Sahabat Rinjani

Tak seperti senja yang sesaat lagi hilang..
teman selalu tinggal lebih lama untuk mndengar..
tak seperti emosi yang selalu mengacaukan pikiran logis..
teman selalu percaya kita pasti bisa berjalan diantara perasaan dan pikiran..
saya selalu percaya pada cantiknya persahabatan..
bagai riasan yang melekat di diri..
teman yang baik selalu lekat di hati..

Teman yang Baik Tak Akan pernah Pergi..!!
Ia tak akan pernah terlalu Sibuk untuk menolak cerita..
Ia Tak Akan pernah Terlalu Jauh Untuk Berbagi..

Kebersamaan Yang Indah Kawan..
Rinjani Menjadi Saksi.
Kokohnya Persahabatan.
Berdiri sekokoh Rinjani.
Indahnya Persahabat..
Seindah Rinjani..
Sejuknya Persahabat.
Sesejuk Rinjani.
.
#Sembalun
#Kakirinjani


Berdiri Tak Harus Sama Tinggi. hehe
Ket. Foto: Jepretan ngtrip ke sembalun utk menghadiri Resepsi Semeton Junan Hilmi (SIpil 08).
Sahabat Jangan Lupa Kunjungi Halaman Facebook Saya.

Tohri Aryandi

Cinta, Tak Harus Tentang Pacar.

Tetap Tersenyum, Karena Cinta Tak harus Tentang Pacar.
Nikmati Hidupmu dengan Orang Disekelilingmu..
Orang Yang Kamu Cintai,,
Dan Tentunya Yang Mencintai Kamu Pula.

Biar Alay Asal Happy. wkwkw
Saat  Sedih, Ada sahabat yang Mampu mengusap Air Matamu.
Saat Sakit, Ada Keluarga yang Bisa Mengobati Lukamu..
Saat Tersesat, Sahabat Akan Menunjukkan Jalan Pulang.
Iya.. Itulah Sahabat.
Yang Akan Selalu Hadir, Saat Yang Lain Meninggalkanmu..
Yang Selalu Disisi, Saat Yang Lain Beranjak Pergi.



Pria-Pria Kesepian.. wkwkw

Sahabat,
Jangan Lupa Kunjungi Page FB saya Ya.
Ori Lombok

Car Free Day (Udayana)

Seperti Mentari Yang Tak pernah Jemu menyapa Embun Pagi

Begitupun Aku..

Tak Kan Pernah Bosan Bersama Kalian Sahabat-Sahabatku..


Berbeda Eksperesi Namun Satu Pandangan
Makan ndak Makan Asal Ngumpul.. wkwkw

Merah Berani, Biru Cerdas, Abu-Abu Tidak Jelas.. hehe

Pagi yang Indah di Udayana
Hampir Tiap Akhir Pekan,
Disela kesibukan Masing-masing..
Kita tetap Masih bisa berkumpul..
Menikmati Hangatnya Mentari,
Bersama Secangkir Kopi.
Menikmati Hangatnya Persahabatan,,
Bersama Kalian Teman.

Anugerah Terindah adalah bisa mengenal Kalian.
Saat Bersama Kalian,
Tak Pernah ada kesedihan..
yang ada adalah senyuman serta kebahagiaan.

Sahabat

Bukan Tentang Laut Biru,
Bukan tentang Pasir Putih..
Bukan Juga Ombak Pantai..
Ini adalah Tentang Persahabatan..


Dody, Jay, Sulton, Rendi, Najmi, Arin, Rara.












                                              Lokasi: Pantai Selonk Belanak Lombok Tengah.

Untuk Foto Lengkap KunjungI Instagram  ane juga ya: ori_lombok
Dan Sahabat Jangan Lupa berkunjung ke Halaman Facbook Ori Lombok



Green Building dan Teknologi bangunan ramah lingkungan

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkembang selayaknya Provinsi-Provinsi di  Indonesia saat ini. Walaupun masih jauh dari sebutan metropolitan, pembangunan di NTB  sudah terlihat bibit-bibit kemetropolitanya khususnya di kota Mataram. Kasus pembangunan  hotel-hotel besar-besaran secara serempak misalnya. Dari begitu banyaknya pembangunan  hotel yang diijinkan untuk dibangun, mungkin pemerintah mataram ingin membawa citra mataram lebih kearah pariwisata.

