjadi fokua kerja pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kabupaten, Pemerintah Desa Mamben Baru mengadakan Sosialisasi kesehatan tentang penanganan stunting menuju desa sehat dan Ramah Anak Di Halaman Kantor Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba, Senin (26/08/2019).

Pembicara yang dihadirkan dalam kesempatan ini merupakan para ahli dan pakar di bidang kesehatan dan psikologi anak, yakni L.M Anwar MPH (Kepala perhimpunan gizi kabupaten Lombok Timur),  Dr. Fathurrahman (Ahli Penanganan Stunting/Kabag Kesra Lotim)9 Usman Mekka (BKKBN Lotim) dan Lalu Yulchaidir M.Psi.Psikoloq (Ketua HIPSI NTB).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bapak Camat Wanasaba, Saharudin STTP,  Dalam Sambutannya Pihak kecamatan sangat mengapresiasi pemerintah desa Mamben Baru yang telah Bersungguh-sungguh dalam menangani Stunting yang itu merupakan salah satu Harapan dan Instruksi Bapak Bupati Lombok Timur kepada Semua Kepala Desa. Diantara desa-desa di kecamatan Wanasaba, Desa Mamben Baru adalah Desa yang paling serius dan Fokus terhadap penangan Stunting. Ini dilihat dari kegiatan dan program-program yang sudah dijalankan. Perlu diketahui di Desa Mamben Baru ada inovasi yang dinamai dengan "GARASI" (Gerakan Sadar Asi), ini adalah salah satu langkah pemerintah desa Mamben Baru untuk mencegah stunting.

Pembicara pertama L.M Anwar Dalam paparannya menyebut bahwasanya ASI (Air Susu Ibu) merupakan Makanan terbaik bagi anak. Sehingga Desa selain menganggarkan Pemberian Makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak diposyandu juga semestinya memberikan PMT kepada ibu hamil juga. Penanganan stunting akan jauh lebih mudah dalam fase 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga dalam fase itu Asupan gizi yang utama bagi bayi adalah tetap ASI.

Selanjutnya, Usman Mekka yang juga merupakan bagian dari DP3AKB dan juga adalah Sekretaris Kren Lombok menjelaskan Tentang gangguan sel saraf Neuron yang disebabkan oleh salah asupan gizi baik saat kehamilan maupun pasca, serta dampak pola asuh yang salah. Neuron Sangat aktif  bekerja mengumpulkan informasi saat masih balita. Kecerdasan Anak tergantung banyaknya sel neuron yang berhubungan satu sama lain didalam otak.

Dr. Fathurrahman (Pakar Stunting)

Ahli Penanganan Stunting, Dr. Fathurrahman menjelaskan secara gamblang dan jelas tentang stunting, penyebab serta dampak dan resikonya pada anak. Ia menjelaskan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita Akibat kurang asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Dalam pencegahan stunting Dr. Fathurrahman menekankan bahwa yang menjadi sasaran prioritas adalah ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan atau rumah tangga 1000 HPK. Diingatkan juga sasaran penting pencegahan stuntin mesti dilakukan pada anak usia 24-29 bulan wanita usia subur atau remaja putri, Dua Sasaran Pencegahan dan penanganan ini akan menurunkan angka stunting.

Kemudian Pemateri  Terakhir Lalu Yulchadir M.Psi, Psikoloq. Adalah Pakar parenting atau pengasuhan anak didalam keluarga. Secara detail ia menjelaskan tentang peran oranf tua dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak. Selain Makanan, Lingkungan juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak sehingga peran orang tua sangat penting, Karena itu ia menyarankan pada orang tua harus memiliki keterampilan Pengasuhan atau ilmu parenting.

