BPK dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa


UU Nomor 6 Tahun 2014  tentang Desa beserta peraturan pelaksanaannya telah mengamanatkan pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki. Peran besar yang diterima oleh desa tentunya disertai dengan tanggung  jawab yang besar pula, oleh karena itu pemerintah desa harus bisa menerapkan perinsip akuntabilitas dalam tata pemerintahnnya, dimana semua akhir kegiatan peyelenggaraan pemerintahn desa harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa.

Pemerintah Desa dalam penyelanggaraan Pemerintahannya perlu diawasi karena dana desa yang bersumber dari APBN jumlahnya Cukup Besar. Menteri Desa PDTT sudah menerbitkan surat keputusan no. 50 tahun 2017 tentang pembentukan satgas dana desa.  Tentunya Satgas dana desa tidak bisa melakukan fungsinya tanpa adanya koordinasi dengan  lembaga lain.

Didesa ada namanya BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Lembaga Desa yang memiliki Fungsi Kontrol yang secara Langsung Bersentuhan terhadap Pemerintah Desa. Disebut dalam Pasal 55 UU Desa Fungsi BPD Yaitu membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan meyalurkan aspirasi masyarakat desa,  serta melakukan pengawasan kinerja kepala desa.
Peserta Sosialisasi
Pada Hari Kamis tanggal 12 April 2017 bertempat di Hotel Lombok Raya, BPK RI Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Peran, tugas dan fungsi BPK dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa , yang diikuti oleh Kepala desa dan Camat Sepulau Lombok. Lembaga Pendidikan (IPDN) Dan Dinas-Dinas yang Terkait dengan pembangunan Desa.

Kegiatan ini dibagi dua sesi, sesi pertama sosialisasi  kemudian sesi kedua bertema  Model pengawasan keuangan desa dalam mewujudkan good village governance. Informasi Sosialisasi yang disajikan sangat penting terutama bagi kepala desa selaku pemangku kebijakan dan pengguna anggaran di tingkat desa hal ini harapannya mampu mengurangi tindakan penyalahgunaan dana desa.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Oleh BPK .

Badan Pemeriksa Keuangan atau yang sering disingkat BPK   RI Merupakan  Lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Untuk lebih jelasnya tentang BPK silangkan kunjungi  www.bpk.go.id.

Lalu bagaimanasih Peran, tugas dan fungsi BPK dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa.? Baca Tulisan ini Sampai Selesai ya.. 

Pada Sesi Pertama tentang Peran dan Fungsi BPK dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa Hadir Sebagai Nara Sumber  Dr. Agus  Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA (Anggota II BPK), Dra. Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE Anggota Komisi XI DPR RI., Prof. Dr. Khasan Effendi M.Pd (Pembantu Rektor I IPDN),  dan Kombes. Pol. Totok suharyanto , S.I.K  M.Hum., Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri. Dipandu oleh Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., PhD. Wakil Dekan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Dalam kesempatannya, para Nara Sumber sangat mendukung program pemerintah sesuai dengan nawacita yang sangat memfokuskan pembangunan yang dimulai dari desa. Ini sangat terbukti dengan diberiknnya anggaran yang sangat besar rata rata 1.4 per desa atau 80 Triliun Dana Desa pada Tahun 2017.

Beberapa point penting Terkait Dana Desa.

Agar dana desa tidak diselewengkan pemerintah desa dalam hal pengelolaan dana desa dituntut untuk akuntabel dan transparan. Untuk meminimalisir penyalahgunaan  dana desa perlu adanya check and balance. BPD , Camat dan Inspektorat serta bupati tidak perlu ragu dalam menjalankan fungsi pengawasan serta pembinaan karena sudah ada undang undang dan peraturan pemerintah sebagai payung hukum. Mekanisme Kontrol sangat diperlukan dalam pegeloaan dana desa baik dari masyarakat, camat, ataupun Inspektorat selaku kepanjangan tangan bupati agar dapat dipergunakan tepat sasaran yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Beberapa yang menyebabkan adanya potensi permasalahan yang yakni regulasi yang relatif baru ini belum sepenuhnya dipahami oleh para pelaksana di daerah mulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten  selaku pembina dan sekaligus pengawas, juga kaitannyan dengan pendampingan desa. Yang paling sering terjadi didesa sering adanya ketidak selarasan tentang besarnya dana desa yang harus dikelola  oleh pemerintah desa dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di desa yang beragam, kondisi geografis yang sangat luas serta jumlah penduduk dan luas wilaah yang bervariasi.