Diantara Misi NTB salah satunya adalah Melakukan percepatan pembangunan  infrastruktur strategis dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini yang kemudian terlihat dari pembangunan-pembangunan yang sudah terlihat pada saat ini. Kalau kota Mataram saat ini banyak membangun Hotel, itu merupakan dari menuju misi diatas. Kenyaataanya Booming kegiatan nasional dan Internasional yang diselenggarakan di Kota Mataram ini harus ditanggkap sebagai peluang yang bisa mengangkat perekonomiaan , meskipun tetap harus diperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah kita.

NTB Selain dikenal sebagai “bumi seribu masjid”, dikenal juga dengan sebagai bumi yang mempunyai keindahan alam yang menakjubkan sehingga visi menjadikan NTB sebagai tujuan pariwisata juga dikembangkan oleh pemerintah. Hal itu sehingga pembangunan hotel-hotel sebagai tempat penginapan para wisatawan semakin marak seperti terlihat di wajah Kota Mataram. Terlihat dari pembangunan yang sudah dan sedang berlangsung. Visi pembangunan kota mataram sebagai kota pendidikan di NTB dan selain itu NTB juga mengembangkan dibidang pariwisata sesuai dengan visi pemerintah yaitu visit Lombok Sumbawa.

Agaknya menjadi angin segar bagi Investor untuk ramai-ramai berinvestasi hotel berbintang di Mataram.
Seolah menjadi tren, tahun ini di Mataram telah  dibangun beberapa hotel berbintang. Diantara hotel-hotel tersebut adalah hotel palm. Hotel Palm yang terletak di Jalan Brawijaya Mataram, lokasi di pinggir jalan Raya besar menuju Kota Ampenan Dan Terminal Mandalika Sweta. Hotel ini sedang dalam tahap pembangunan. Rencana Bangunan hotel ini terdiri dari beberapa lantai dimana kamar lantai paling atas anda bisa melihat pemandangan seluruh Kota Mataram dari dalam kamar. Hotel palm menawarkan fasilitas hotel Bintang 3 di Kota Mataram.

Selain pembangunan dibidang perhotelan, dalam wajah Mataram juga terlihat pembangunan-pembangunan infrastruktur lainnya yang masing dikategorikan dalam bentuk gedung. Hal ini yang kemudian menjadikan raut wajah mataram yang semula Nampak asri kini beberapa tahun lagi akan menjadi bangunan-bangunan ruko, perkantoran, perumahan, dan hotel tentunya.

Seiring berjalannya Pembangunan gedung-gedung tersebut, tak dapat dihindari pula terjadinya Pemanasan Global. akibat pemanasan global tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Dalam konsep bangunan gedung hijau atau yang ramah lingkungan menekankan pemanfaatan dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energy, dan material bangunan. Mulai dari perencanaaan, hingga pemeliharaan gedung.



Menghindari untuk terjadinya global warming tersebut. Konsep dari Green Building atau Pembangunan gedung ramah lingkungan sudah sepantasnya diterapkan. Green building merupakan konsep desain, pembangunan , dan pemeliharaan bangunan yang dapat membuat bangunan itu menjadi sebuah sarana/masukan energi bagi sistem lain, dimana keberadaannya mampu memperbaiki dan membangkitkan sistem di sekitarnya secara berkesinambungan. Hal ini berarti, bangunan itu tidak hanya merupakan produk hasil akhir, namun dapat mengolah keluaran energinya sehingga bermanfaat bagi sistem lain dalam lingkungan itu. Menganalisa Pendekatan green building dapat ditempuh melalui beberapa cara, diantaranya perancangan tapak bangunan secara tepat, konservasi dan efisiensi energi, konservasi dan efisiensi air, kualitas udara dalam ruang, dan kenyamanan termal, pengelolaan lahan dan limbah, pelaksanaan pada masa konstruksi pada bangunan, dan memastikan elemen-elemen adaptasi perubahan iklim tercakup dalam desain banguna.
Dilihat dari Pola penerapan pembangunan Gedung Di NTB. Pada saat ini yang