Pencegahan Dan Penangan stunting tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak atau lembaga saja. Harus ada kerjasama yang terintegrasi dalam menyikapi stunting ini.Hal inilah yang disampaikan Kepala Desa Mamben Baru, Lukman S.Pd.I. Desa tentunya tidak bisa bekerja sendiri, sehingga konvergensi stunting mesti dilakukan. Kegiatan ini meruapaka upaya untuk menuju kesitu. Tambahnya, dengan dilaksanakan kegiatan ini Lembaga-lembaga didesa, Kader Posyandu, PKK dan Masyarakat Paham dan mengerti tentang stunting dan parenting sehingga mau bekerjasama dengan pemerintah desa dalam penanganan stunting.Kemudian Kepala Desa yang cukup  muda ini juga sangat mengharapkan Baik dari dinas kesehatan, Puskesmas, Kecamatan, pendamping dan semua pihak untuk memberikan  bimbingan dan Perhatian khusus kepada desa mamben baru. (*)

Kepala Desa, Puskesma, Pendamping Desa, PKK, KPM, Kader Posyandu, TPID, guru PAUD, Bentuk Rumah Desa Sehat (RDS) Desa Mamben Baru.


Lihat Dokumentasinya di : https://youtu.be/HWVesnaS_mE

(Jangan Lupa Like, Subcribe dan Ikuti Channel Youtube Kami ya..)  😊

Menanamkan Jiwa Kritis dengan Lomba Menulis Surat.


Hari Kemerdekaan 17 Agustus biasanya diisi dengan berbagai macam perlombaan. Setiap Lomba tentunya mempunyai tujuan dan makna tersendiri, semisal  menguji kekompakan dan kebersamaan. Hal demikian merupakan salah satu cara bagaimana mengenang perjuanagan para pahlawan.

Dikepanitian HUT RI di Desa, Saya berinisiasi membuat Lomba Menulis Surat Untuk Bapak Kepala Desa. Lomba ini  mungkin paling jarang peminatnya diantara lomba-lomba yang kami adakan. Namun Hal itu tidak membuat saya dan temen-temen surut, karena setidaknya yang kita inginkan adalah bagaimana lomba juga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat.

Lomba menulis surat untuk kepala desa ini merupakan salah satu kegiatan lomba dalam rangka menyambut dan memeriahakan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Desa Aikmel Timur.
...
Masa Depan Sebuah Desa maupun Bangsa  bisa dinilai dari wajah generasinya. Jika generasinha baik maka akan baik pula desa atau bangsa tersebut. Begitupun sebaliknya jika genarasi rusak maka masa depan desa dan bangsa akan rusak pula.

Demi melahirkan generasi yang baik yang memilik Rasa Kepedulian terhadap lingkungan atau persoalan sekitar  sudah semestinya sedini mungkin ditanamkan kepada generasi penerus.

Lomba Menulis Surat ini sejatinya bertujuan untuk menelurkan rasa kritis dan optimis bahkan sebisa mungkin menghilangkan sifat apatis serta pesimistis kepada generasi penerus.   Kepekaan mereka terhadap lingkungan masyarakat bisa dituangkan dalam sepucuk Surat sebagai wujud menyuarakan aspirasi.

Sasaran Peserta adalah siswa siswi yang duduk dibangku SD. Dengan menggunakan Bahasa yang sederhana harapannya keinginan atau harapan mereka selama ini bisa dicurakan lewat surat tersebut.

Selain membangun jiwa kritis, Lomba ini juga  adalah langkah awal untuk membudayakan literasi, membaca dan menulis. sebagaimana yang kita ketahui dizaman 4.0 ini budaya malas membaca dan menulis sudah menjamur. Kebanyakan generasi bahkan masyarakat dewasa lebih banyak waktunya bermain sosial media, game online, atau berbagai aplikasi yang bisa menurunkan kecerdasan mereka.

Dengan momentum Hari Kemerdekaan, tepat dan bijak jika diisi dengan hal-hal positif. Kegiatan apapun Harus memilki unsur Refleksi kembali Semangat Perjuangan Para Pahlawan, Menumbuhkan Jiwa Nasionalis dan Persatuan dalam Kebhinekaan, Serta Merawat Budaya dan Pancasila sebagai Dasar Negara. (18/08/2019)

Video: https://youtu.be/ceQUy_nMqQ0

(Jangan Lupa Subcribe dan Follow ya 😊)

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..