Peran Kepolisian dalam Pengawasan dana Desa.

Kombes. Pol.  Totok Memaparkan Peran Kepolisian dalam Pengawasan Dana Desa. 

Dalam Hal Penguatan Pengawasan terhadap Dana Desa Peran Kepolisian sangatlah Penting. Disampaikan Oleh  Kombes. Pol. Totok suharyanto , S.I.K  M.Hum. selaku Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri., Kepolisian Memiliki Peran yang sangat strategis yaitu Peran Pre-Emptif yaitu kepolisian melakukan  pengawasan pendampingan dan Peran Merespon Pengaduan atau Temuan yang dilaporkan oleh Masyrakan ataupun Pihak Lain.

Pada Tahun 2015 sampai Tahun 2017 ada 138 Total aduan yang diterima oleh kepolisian terkait penyalahgunaan Dana Desa, 15  Kasus diantaranya masuk pada Tahap LIDIK,  82 Kasu tahap SIDIK, 40 kasus Tahap  dan ada 1 kasus yang sudah SP3. Pengaduan terbanyak sekitar 74 dari total aduan  adalah terkait pembangunan desa tidak sesuai spesifikasi, pelaksanaan tidak sesuai dengan kebutuhan, serta Masyarakat  tidak dilibatkan dalam musrenbangdes (musyawarah  rencana pembangun desa) , 11 kasus  mengurangi Volume Pekerjaan,8 kasus mark up anggaran dan  45 Kasus Penggelapan Dana Desa.

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Oleh BPK.

Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA selaku anggota II BPK  mengharapkan pemerintah desa harus bersikap transparan  dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan kegiatan desa, minimal terhadap masyarakat. Selain itu, Desa Harus melakukan pengadministarian  atau pembukuan pembelanjaan agar saat pelaporan atau pemeriksaan bisa dipertanggungjawabkan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perlu melakukan pengawasan ataupun pendampingan  sejak proses penggunaan anggaran tidak tidak hanya melakukan pengawasan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Selain Itu Sebagai Lembaga Pemerintah, BPK Perlu Membangun Sinergitas dengan Lembaga Lain  sehingga adanya satu pemahaman dan Parameter  dalam hal pengawasan dan Pendampingan terhadap pengelolaan Keuangan Desa.

Salam Berdesa..!!

Panyerahan Cindramata kepada Narasumber


Menjadi Nelayan Meski Hanya Sehari


Parade Perahu Nelayan
Di Teluk Ekas.

6 April Yang Lalu adalah Hari Nelayan Nasional. Mari Kita Rayakan, Karena Nenek Moyang Kita adalah Seorang Pelaut.
Ini Sebenarnya adalah kelanjutan Tulisan yang lalu,  Digitalisasi Promosi Wisata Bahari, Marine Ecotourism Festival, Kegiatan yang diselanggarakan Oleh BPPD Lombok Timur di Pantai Ekas. Namun ini Tulisan Khusus tentang Parade Perahu Nelayan pada Marine Ecotourism Festival.

Kenapa Harus diulas Khusus? Karena bagi saya ini adalah pengalaman menyenangkan dan berkesan. Bukan Kebetulan pula 6 April kemarin kita memperingati Hari Nelayan Nasional.

Bercumbu dengan Lautan

Semasa Kecil Dulu Waktu Zaman SD Pasti kita sering Menyanyikan Lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut", Bagi yang Lupa Coba Ingat kembali.  Nih Liriknya,  Baca Sambil Nyanyikan, lebih bagus lagi kalo di Hayati Ya..

Nenek Moyangku Seorang Pelaut
Nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai.

Mungkin kita jarang atau bahkan tidak pernah mendengar anak-anak zaman sekarang menyanyikannya., Bahkan Kitapun yang yang dulu diajarkan kadang tidak memahami isi dari lagu ini. Sehingga  tidak heran Generasi Melenial Katanya atau Kids Zaman Now Kadang Ke Pantai Hanya sebatas Numpang Selfi, Berfoto Ria Sehabis Itu Pulang, ya begitu saja.