terjadi adalah bangunan seakan-seakan perencana atau kontraktor lebih memperhatikan nilai-nilai kemewahannya dan estetikanya daripada mengunakan konsep green Building Itu sendiri. Seharusnya pembangunan sebuah gedung harus lebih memperhatikan dampak bangunan tersebut bagi lingkungannya. Sehingga Konsep green Building tersebut bisa dikombinasikan dengan Nilai estetika dan kemewahan Gedung.

Menurut hasil penelitian terbaru, Green Building mampu mengurangi biaya tinggal, biaya pengelolaan jangka panjang, meningkatkan kesehatan penghuni dan produktifitas pekerja. Dalam beberapa Survei juga menyatakan, pasar bagi gedung ramah lingkungan baru maupun hasil renovasi meningkat secara signifikan. Tahun lalu (2010) sebanyak 35% gedung baru di Amerika telah dibangun dengan prinsip hijau atau ramah lingkungan. Efisiensi energi ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan yang bisa meningkatkan imbal hasil investasi (ROI), sewa gedung dan tingkat hunian. Hal ini sudah seharusnya menjadi motivasi bagi perencana dan pelaku dibidang pembangunan gedung khususnya di Kota Mataram.

Melihat dari konsep Green Building, pemanfaatan terang langit dan pencahayaan alami sinar matahari untuk mengurangi penggunaan listrik di siang hari juga bisa dilakukan untuk Efisiensi penggunaan energy, Untuk mempermudah penghematan energi dari penerangan ruang dapat pula dengan Menggunakan system intelegent lighting system yang dikendalikan oleh main control panel sehingga nyala lampu dimatikan secara otomatis oleh motion sensor & lux sensor. selain itu penggunaan ventilasi sebagai distribusi udara untuk mengurangi Penggunaan AC. Karna seperti yang kita ketahui unsur yang terkandung dalam AC sangat berbahaya bagi Lapisan ozon dan dapat menyebabakan efek rumah kaca.

Bangunan gedung yang memiliki bentuk massa bangunan yang tipis, baik secara vertikal maupun horizontal. Sisi tipis di puncak gedung didesain agar mampu menjadi shading bagi sisi bangunan dibawahnya sehingga dapat membuat bagian tersebut menjadi lebih sejuk. Pada desain gedung sebisa mungkin memiliki area opening yang lebih banyak di sisi timur. hal ini agar pencahayaan dengan menggunakan Energi Listrik dapat diminimalisir dengan pemanfaatan dari Sinar Matahari. Selain itu cahaya pada sore hari (matahari barat) lebih bersifat panas dan menyilaukan.

Penggunaan Shading light shelf juga bermanfaat mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung namun tetap memasukan cahaya dengan efisien. Dengan light shelf, cahaya yang masuk kedalam bangunan dipantulkan ke ceilin. Panjang shading pada sisi luar light shelf dapat direncanakan sehingga sinar matahari tidak menyilaukan aktifitas manusia di dalamnya. Cahaya yang masuk dan dipantulkan ke ceiling tidak akan menyilaukan namun tetap mampu memberikan cahaya yang cukup.

Efisiensi Pengunaan Lahan juga harus diperhatikan, karna Lahan merupakan faktor yang sangat mendukung untuk sebuah gedung. Lokasi sebuah Lahan sangat menentukan penggunaan Konsep Green Building. Penggunaan lahan secara efisien, kompak dan terpadu Sehingga meminimalisasi building coverage.

Tanaman Hijau juga tidak terlepas dari Konsep Green Building. Pemanfatan Tanaman hijau sebagai penghasil Oksigen (O2)dan penyerap karbon dioksida (CO2) untuk meminimalisir Global Warming. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan menanam Pohon atau Tanaman Hijau disekitar gedung yang akan dibangunan. Selain mempunyai Fungsi tadi Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau tersebut juga dapat design atau direncanakan untuk menambah nilai estetika gedung itu sendiri. Inovasi pemaksimalan Potensi Tanaman hijau.