Lanjut Tentang Parade Perahu Nelayan. Kurang Lebih Ada Seratus Perahu Nelayan yang Berpartisipasi dalam Kegiatan Ini.  Untuk Satu Perahu di Naiki Dua Peserta.  Perahu Nelayan meninggalkan bibir pantai bersamaan.  Mengelilingi lautan di pantai ekas. Hampir satu jaman perahu berparade ditengah Lautan.



Parade Perahu Nelayan selesai sekitar jam dua belas siang.  Sehabis itu kita menikmati santapan makan siang yang bertema Laut.  Mungkin Panitia sengaja Mengkondisikan seperti itu.

Kegiatan ini serasa Teguran untuk selalu menanamkan kecintaan terhadap nelayan.  Mengapresiasi dan menghargai kehidupan mereka.  Karena tanpa Nelayan kita bisa saja tidak pernah makan Ikan.  Nelayan sama Halnya dengan Petani Sangat Berjasa kepada Negeri Ini.

Hidangan dari Hasil Laut.

Siapa yang Tidak Lahap Jika Dihadapannya ada Menu Makanan yang Sangat Lezat.  Ikan Bakar, Cumi-cumi,  Tumis Ikan, Rumput Laut dan Kepiting.  Semuanya Dari Laut. Makanan laut merupakan sumber Protein,  Lemak,  Vitamin dan Mineral. Jadi Wajar Saja Nelayan Itu Tangguh dan Berani.  Iya Kan..?

Begibung

Sangat Bersyukur Bisa Mengarungi Lautan dan Kemudian Menikmati Makanan Dari Hasil Laut. Belajar Menjadi Nelayan Meski Seharian,  Bercumbu dengan Lautan, Berteman dengan Gelombang, menyusuri Ombak Menyisir Pantai dengan Perahu Kayu.

Melelahkan..?  Tidak,  Ini Berkesan dan Menyenangkan. Sebab ini Tentang Laut yang Bergelombang Namun Menenangkan. Perihal Pantai yang Berisik Tapi Bikin Asyik. Samudera yang Luas dan Inilah satu Satu diantara Sekian Anugerah Tuhan Untuk Negeri Yang Bernama Indonesia.

Salaam..

Digitalisasi Promosi Wisata Bahari

Seminar Digitalisasi Promosi Wisata 

Kegiatan berakhir pekan, Memburu Pengalaman, Memperdalam Pengetahuan tentang Dunia Kepariwisataan. Marine Ecotourism Festival yang diselenggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur di Ekas Bay Jerowaru.

Minggu Ini tanggal 7 dan 8 April saya mengikuti Kegiatan "MARINE ECOTOURISM FEST 2018" yang diselanggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD)  Lombok Timur.   Kegiatan ini Diikuti oleh Perusahaan Tour & Travel Pokdarwis se Lombok Timur, tour & Travel loka, Selain itu Hadir Pula Bapak Riyeke Ustadiyanto ( CEO marketbiz), Bapak Bimo Wicaksono ( Marketing Manager Traveloka), Ketua DPD ASITA NTB, Ketua DPD IPKI NTB dan LPPM Poltekpar NTB.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini terfokus tentang pengembangan Wisata Bahari dan Peran Serta  Penggiat Parawisata dalam hal Pengembangan serta Promosi Wisata Tentunya Bertujuan Memperkenalkan Wisata terutama di Lombok Timur.

Dalam kegiatan ini kami diberikan materi tentang digitalisasi Promosi Wisata.  Ini sebagai Bekal untuk mengembangkan Promosi Wisata ke Arah Digital Seiring dengan pesatnya kemajuan Teknologi Infomasi Digital Saat Ini.

Rembug Prosek Pengembangan Wisata Bahari

Selain Seminar kami juga diajak untuk Bersih pantai (Beach Clean Up) sebagai tindakan nyata untuk selalu menjaga kebersihan pantai agar wisatawan senang dan nyaman dalam berekreasi.

Dan yang paling seru,  kami diajak untuk bercumbu dengan lautan,  menikmati pelayaran mengelilingi teluk ekas Jerowaru dengan kapal nelayan.  Ada hampir 100 kapal nelayan yang disiapkan oleh Panitia, Berparade di tengah Lautan. Sangat Berkesan.

Terima Kasih BPPD Lombok Timur telah Mengundang Kami dalam Kegiatan Ini. Ada pesan Khusus yang disampaikan Oleh Ketua BPPD Lombok Timur Bang Oji dalam Sambutannya. Dalam Konteks PilBup (Pemilihan Bupati)  saat Ini. Bahwa Siapapun kelak yang terpilih sebagai Bupati harus menjadikan Pariwisata Sebagai Prioritas Utama. Baik dari Kwalitas, Fasilitas Infrastrukturnya maupun SDM.


Jaya Terus Wisata Lombok Timur.

Berdonasi Tanpa Mengeluarkan Uang

Azka A.  Silmi (Founder Geevv) 
Dalam suatu kegiatan, tidak disangka bisa bertemu dengan Seorang Anak Muda yang Sangat Inspriratif.  Karyanya selain menakjubkan juga bisa menghasilkan Manfaat Yang sangat Besar.

Berawal dari Mimpinya untuk dapat memberdayakan kaum marjinal yang kerap ia temui. Mimpi itu membawa Azka yang baru berumur 21 tahun itu terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berfokus kepada isu sosial dan lingkungan. 

Ia Sungguh Cerdas,  mampu melihat potensi di era digital, tumbuh suburnya generasi Melenial,  dizaman Now yang Serba Instan dan berkembangnya teknologi yang sangat pesat. ia melihat potensi yang sangat besar dari teknologi bernama mesin pencari. 

Pada Agustus 2016 Lahir sebuah gagasan untuk menciptakan mesin  pencari bernama Geevv. Hanya berselang sekitar sebulan tepatnya pada 26 September, Geev beroperasi pertama kalinya.

Geevv (www.geevv.com) adalah mesin pencari buatan anak negeri, Azka A Silmi seorang perempuan muda yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia.

Hasil Keuntungan Dari Geevv 80 persennya digunakan untuk membantu sesama di bidang sosial. Jadi modelnya, searching sambil beramal. keren ini.
Kapan Lagi Bisa Beramal Tanpa Mengeluarkan Sepersenpun Uang Dari Kantong.

Setiap kamu browsing nih 1 kali,  kamu sudah mendonasikan Rp.10,- kepada orang Indonesia yg tidak mampu.
Informasi yg didapatkan juga sama dengan browsing di google.com.

CARANYA MUDAH : DOWNLOAD APLIKASINYA DI PLAYSTORE (Geevv)
Lihat di...
https://geevv.com
.
Nteh  bilin google, nane pada kadu Geevv...!!

Besile Kance Batur


( _Cegah Faham Radikalisme Dengan Besile_)
Oleh: *_RIZKI HANDIKA TASTURA_*
Anak Kampung Lombok Tengah

Cari Solusi Dengan Diskusi

Besile kance batur ( Duduk bersila bersama Teman, Red.) merupakan kegiatan yang yang sering dilakukan masyarakat perdesaan, ngopi sambil bicara masalah yang ringan dengan bahasa yang renyah mampu mencairkan suasana. Tradisi yang sudah dilakukan sejak lama oleh masyarakat Lombok.
Pembicaraan yang dibahas merupakan persoalan hidup baik itu masalah personal maupun publik, dari pembahasan pekerjaan hingga keresahan masyarakat tentang kehidupan. Ngobol santai sambil ngopi mencari solusi dari masalah sudah biasa di lakukan dalam masyarakat, kadang di pos ronda kadang di rumah warga sambil ngeronda.
Pasti ada orang yang menilai itu negatif karena melihat dari segi begadang namun mereka menggunakan waktu untuk membahas persoalan dan solusinya.
Dengan duduk bersila dapat mengharmoniskan hubungan, kadang juga saling memberikan nasihat.
Orang Kampung hari ini banyak yang menggunakan media sosial, banyak informasi yang bisa diakses walaupun dipelosok kampung asalkan ada sinyal Internet.
Berdiskusi dan saling menanyakan informasi yang mereka dapat apakah opini atau fakta,informasi yang didapat akan di pertanyakan pada tokoh yang dipandang seperti para sarjana atau orang yang duduk ditataran birokrasi dan politik bahkan mereka tak malu menanyakan pada anak yang lebih muda yang mereka percaya. Budaya Besile kance batur ini bisa mencegah informasi yang hoax atau informasi yang bersifat provokatif di masyarakat.
Paham radikalisme sangat sulit masuk dimasyarakat yang hubungannya harmonis serta penuh canda tawa, apalagi masyarakat yang sering pergi mengaji di tuan guru (Kiyai Kampung, Red)  mengaji Besile pada tuan guru yang mendamaikan.
Mari Besile sambil ngopi bercanda sambil berdiskusi mencari solusi.
Salam Anak Kampung.