Teknologi juga sangat dibutuhkan untuk menerapkan Green Building,misalnya dengan penggunaan Panel Surya yang dapat memanfaatkan potensi energi untuk menghasilkan energi baru untuk keperluan domestik maupun bangunan lain secara independen. Pengolahan Limbah yang dihasilkan oleh sebuah gedung juga harus diperhatikan. Sehingga Sistem pengolahan Limbah seperti air kotor tidak membebani sistem aliran kota, Mengolah air kotor dan air bekas sehingga dapat digunakan kembali atau disebut Water Recycling System, misalnya untuk keperluan flushing toilet ataupun system penyiraman tanaman untuk efisiensi penggunaan air. Begitu juga Limbah Sampah, dalam pelaksaanaan pembangunan sebuah gedung serta dalam pengoperasian nantinya merupakan penghasil sampah yang sangat tinggi baik sampah organik maupun non organik.

Perbaikan kwalitas pembangunan khususnya dalam bidang gedung sudah seharusnya diaplikasikan dengan konsep Green Building tersebut. Harapanya kontribusi nyata dari pelaku konstruksi gedung, baik pemerintah, investor, konsultan, kontraktor atau pun masyarakat umum untuk bisa memberikan solusi terhadap pembangunan gedung. Sehingga jaminan untuk Green Building bisa Tercipta.

Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial

Dok. KOMIT 2012
Semakin hari, pergerakan Mahasiswa semakin Redup. Memang kini terlihat agak jarang bahkan tidak ada sama sekali, Teriakan-teriakan perjuangan menuntut keadilan ataupun mengkritisa suatu kebijakan. Suasana Saat ini Sangat berbeda, dibandingkan dikala saya masih dicap sebagai Mahasiswa Baru Dulu.

Saat Itu, masih teringat dengan jelas. Barisan Rapi puluhan mahasiswa, diiringai dengan orasi-orasi dibalik megaphone, bahkan yel-yel penyemangat tak henti-henti didendangkan sepanjang jalan. Sebagai Pendatang baru didalam Dunia kampus, tentunya dalam hati bertanya-tanya, Sedang apa gerangan..? Apa yang Terjadi..??

Dengan mengamati apa yang terjadi, Timbul Hasrat dari hati nurani ingin ikut serta dalam barisan itu. Namun, ketika itu, masih hanya sebatas angan. Entah kenapa memang, saya ingin sekali berada didalam barisan senior-senior itu.

Mulai saat itu, Saya kemudian Aktif mengobati Rasa penasaran saya. Dengan penuh Rasa Ingin Tau sayapun mulai menggeluti Aktivitas Organisasi didalam Kampus. Berawal dari Masuk Menjadi Pengurus di BEM UNRAM 2011, Kemudian BEM FT UNRAM, HMS FT UNRAM dan Terakhir menjadi Ketua di Dewan Perwakilan Mahasiswa FT-UNRAM.

Oke Kita lupakan sejenak Hal itu, Lain lagu lain pengarang, Lain Dahulu Lain Sekarang. Cerita Sungguh berbeda. Saat ini Hampir Nyaris tak ada aksi mahasiswa turun ke jalan, Jangankan memperjuangkan suara rakyat. Menuntut Rektor yang seakan mengekang kebebasan organisasi mereka, masih Tidak Berani. Yah, Saya menyindir Kawan-kawan di Universitas Mataram.

Kemana kepedulian mahasiswa..? Mahasiswa yang Katanya Agent Of Change, Agent Of Control atau apalah namanya itu. Bandingkan Dengan angkatan 66, 74, 77, hingga 98 dulu. Mahasiswa saat ini sangatlah jauh berbeda. Maka sangat betul apa yang diberitakan oleh Merdeka.com Tertanggal Senin, 16 Maret 2015. Sebuah Judul yang sangat menarik sekaligus mencubit rasa kemanusian dan kepedulian dikalangan Mahasiswa. Harga terus naik, masyarakat tercekik, ke mana mahasiswa?

Saya tidak akan menyinggung Persoalan Harga yang Terus Naik, Namun lebih kepada Apa sesungguhnya Yang Terjadi Kepada Mahasiswa, Khususnya Mahasiswa Universitas Mataram. Rasanya Kampus seribu cemara ini, adem ayem aja. Sepertinya tak ada lagi sesuatu yang dipermasalahkan. Atau bisa jadi masalah-masalah ditutupi dengan sesuatu. Entahlah….

Sejak berlakunya Jam malam dan Sistem Satu pintu sebuah kebijakan yang sebenarnya sangat mengusik bukan hanya bagi kaum organisatoris bahkan bagi warga sekitarpun kebijakan tersebut sangat merugikan. Bayangkan saja, Tidak boleh ada yang lewat Unram kecuali Civitas Akademikanya. Warga disekitar terguncang kala itu. Tapi, sepertinya Tak ada yang mampu mengalahkan Kekuatan Penguasa. Warga sekitar hanya bisa menghisap jempol, karena mulai saat itu, tak lagi bebas keluar masuk Istana Alias Wilayah Kampus Universitas Mataram.

Meredupnya Kegiatan atau pergerakan dikalangan Mahasiswa Universitas Mataram. Seakan Dinikmati Betul oleh birokrasi alias Rektorat. Ir. Sunarpi beserta jajajarannya. Apa hendak dikata, Organisasi kemahasiswaan Terpecah Belah. Organisasi Intra Fakultas, tak lagi saling urus. Semua hanya mementingkan Idiologi Masing-masing. Akhirnya, Kesepakatan untuk “Bersatu”, jauh dari harapan. Penguasa Tertawa, Mahasiswa Terlena, Dan Selamat Tinggal Agent Perubahan. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.

Semakin Canggih Teknologi, Sepertinya semakin Pudar Pula Rasa Tanggung Jawab Sosial Seorang Mahasiswa. Media social hanya digunakan untuk pamer diri, saling ejek, bahkan main-main semata. Terlena dalam baying-bayang Dunia Maya, Akibatnya Dunia nyata Terlupakan. Lebih banyak bergaul dengan orang yang tak jelas entah dimana, dibandingkan dengan orang disekitarnya.
Kembali kepertanyaan Intinya, Kemana Mahasiswa..?

Mahasiswa Sudah Hilang, Tenggelam dalam peradaban. Mungkin ia tak lagi dapat dilihat dalam dunia nyata. Akan lebih sering menampakkan dirinya dalam Dunia Maya. Kemana Mahasiswa,? Ia masih duduk manis, diruangan yang begitu sempit, menduduki kursi mati, mendengar ceramah dari Dosen-dosennya.

Lalu bagaimana Tentang Tanggung Jawab Sosial Mereka..??

Mereka Tak kan lagi terlihat dijalanan, tak kan lagi Terdengar Teriakan Perjuangan. Tanggung jawab mereka hanya terlihat dari Status di Beranda Facebook. Tweet di Akun Twitter, Atau tercantum di puluhan media social Lainnya,. Apakah Itu hanya sekedar Kata tanpa diiringi dengan adanya Tindakan Nyata. Entahlah.

Kemana Mahasiswa..??

Dok. KOMIT 2012
Harga terus naik
Masyarakat tercekik,
Rakyat kecil sudah menjerit..




Jalanaan Sepi,
Tak ada lagi Barisan
Menyuarakan Tuntutan,
Melawan Penindasan,
Menuntut Ketidakadilan,
Bahkan Berani Menantang
Suatu Kebijakan.





Kemana Mahasiswa..?

Oh.. Ternyata..
mereka Sudah menjadi kaum borjuis.
Karekternya pun Kian pragmatis.
Tanggung Jawab Sosial mereka Terkikis.

Kemana Mahasiswa..??

Oh, Ternyata..
Sedang sibuk Mengejar Prestasi.
IPK Menjadikannya Buta.
Teknologi Membuatnya Tuli.

Kunjungi Untuk Subscribe Yuk..