Kankkung Lombok

Salam Anak Kampung..!




Komunitas Anak Kampung Lombok Hadir untuk Memperkuat mental, Mengembangkan Intlektual, dan Menanamkan Rasa Sosial di Kalangan Anak Kampung. 
.
Kami Sadar Banyak Orang Kaya dan Yang Sok Bergaya,  Mendiskriminasi tentang banyak hal yang pada dasarnya itu bagi kami hal biasa, dan malah lebih ber etika dari pada mereka.  tapi,  mereka malah tertawa dan berkata "Kampungan". iya kita maklumi mungkin mereka tidak memiliki rasa kemanusiaan,  yang biasa kita sebut bajingan.

Demikian Adanya,  Anak Desa dipandang Sebelah Mata,  seakan ia tak punya Daya dan Tak Punya Harga.  Ia Sering Dikucilkan dalam Perkumpulan.  Ia sering direndahkan dalam Pergaulan.
.
Semoga Kankkung Lombok mampu merangkul teman-teman kampung untuk berpikir cerdas dan bertindak ikhlas.
Semoga Anak Kampung Selalu Jaya.
"kita boleh Lahir di desa,  Namun tak menjadi Penghalang untuk kita Mendunia"
*kankkungisme


.
Salam Anak Kampung..!

Menimba Ilmu di Berugak Buku.

Menimba Ilmu di Berugak Buku
Berugak Buku

Liburan kali ini saya meluangkan waktu sehari penuh untuk mengikuti kegiatan Berugak Buku (BB) Weekend Forum, yang kali ini mengambil Tema "Melejitkan Potensi diri dengan Membaca dan Menulis"
Berugak Buku yang berlokasi di dusun Paok Dandak kecamatan Janapria,  Tepatnya di SMKI Sirojul Huda. Merupakan Ide baru untuk meningkatkan budaya literasi tidak hanya bagi santri namun bagi masyrakat sekitar.
Selain disuguhkan dengan buku bacaan yang menarik dengan berbagai macam judul dan aliran.  Mata kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan hijau persawahan. Ini memang sengaja,  tujuannya selain bisa menimba ilmu lewat membaca buku,  pengunjung juga diajak  untuk berimajinasi menimba ilmu yang lebih luas yakni membaca Alam.
Spesial Akhir pekan ini,  Berugak Buku mengadakan Kegiatan BB Weekend dengan menghadirkan bang Yusuf Tantowi  (penulis dan penggiat literasi)  sebagai Narasumber. Selain itu hadir pula sastrawan bang Muslihin dan Lamuh Syamsuar.
Bang Ahmad Jumaili selaku pengurus Berugak Buku menuturkan sangat terkesan dengan adaya Berugak Buku Ini Minat Baca Santri Lebih Meningkat,  bahkan tidak hanya santri wargapun disela sela waktu mereka bekerja berbondong bondong membaca buku favorit mereka di Berugak Buku.
Melihat Semangat santri mengikuti Kegiatan ini,  dan Diskusi ringan dengan Penulis dan Sastrawan Keren,  Saya Hampir Lupa Waktu. Datang Pagi,  Kini Petang Menghampiri, dan Kamipun Harus Permisi,  Berpamitan pada Tempat yang Penuh Inspirasi.
Trimakasi untuk tempat Rekreasinya,  Liburan yang  mencerdaskan.
Dari Kegiatan Tadi, Santri langsung Praktik Menulis.  Penasaran dengan Tulisan Mereka..?
Silahkan Klik Hastaq dibawah ya.. 
Dan Bagi Yang ingin tau Lebih banyak Tentang Berugak Buku (BB)  silahkan menghubungi Langsung Bang Ahmad Jumaili (WA.  082339993330)
.
.
#BBWeekendForum
#MenulisUntukMembaca
#BBWritingAcademy
#SMKISirajulHuda
#kankkunglombok

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..